Dampak Freeport di Papua Tengah, PTFI Berhasil Angkat Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan hingga Pendidikan
- Dok. Freeport
Jakarta, tvOnenews.com - Berbagai perubahan besar mulai dirasakan masyarakat Papua Tengah dalam 5 hingga 10 tahun terakhir, khususnya di wilayah sekitar operasional PT Freeport Indonesia (PTFI).
Kehadiran raksasa tambang ini dinilai memberi dampak pada pertumbuhan lapangan kerja, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga perkembangan usaha lokal.
Di sejumlah distrik seperti Mimika Timur, Kuala Kencana, dan Tembagapura, semakin banyak generasi muda Papua yang bekerja di berbagai sektor operasional PTFI. Sebagian dari mereka merupakan lulusan program pelatihan maupun penerima beasiswa yang difasilitasi perusahaan.
“Kami melihat kemajuan yang membanggakan. Tenaga kerja asal Papua kini mengisi peran yang semakin beragam, dari posisi teknis hingga manajerial. Ini adalah hasil investasi jangka panjang pada pendidikan dan pelatihan,” kata Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, Selasa (12/5/2026).
Berdasarkan data internal PTFI, tenaga kerja asli Papua kini mencapai 40,9 persen dan terus mengalami peningkatan setiap tahun.
Dampak Ekonomi: Usaha-Usaha Lokal Tumbuh Bersama PTFI
Pertumbuhan ekonomi lokal juga disebut semakin terasa seiring aktivitas perusahaan di Timika. Sejumlah pelaku usaha mengaku mendapat peluang lebih besar setelah menjalin kemitraan dengan PTFI, mulai dari sektor transportasi, katering, pertanian, hingga jasa perbengkelan.
Salah satu pelaku usaha lokal, Grasella Kunong, mengatakan pendapatan usahanya meningkat setelah mengikuti program pemberdayaan bisnis lokal yang dijalankan PTFI.
“Sekarang kami bisa mempekerjakan lebih banyak orang kampung, dan usaha kami bisa mengirimkan pasokan secara rutin,” ujarnya.
Selama satu dekade terakhir, PTFI telah bekerja sama dengan lebih dari 400 pengusaha lokal guna memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat Papua Tengah agar lebih mandiri.
Pada sektor pendidikan, perusahaan turut mendukung pembangunan fasilitas belajar mulai dari PAUD hingga sekolah menengah. Setiap tahun, ribuan pelajar menerima bantuan perlengkapan sekolah dan dukungan pendidikan lainnya. Program beasiswa juga membuka kesempatan bagi anak-anak Papua untuk melanjutkan pendidikan ke luar daerah.
Sementara di bidang kesehatan, masyarakat merasakan manfaat dari program penanganan malaria, peningkatan gizi anak, serta penguatan fasilitas kesehatan di sejumlah kampung.
“Kesehatan dan pendidikan merupakan fondasi utama bagi masa depan Papua. Karena itu, kami menjalankan program sosial secara jangka panjang dan berkelanjutan,” kata Tony Wenas.
Selain itu, pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah juga mulai memperluas akses masyarakat. Daerah yang sebelumnya sulit dijangkau kini memiliki akses jalan yang lebih baik melalui kolaborasi pembangunan antara PTFI dan pemangku kepentingan setempat.
Peningkatan akses listrik, air bersih, dan distribusi logistik juga dinilai membantu aktivitas masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.
Infrastruktur tersebut tidak hanya menunjang operasional tambang, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi warga sekitar.
PTFI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan Papua Tengah melalui berbagai program berkelanjutan, tidak hanya dari sektor pertambangan tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat.
“Tujuan kami adalah agar Papua Tengah memiliki kekuatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan, jauh melampaui masa operasional tambang. Kami ingin masyarakat merasakan manfaat jangka panjang dari setiap investasi yang dilakukan hari ini,” tutur Tony Wenas.
Saat ini, program prioritas perusahaan mencakup pengembangan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi desa, pelestarian lingkungan, serta penguatan usaha lokal berbasis potensi daerah. (rpi)
Load more