Bedah Potensi E-Wallet Emas, Digadang Bisa Jadi Terobosan Baru Ekonomi Digital, Ini Tantangan dan Peluangnya
- Istimewa
"Kedua, perlu pemisahan yang tegas antara emas sebagai komoditas dan Rupiah sebagai alat pembayaran. Pemisahan ini harus tercermin dalam desain produk, akad, tampilan aplikasi, pencatatan transaksi, dan komunikasi pemasaran," terang dia.
Ia juga menekankan pentingnya standar kustodian dan audit emas digital. Setiap saldo emas, kata dia, harus didukung emas fisik atau hak kepemilikan yang jelas. Konsumen juga harus mengetahui lokasi penyimpanan emas, pihak kustodian, sistem audit, hingga perlindungan hak kepemilikan.
"Keempat, perlu transparansi biaya. Pengguna harus mengetahui harga beli, harga jual, spread, biaya konversi, biaya penyimpanan, dan pajak. Tanpa transparansi, e-wallet emas berisiko menjadi produk yang tampak sederhana di depan, tetapi mahal di belakang," jelas dia.
Selain itu, kepastian pajak juga dinilai penting. Pemerintah sebelumnya telah menyesuaikan aturan perpajakan terkait emas dan usaha bulion melalui PMK Nomor 51 Tahun 2025 dan PMK Nomor 52 Tahun 2025.
Menurut Heru, kepastian fiskal dibutuhkan agar inovasi emas digital tidak menimbulkan kebingungan, baik bagi industri maupun masyarakat sebagai konsumen. (rpi)
Load more