Komoditas Kakao di Kepulauan Yapen Papua Bangkit, Punya Potensi Ekspor Rp108 Miliar Setahun
- Ist
Jakarta, tvOnenews.com - Bangkitnya sumber daya kakao di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, mulai menunjukkan prospek besar. Komoditas unggulan daerah ini bahkan diperkirakan mampu menembus pasar ekspor Eropa dengan potensi nilai ekonomi mencapai lebih dari Rp108 miliar setiap tahun.
Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, sekaligus peneliti kebijakan ekonomi Politeknik Negeri Batam, Billy Mambrasar bersama Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roy Palunga mengunjungi Kampung Konti Unai, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, guna mendorong pengembangan kakao sebagai komoditas andalan daerah.
Dalam agenda tersebut, tim mengambil sampel kakao seberat 3 kilogram untuk dikirim kepada tiga perusahaan calon pembeli asal Eropa. Sampel itu selanjutnya dibawa ke Jakarta guna menjalani studi lanjutan sebelum difinalisasi menjadi kerja sama pembelian kakao dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen.
Billy Mambrasar mengatakan pengembangan komoditas unggulan seperti kakao sejalan dengan konsep Export Base Theory yang diperkenalkan ekonom Douglas North. Teori itu menekankan bahwa daerah yang mampu menjual produk unggulan ke pasar luar daerah maupun internasional dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Hari ini kami menemui para petani kakao Orang Asli Papua di Kepulauan Yapen bersama Wakil Bupati Yapen. Kampung Konti Unai menjadi salah satu contoh kampung yang memiliki potensi besar dalam pengembangan kakao,” ucap Billy Mambrasar, yang juga adalah Komite Dewan Komisaris PT TASPEN (Persero).
Saat ini, Kampung Konti Unai memiliki sekitar 200 hektar lahan kakao yang dikelola sekitar 150 petani Orang Asli Papua. Jika digabungkan dengan sejumlah kampung lain di Kepulauan Yapen, luas total perkebunan kakao diperkirakan mencapai 900 hektar.
Mengacu pada data Direktorat Jenderal Perkebunan dan Badan Pusat Statistik, produktivitas kakao nasional berkisar 700 kilogram hingga 1 ton per hektar setiap tahun. Dengan asumsi produksi 1 ton per hektar, maka Kepulauan Yapen berpotensi menghasilkan sekitar 900 ton kakao per tahun.
Sementara itu, harga kakao dunia saat ini berada di kisaran Rp120 juta hingga Rp130 juta per ton. Dengan nilai tersebut, potensi ekonomi kakao dari Kepulauan Yapen diperkirakan melampaui Rp108 miliar per tahun.
Load more