Komoditas Kakao di Kepulauan Yapen Papua Bangkit, Punya Potensi Ekspor Rp108 Miliar Setahun
- Ist
Billy Mambrasar menilai pengembangan kakao menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi yang produktif serta berkelanjutan.
“Daerah tidak hanya bergantung pada transfer anggaran dari pusat, tetapi juga harus mampu menciptakan ekonomi produktif yang membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Billy Mambrasar.
Ia turut menyinggung keberhasilan Kabupaten Manokwari Selatan yang lebih dulu mengekspor kakao ke pasar Eropa. Menurutnya, capaian tersebut dapat menjadi model pengembangan ekonomi berbasis komoditas unggulan di Tanah Papua.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat Papua, Billy Mambrasar juga menyatakan dukungan penuh terhadap program GERBANG KAYA atau Gerakan Membangun Kembali Kakao Yapen yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen.
Program itu diharapkan mampu memperkuat sektor perkebunan kakao sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua di Kepulauan Yapen. (rpi)
Load more