Pertamina Jalin Kolaborasi Strategis dengan ERIA, Perkuat Strategi Transisi Energi dan Kemandirian Nasional
- Pertamina
Jakarta, tvOnenews.com - Pertamina resmi menjalin kemitraan strategis dengan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) guna memperkuat pengembangan transisi energi berkelanjutan.
Kolaborasi keduanya dituangkan dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bertajuk "Research Collaboration and Joint Study on the Development of Sustainable Energy Transition Pathways".
Penandatanganan MoU menjadi bagian dari rangkaian kegiatan IPA Convex 2026 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (21/5/2026).
Kesepakatan kerja sama ditandatangani Direktur Strategi, Portfolio dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina Emma Sri Martini bersama Chief Operating Officer (COO) ERIA Dr. Takayuki Yamanaka.
Emma mengatakan Pertamina terus mendukung program pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mempercepat proses transisi energi. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan memperluas kemampuan dan kapabilitas melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemikir internasional.
"Kemandirian energi dan transisi energi merupakan dua strategi yang dijalankan oleh Pertamina secara bersamaan. Kedua hal ini memperkuat satu dengan yang lainnya. Ini juga merupakan implementasi Dual Growth Strategy Pertamina," jelas Emma, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Ia menuturkan, Pertamina kini menjalankan dua fokus utama dalam strategi bisnisnya, yakni memaksimalkan bisnis energi fosil yang sudah berjalan serta mempercepat pengembangan bisnis berbasis energi rendah karbon.
Dalam MoU tersebut, kerja sama difokuskan pada dua bidang utama, yaitu analisis kebijakan dan ekonomi sektor energi, serta pengembangan kapasitas dan pertukaran pengetahuan.
Pelaksanaan kerja sama nantinya akan dijalankan oleh Pertamina Energy Institute (PEI) sebagai lembaga think tank strategis milik Pertamina.
"Melalui kemitraan dengan ERIA, Pertamina akan memperoleh dukungan berupa kajian kebijakan berbasis riset, analisis ekonomi energi yang komprehensif, serta penguatan kapasitas institusional yang selaras dengan pengembangan portofolio bisnis dan strategi jangka panjang Perusahaan," kata Emma.
Menurut Emma, kolaborasi ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi strategis Pertamina di tingkat regional di tengah perkembangan transisi energi global yang semakin dinamis.
"Dengan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk didalamnya lembaga pemikir level internasional akan meningkatkan kapasitas para pihak," tutupnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pertamina Group turut menandatangani sejumlah kerja sama lain. Di antaranya Joint Study Agreement (JSA) CCS Amonia antara PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT Pupuk Indonesia.
Selain itu, terdapat penandatanganan Heads of Agreement (HoA) CCS Asri Basin antara PHE dan Exxon, serta MoU CCS di wilayah kerja Pertamina antara PT Pertamina (Persero), PHE, dan ERIA.
Sebagai informasi, ERIA merupakan lembaga think tank internasional yang berdiri pada 2007. Lembaga ini berfokus pada kajian ekonomi dan kebijakan di kawasan ASEAN serta Asia Timur.
ERIA juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) dan dikenal luas memiliki keunggulan dalam analisis kebijakan energi di tingkat regional. (rpi)
Load more