Ekspor SDA Satu Pintu, Danantara Saring Ketat SDM PT DSI: Nama-Nama Baru Segera Diumumkan
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Menjelang dimulainya masa transisi kebijakan ekspor satu pintu komoditas sumber daya alam pada 1 Juni 2026, Danantara bergerak cepat membangun fondasi organisasi yang akan menjadi ujung tombak pengelolaan ekspor nasional.
Fokus utamanya bukan hanya sistem dan teknologi, tetapi juga pemilihan sumber daya manusia yang dinilai mampu menjaga kredibilitas kebijakan strategis tersebut.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menegaskan, pihaknya sedang melakukan proses seleksi ketat untuk mengisi posisi-posisi penting di PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), perusahaan yang nantinya menjadi pelaksana utama skema ekspor satu pintu untuk sejumlah komoditas strategis Indonesia.
“Kami juga sedang melakukan proses seleksi yang ketat berkaitan dengan SDM yang akan bergabung dengan Danantara Sumberdaya Indonesia,” ujar Dony dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Minggu (31/5/2026).
Pembentukan tim yang profesional menjadi perhatian utama karena PT DSI akan memegang peran sentral dalam tata kelola ekspor komoditas bernilai besar seperti minyak sawit mentah (CPO), batu bara, dan ferro alloy.
Karena itu, proses rekrutmen dilakukan secara selektif untuk memastikan perusahaan memiliki personel yang kompeten sekaligus mampu menjaga akuntabilitas pengelolaan ekspor nasional.
Menurut Dony, proses penguatan organisasi tersebut sudah memasuki tahap lanjutan dan dalam waktu dekat publik akan mengetahui siapa saja figur yang dipercaya mengisi jajaran perusahaan.
“Insyaallah mudah-mudahan minggu depan akan ada beberapa nama lagi yang diumumkan oleh Danantara menjadi bagian daripada tim,” ungkap Dony.
Tak hanya menyiapkan SDM, Danantara juga tengah membangun sistem teknologi yang akan menjadi tulang punggung operasional PT DSI. Infrastruktur digital tersebut disiapkan untuk memastikan seluruh proses bisnis berjalan secara transparan, terdokumentasi dengan baik, serta dapat diawasi secara ketat.
Langkah ini dinilai krusial mengingat PT DSI dibentuk untuk memperbaiki tata kelola ekspor sumber daya alam Indonesia yang selama ini kerap menjadi sorotan, mulai dari persoalan transparansi transaksi hingga optimalisasi penerimaan negara.
Dony menegaskan bahwa tata kelola perusahaan yang baik menjadi prinsip utama yang tidak bisa ditawar dalam operasional PT DSI.
“Perusahaan ini akan berjalan sesuai dengan governance yang baik, transparan, akuntabel. Ini menjadi patokan utama kita,” tambah dia. (agr/rpi)
Load more