News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemerintah Percepat Implementasi B50, ESDM Klaim RI Tak Mau Bergantung pada Minyak Dunia

Implementasi B50 dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk membangun sistem energi nasional yang lebih tangguh menghadapi berbagai guncangan global.
Rabu, 17 Juni 2026 - 15:09 WIB
Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia dan Kepala Bakom RI Muhammad Qodari.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah akan mulai menerapkan biodiesel B50 pada 1 Juli 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah gejolak geopolitik global yang terus memicu ketidakpastian harga minyak dunia.

Kebijakan yang didorong langsung oleh Presiden Prabowo Subianto itu tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil impor, tetapi juga mempercepat pemanfaatan sumber daya domestik melalui pengembangan bioenergi berbasis minyak sawit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menjelaskan, bahwa B50 merupakan bahan bakar solar yang dicampur dengan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis minyak sawit dengan komposisi masing-masing 50 persen.

“Dan kita juga tahu dalam beberapa kesempatan Presiden jelas menyampaikan bahwa kita akan memproduksi solar campuran dari minyak sawit FAME itu Fatty Acid Methyl Ester yang merupakan asam lemak campuran kelapa sawit yang di-blend dengan solar murni dengan komposisinya 50:50 makanya disebut dengan B50,” kata Dwi di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).

Menurut Dwi, implementasi B50 merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk membangun sistem energi nasional yang lebih tangguh menghadapi berbagai guncangan global.

Ia menjelaskan bahwa ketahanan energi tidak hanya berbicara soal pasokan, tetapi juga mencakup empat parameter utama yang menjadi dasar kebijakan pemerintah.

“Dan berbicara mengenai ketahanan energi ini ada empat parameternya rekan-rekan media yang saya hormati juga,” ujarnya.

“Ada faktor availability—ketersediaan, kemudian akses energinya, kemudian keterjangkauan—affordability, dan juga ramah lingkungan acceptability,” lanjut Dwi.

Empat faktor tersebut menjadi landasan pemerintah dalam mempercepat implementasi B50, terutama ketika dunia menghadapi ketidakpastian akibat konflik geopolitik yang berdampak langsung terhadap pasar energi global.

“Jadi inilah yang jadi pertimbangan akhirnya untuk mendorong implementasi B50 selain juga dengan merespons kondisi geopolitik global,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah menilai ketergantungan yang terlalu besar terhadap energi berbasis impor dapat meningkatkan risiko ekonomi nasional ketika terjadi lonjakan harga minyak dunia atau gangguan rantai pasok internasional.

Karena itu, Presiden Prabowo mendorong pemanfaatan sumber daya dalam negeri sebagai fondasi utama pembangunan sektor energi nasional.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ketua KPK Ngaku Sudah Koordinasi Dengan BPKP saat Selidiki Dugaan Rasuah Program MBG

Ketua KPK Ngaku Sudah Koordinasi Dengan BPKP saat Selidiki Dugaan Rasuah Program MBG

Setyo Budiyanto mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) saat menyelidiki dugaan korupsi terkait tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). 
Kasatgas Tito Karnavian Minta Daerah Terdampak Bencana Percepat Realisasi Tambahan TKD

Kasatgas Tito Karnavian Minta Daerah Terdampak Bencana Percepat Realisasi Tambahan TKD

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah di wilayah Sumatera untuk bergerak cepat dalam merealisasikan tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) serta hibah daerah. 
Pemerintah Kucurkan Rp1,4 Triliun Lebih untuk Stimulus Tarif Transportasi, Ada Diskon Tiket Kereta hingga Kapal

Pemerintah Kucurkan Rp1,4 Triliun Lebih untuk Stimulus Tarif Transportasi, Ada Diskon Tiket Kereta hingga Kapal

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyampaikan paket stimulus ini akan difokuskan pada dua momentum dengan tingkat mobilitas tinggi, yakni libur panjang sekolah dan Nataru.
Bursa Transfer Timnas Indonesia Abroad: Kembali ke Como, Emil Audero Dilirik Juventus

Bursa Transfer Timnas Indonesia Abroad: Kembali ke Como, Emil Audero Dilirik Juventus

Agen dari Emil Audero, Manuel Montipo menyebut sang kiper kembali ke klub induknya, Como 1907. Di saat yang sama, Emil Audero dilirik oleh berbagai klub besar Serie A. 
Tak Tutupi Lagi, Legenda Real Madrid Raul Gonzalez Blak-blakan Buka Kans Menjadi Pelatih Timnas Indonesia

Tak Tutupi Lagi, Legenda Real Madrid Raul Gonzalez Blak-blakan Buka Kans Menjadi Pelatih Timnas Indonesia

Legenda Real Madrid, Raul Gonzalez mengaku buka kans sebagai pelatih Timnas Indonesia meski di masa depan. Ia meyakini Garuda bisa tampil di ajang Piala Dunia.
Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai pernyataan Komnas HAM soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) terindikasi melanggar HAM adalah tidak tepat.

Trending

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Duka masih menyelimuti rumah keluarga Jance Zebua di Desa Hilinaa, Dusun 2, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut).
Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Media sosial beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kabar, adanya pondok pesantren (Ponpes) di Malang, Jawa Timur disegel organisasi bernama Yakuza Maneges
Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia

Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia

Nama Herve Renard bukanlah sosok asing bagi penggemar Timnas Indonesia. Eks pelatih Arab Saudi kini dapat tugas berat untuk selamatkan Tunisia di Piala Dunia.
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Bintang Baru dari Eropa Jelang Piala AFF 2026

Media Vietnam Tak Habis Pikir, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Bintang Baru dari Eropa Jelang Piala AFF 2026

Timnas Indonesia kembali dapat sorotan media Vietnam menjelang bergulirnya berbagai turnamen internasional pada 2026. Tambahan dua pemain anyar jadi perhatian.
4 Ide Outfit Musim Panas ala Fuji, dari Glamour Monaco sampai Santai di Malaysia

4 Ide Outfit Musim Panas ala Fuji, dari Glamour Monaco sampai Santai di Malaysia

Intip 4 ide outfit musim panas ala Fuji, dari quiet luxury di Monaco hingga gaya kasual Y2K di Malaysia, lengkap dengan tips memilih busana sesuai cuaca tropis.
Bepotensi Tembus Rp400 Triliun, Wakaf Dinilai Dapat Jadi Kekuatan Ekonomi BAru Indonesia

Bepotensi Tembus Rp400 Triliun, Wakaf Dinilai Dapat Jadi Kekuatan Ekonomi BAru Indonesia

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 571 Tahun 2026 resmi menetapkan Bulan Wakaf Nasional.
Hasil Piala Dunia 2026: Erling Haaland Bersinar, Norwegia Hajar Irak

Hasil Piala Dunia 2026: Erling Haaland Bersinar, Norwegia Hajar Irak

Timnas Norwegia meraih kemenangan meyakinkan atas Irak di Piala Dunia 2026. Erling Haaland pun menjadi bintang dalam pertandingan kali ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT