Investasi Rp2,34 Triliun ke Indonesia, Turki Bangun Pabrik Oleokimia Raksasa di KEK Sei Mangkei
- kemlu.go.id
Jakarta, tvOnenews.com - Turki baru saja mengalirkan investasi ke Indonesia melalui diresmikannya pabrik PT Evyap Sabun Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Nilai investasinya mencapai 130 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp2,34 triliun dan menjadi salah satu investasi terbesar Turki di Indonesia dalam kurun 25 tahun terakhir.
Peresmian pabrik tersebut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Turki, Achmad Rizal Purnama, bersama CEO Evyap Group Mehmed Evyap, Anggota Dewan Direksi Evyap Group Omer Evyap, CEO Evyap Life Chemistry Datuk Saw Lee Chyan, Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Dr. Rizal Edwin, Deputi Hilirisasi Investasi Heldy Satrya Putra, pengelola KEK Sei Mangkei, jajaran manajemen Evyap Group, serta para mitra bisnis PT Evyap Sabun Indonesia.
Pabrik PT Evyap Sabun Indonesia berdiri di atas lahan seluas sekitar 160.000 meter persegi dan bergerak di bidang produksi sabun serta oleokimia. Kehadiran fasilitas ini memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Turki sekaligus mendukung pengembangan industri hilir berbasis sumber daya dalam negeri.
“Ini hari yang bersejarah bagi Indonesia; Turki dan Keluarga Besar Evyap. Peresmian PT Evyap Sabun Indonesia ini bukan saja pembukaan pabrik baru, namun juga terbukanya kesempatan baru; kemitraan yang solid dan masa depan Indonesia dan Turki yang lebih baik” kata Dubes Rizal dalam rilis resmi Kemlu RI, Minggu (5/7/2026).
Dubes Rizal menilai, beroperasinya pabrik tersebut sejalan dengan agenda hilirisasi nasional melalui peningkatan nilai tambah industri, perluasan ekspor, dan penciptaan lapangan kerja di daerah.
“Fasilitas pabrik ini mengirim pesan yang sangat kuat bahwa Indonesia dan Turki adalah mitra strategis yang kokoh serta dapat memberikan nilai tambah yang besar bagi kedua negara dan dunia” Tutup Dubes Rizal.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin,yang mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar investasi strategis di KEK Sei Mangkei dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Beroperasinya PT Evyap Sabun Indonesia dinilai mencerminkan tingginya kepercayaan investor global terhadap iklim investasi Indonesia.
“Investasi ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan pengembangan KEK dalam membangun ekosistem industri yang kompetitif melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan para stakeholder” ujarnya.
Industri yang dikembangkan Evyap di Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan ekosistem kelapa sawit nasional beserta berbagai produk turunannya. Kehadiran fasilitas produksi tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global untuk industri oleokimia, personal care, hygiene, dan berbagai produk konsumen.
Keberhasilan investasi Evyap juga dlharap menjadi contoh positif bagi perusahaan-perusahaan Turki lainnya untuk memperluas investasi di Indonesia.
Langkah ini sekaligus menunjukkan potensi RI sebagai basis produksi, pusat pengembangan industri, serta gerbang menuju pasar Asia Tenggara bagi pelaku usaha asal Turki.
Sebagai informasi, Evyap merupakan salah satu produsen sabun dan oleokimia terbesar di Turki yang berdiri sejak 1927. Perusahaan ini menjalankan bisnis di tiga sektor utama, yakni FMCG yang mencakup sabun dan produk perawatan diri, industri oleokimia, serta layanan pelabuhan. Saat ini Evyap mengekspor produknya ke lebih dari 100 negara, memiliki lebih dari 15 merek, dan mempekerjakan lebih dari 4.000 karyawan.
Fasilitas produksi Evyap di Indonesia dirancang memiliki kapasitas hingga 250.000 ton per tahun. Dengan tambahan kapasitas tersebut, Evyap diproyeksikan menjadi perusahaan oleokimia terbesar kelima di dunia dengan total kapasitas produksi mencapai 680.000 ton per tahun.
Sebelum berinvestasi di Indonesia, perusahaan ini telah mengoperasikan fasilitas produksi di Turki, Mesir, dan Malaysia. (rpi)
Load more