News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Indef Sebut Insentif Otomotif akan Dorong Industri EV Nasional, Bisa Genjot Produksi Dalam Negeri

Pemberian insentif terhadap kendaraan listrik nasional disebut menjadi langkah yang tepat untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan kendaraan hijau.
Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:49 WIB
Ilustrasi Mobil Listrik
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Pemberian insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang diprioritaskan bagi kendaraan nasional berpotensi menjadi pendorong utama pengembangan industri otomotif domestik. 

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai Kebijakan tersebut juga mampu mempercepat peralihan menuju penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Esther, pemberian insentif EV merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan kendaraan hijau. Namun, efektivitas kebijakan itu tentu harus didukung berbagai strategi pendamping agar dampaknya terhadap industri dan pasar semakin maksimal.

Esther mengatakan kemampuan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam mengembangkan kendaraan listrik sudah mulai terbukti. Sejumlah perguruan tinggi, kata dia, bahkan telah berhasil memproduksi kendaraan listrik meski masih dalam skala terbatas.

“Di kampus Undip juga sudah bisa produksi mobil EV tapi produksinya masih terbatas untuk keperluan kampus. Jadi ini harus didorong produksi dalam negeri karena SDM Indonesia mampu,” ujarnya dikutip dari Antara, Minggu (2/8/2026).

Esther menambahkan, pengembangan industri kendaraan listrik nasional juga memerlukan dukungan investasi yang kuat, terutama untuk membangun rantai pasok baterai sebagai komponen utama kendaraan listrik.

Menurutnya, insentif investasi akan mempercepat terbentuknya ekosistem industri baterai di dalam negeri, mulai dari pengolahan hingga pasokan bahan baku. Dengan rantai pasok yang kuat, industri kendaraan listrik nasional akan lebih kompetitif.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik juga perlu dipercepat. Kehadiran stasiun pengisian yang memadai diyakini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik sehingga adopsi EV di Indonesia dapat tumbuh lebih cepat.

Selain memberikan insentif kepada konsumen, Esther menilai pemerintah juga perlu mengarahkan kebijakan yang mendorong produksi kendaraan listrik nasional dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

Menurutnya, insentif sebaiknya difokuskan untuk mendukung produksi massal kendaraan listrik dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Insentif lain yang penting untuk mendorong produksi massal EV harga Rp150–200 jutaan dengan TKDN tinggi," ucapnya.

Sebelumnya, Esther juga menyampaikan bahwa berbagai insentif bagi industri otomotif terbukti mampu meningkatkan penjualan sekaligus memperluas pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Ia mencontohkan kebijakan seperti Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang efektif mendorong permintaan. Pada periode pemberian insentif sebelumnya, permintaan kendaraan listrik bahkan tercatat meningkat hingga 152%.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemerintah akan memprioritaskan pemberian insentif kendaraan listrik bagi mobil bermerek nasional sebagai bagian dari strategi memperkuat industri otomotif dalam negeri.

“Kami akan prioritaskan mobil-mobil merek nasional," kata Agus, usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Himpunan Kawasan Industri (HKI) di Jakarta, Kamis (30/7).

Meski demikian, pemerintah belum mengungkap rincian kebijakan tersebut. Definisi "mobil merek nasional" masih belum dijelaskan, termasuk apakah hanya mengacu pada merek milik perusahaan Indonesia atau juga mencakup kendaraan dengan TKDN tinggi yang diproduksi di dalam negeri.

Pemerintah juga belum memastikan apakah insentif hanya diberikan kepada merek nasional atau tetap mencakup produsen asing yang memproduksi kendaraan di Indonesia. Selain itu, waktu pengumuman skema insentif tersebut hingga kini masih belum ditetapkan. (ant/rpi)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gandeng OJK, Jasaraharja Putera Perkuat Literasi Keuangan Pelajar SMKN 4 Makassar

Gandeng OJK, Jasaraharja Putera Perkuat Literasi Keuangan Pelajar SMKN 4 Makassar

Ratusan pelajar SMK Negeri 4 Makassar mengikuti kegiatan peningkatan literasi keuangan nasional yang digelar oleh PT Jasaraharja Putera.
10 Ucapan Selamat Hari Jadi Kabupaten Barito Timur ke-24 Tahun 2026, Cocok Dijadikan Caption di Media Sosial

10 Ucapan Selamat Hari Jadi Kabupaten Barito Timur ke-24 Tahun 2026, Cocok Dijadikan Caption di Media Sosial

Berikut 10 contoh ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Barito Timur ke-24, cocok dijadikan sebagai caption untuk merayakan HUT Barito Timur 2026 di media sosial.
Fortuna Sittard Rela Kehilangan Jutaan Euro Asal Justin Hubner Tak ke Klub Super League , Alasan Klub Rela Pasang Badan untuk Bek Timnas Indonesia

Fortuna Sittard Rela Kehilangan Jutaan Euro Asal Justin Hubner Tak ke Klub Super League , Alasan Klub Rela Pasang Badan untuk Bek Timnas Indonesia

Fortuna Sittard menolak setiap tawaran bernilai jutaan euro termasuk dari klub Super League untuk memboyong Justin Hubner. 
10 Ucapan Selamat HUT ke-81 RI 'Independence Day' dalam Bahasa Inggris

10 Ucapan Selamat HUT ke-81 RI 'Independence Day' dalam Bahasa Inggris

Berikut 10 contoh ucapan selamat HUT ke-81 Republik Indonesia atau Independence Day 2026 dalam bahasa Inggris, cocok dijadikan referensi caption di media sosial
Bukan Mitchell Baker, Kim Sang-sik Pilih Thom Haye sebagai Pemain Paling Berbahaya Timnas Indonesia: Sulit Dihentikan

Bukan Mitchell Baker, Kim Sang-sik Pilih Thom Haye sebagai Pemain Paling Berbahaya Timnas Indonesia: Sulit Dihentikan

Kim Sang-sik mengejutkan publik jelang duel Vietnam vs Timnas Indonesia. Bukan Mitchell Baker, pelatih Vietnam justru menyebut Thom Haye sebagai pemain paling berbahaya.
Koperasi Merah Putih Ala Prabowo Dinilai   Kunci Pembangunan Ekonomi Kerakyatan

Koperasi Merah Putih Ala Prabowo Dinilai Kunci Pembangunan Ekonomi Kerakyatan

Program strategis era Presiden RI, Prabowo Subianto Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan amanat Pasal 33 UUD 1945.

Trending

Detik-detik KM Mutiara Sentosa 2 Dilalap Api di Perairan Sumenep, Basarnas Berjibaku Evakuasi Ratusan Penumpang

Detik-detik KM Mutiara Sentosa 2 Dilalap Api di Perairan Sumenep, Basarnas Berjibaku Evakuasi Ratusan Penumpang

Kapal penumpang yang melayani rute Surabaya–Makassar itu dilaporkan membawa ratusan orang saat insiden kebakaran terjadi.
Kim Sang-sik Tebar Ancaman ke John Herdman: Vietnam Bakal Tampil dengan Wajah Berbeda  ​​​​​​

Kim Sang-sik Tebar Ancaman ke John Herdman: Vietnam Bakal Tampil dengan Wajah Berbeda ​​​​​​

Pelatih kepala Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, melontarkan gertakan tajam kepada Timnas Indonesia jelang duel panas penentu nasib di Grup A Piala AFF 2026. Juru -
Video “Yang Wes Yang” Viral, Pelajar SMK Banyuwangi Minta Maaf Usai Rekaman Pribadi Tersebar

Video “Yang Wes Yang” Viral, Pelajar SMK Banyuwangi Minta Maaf Usai Rekaman Pribadi Tersebar

Video “Yang Wes Yang” viral di media sosial. Seorang pelajar SMK di Banyuwangi berinisial MD menyampaikan permintaan maaf dan mengaku menyesal
Satgas Pangan Bongkar Modus Mafia Jual Beras Fortifikasi hingga Rp42 Ribu per Kg

Satgas Pangan Bongkar Modus Mafia Jual Beras Fortifikasi hingga Rp42 Ribu per Kg

Mentan Amran Sulaiman mengungkap potensi kerugian yang ditanggung konsumen akibat praktik mafia beras fortifikasi diperkirakan mencapai sekitar Rp71 triliun.
Belum Sekali pun Main, 3 Pemain Timnas Indonesia Masih 'Disimpan' John Herdman di Piala AFF 2026

Belum Sekali pun Main, 3 Pemain Timnas Indonesia Masih 'Disimpan' John Herdman di Piala AFF 2026

John Herdman sudah merotasi hampir seluruh skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Namun 3 pemain ini belum juga dapat kesempatan bermain, siapa saja?
Mengenal Dekat Kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar Hari ini dan Masih Dalam Proses Evakuasi

Mengenal Dekat Kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar Hari ini dan Masih Dalam Proses Evakuasi

Viral di media sosial (medsos) video diduga Kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang mengalami terbakar di wilayah Sumenep.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 3 Agustus 2026: Leo Panen Dana Ekstra

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 3 Agustus 2026: Leo Panen Dana Ekstra

Pada 3 Agustus 2026, pergerakan energi astrologi diperkirakan membawa peluang finansial yang menjanjikan bagi beberapa zodiak. Kamu termasuk yang bercuan deras?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT