FHI 2026 Catat 34 Ribu Pengunjung dari 62 Negara, Sinyal Kuat Industri F&B dan Hospitality Indonesia
- FHI
Jakarta, tvOnenews.com - Industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia menunjukkan sinyal ekspansi yang kuat di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan internasional dan kebutuhan terhadap inovasi serta efisiensi operasional. Hal tersebut tercermin dari penyelenggaraan Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 yang mencatat partisipasi ratusan perusahaan global dan puluhan ribu pelaku industri dari berbagai negara.
Pameran yang berlangsung pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran itu diikuti oleh 576 perusahaan dari 33 negara dan menarik lebih dari 34.000 pengunjung profesional dari 62 negara. Selama empat hari penyelenggaraan, tercatat lebih dari 2.800 sesi business matchmaking yang mempertemukan produsen, distributor, pembeli, serta pengambil keputusan dari dalam dan luar negeri.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat terhadap pasar makanan, minuman, dan hospitality Indonesia, sekaligus memperlihatkan peran pameran dagang sebagai salah satu instrumen untuk memperluas jaringan bisnis dan membuka akses ke pasar ekspor.
Diselenggarakan bersamaan dengan Hotelex Indonesia, Fine Furniture & Deco Asia (FFDA), serta ProPak Indonesia, FHI menghadirkan ekosistem yang mencakup rantai pasok makanan dan minuman, teknologi hospitality, desain interior, pengemasan, hingga solusi manufaktur. Selain pameran produk dan teknologi, penyelenggaraan tahun ini juga diisi dengan berbagai forum bisnis, seminar, workshop, dan kompetisi profesional.
Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia 2026, Meysia Stephanie, menilai tingginya partisipasi peserta dan pengunjung mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek industri.
"Antusiasme yang kami saksikan selama FHI 2026 menunjukkan bahwa industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia terus bergerak ke arah yang semakin dinamis dan kompetitif. Kami berharap setiap kemitraan yang terjalin selama penyelenggaraan ini dapat menjadi awal kerja sama jangka panjang yang memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat global," ujar Meysia dalam keterangannya, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Salah satu fokus utama FHI 2026 adalah pembahasan isu-isu strategis yang memengaruhi daya saing industri, mulai dari keamanan pangan, transformasi digital, hingga ekonomi sirkular.
Perum BULOG, misalnya, memperkenalkan layanan pengendalian hama JASTASMA sebagai solusi integrated pest control bagi sektor hotel, restoran, dan katering (HoReCa). Inisiatif tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha menjaga standar keamanan pangan dan kualitas layanan.
Transformasi digital juga mendapat perhatian melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kualitas dan penggunaan air secara real-time, yang dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.
Sementara itu, konsep Circular Food System diperkenalkan sebagai pendekatan untuk mengurangi limbah makanan melalui pencegahan, penyelamatan pangan layak konsumsi, serta pengolahan limbah organik. Upaya ini menjadi semakin relevan karena efisiensi sumber daya dan pengurangan emisi mulai menjadi faktor penting dalam daya saing industri global.
Aspek keberlanjutan juga diperluas ke bidang ketenagakerjaan melalui pembahasan mengenai pemberdayaan Individu Berkebutuhan Khusus (IBK) di sektor hospitality. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa praktik bisnis berkelanjutan tidak hanya terkait lingkungan, tetapi juga mencakup inklusi sosial dan pengembangan sumber daya manusia.
Di bidang pengembangan kompetensi, Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia menyelenggarakan berbagai workshop yang dipandu oleh chef profesional untuk meningkatkan keterampilan teknis pelaku industri kuliner.
Presiden ACP Indonesia, Chef Rafael Triloko Basanto, mengatakan bahwa fokus utama program tahun ini adalah peningkatan kualitas SDM melalui pembelajaran langsung.
"Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang mampu meningkatkan kualitas SDM kuliner Indonesia melalui transfer pengetahuan, praktik langsung, serta diskusi bersama para chef profesional," ujarnya.
Workshop mencakup berbagai topik, mulai dari butchery, pastry, pasta, hingga inovasi kuliner modern. Indonesia Sommelier Association (ISA) juga menghadirkan Wine Masterclass yang membahas tren industri wine, teknik wine pairing, dan pengembangan kompetensi sommelier.
Selain forum bisnis dan pelatihan, FHI 2026 kembali menjadi ajang lahirnya talenta baru melalui berbagai kompetisi profesional di bidang kopi, teh, dan minuman kreatif. Para pemenang akan mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional, termasuk World Barista Championship 2026 di Panama dan Final Global World Fashion Drinks Competition di Shanghai.
Ketua Specialty Tea Indonesia, Oza Sudewo, menyebut kembalinya Tea Masters Cup setelah vakum selama tujuh tahun sebagai momentum penting bagi industri teh nasional.
"Kami berharap para peserta dan pemenang dapat terus menjadi duta teh Indonesia serta memperkenalkan kekayaan teh nusantara di tingkat internasional," ujarnya.
Dari sisi penyelenggaraan, FHI 2026 juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui kampanye pengurangan limbah, pengelolaan sampah dan food waste, pengumpulan minyak jelantah untuk bahan baku Sustainable Aviation Fuel, hingga penyediaan fasilitas kendaraan listrik.
Marketing Communication Manager PT Pamerindo Indonesia, Leonarita Hutama, menegaskan bahwa pendekatan tersebut merupakan bagian dari implementasi nyata ekonomi sirkular dalam industri.
"Tidak hanya membahas zero waste secara teori, tetapi FHI 2026 juga menerapkannya secara langsung dalam ekosistem event, sehingga menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular di industri ini," tutup Leonarita.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan FHI 2026 memperlihatkan bahwa sektor makanan, minuman, dan hospitality Indonesia tidak hanya bertumbuh dari sisi permintaan, tetapi juga semakin terhubung dengan jaringan perdagangan global, inovasi teknologi, pengembangan talenta, dan agenda keberlanjutan yang kini menjadi bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang. (cmi)
Load more