10 Pandangan Kadin Indonesia Menyambut Agenda Besar Presiden Prabowo, Sorot Fundamental Ekonomi hingga Mesin Investasi
- Kadin Indonesia
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun menjadi 6,0%-6,5%, tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,30%-4,87%, rasio Gini menjadi sekitar 0,362-0,367, serta Indeks Modal Manusia meningkat menjadi 0,575.
Kadin menilai hampir seluruh prioritas tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan dunia usaha. Ketahanan pangan membutuhkan investasi produksi, pengolahan, pergudangan, cold chain dan logistik. Kemandirian energi membutuhkan investasi pembangkit dan jaringan. Program perumahan menggerakkan industri semen, baja, keramik, furnitur dan jasa keuangan. Hilirisasi membutuhkan modal, teknologi dan akses pasar.
“Kadin mendukung penuh delapan prioritas pemerintah karena seluruhnya bermuara pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Yang perlu kita bangun adalah efek pengganda sehingga satu program pemerintah menggerakkan sebanyak mungkin kegiatan ekonomi,” kata Anindya.
Kadin juga mendorong keterlibatan UMKM, koperasi dan pengusaha daerah dalam rantai pasok program nasional. Konsep Indonesia Incorporated harus menjangkau seluruh lapisan dunia usaha, bukan hanya perusahaan besar.
Ukuran akhirnya adalah kesejahteraan. Investasi harus menciptakan pekerjaan, pekerjaan meningkatkan pendapatan keluarga, dan peningkatan pendapatan memperkuat konsumsi serta daya beli. Dengan mekanisme tersebut, pertumbuhan ekonomi dapat secara nyata menurunkan kemiskinan dan mempersempit kesenjangan.
4. Giant Sea Wall, Proyek Lintas Generasi Harus Dimulai
Kadin menyambut baik rencana pemerintah memulai pembangunan Giant Sea Wall Pantai Utara Jawa. Pemerintah memperkirakan pembangunan membutuhkan waktu sekitar 15-20 tahun dan akan dibagi menjadi 15 segmen dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur.
Giant Sea Wall tidak hanya dirancang sebagai tanggul laut, tetapi juga sebagai infrastruktur pendukung air bersih, konektivitas serta perlindungan kawasan ekonomi dan industri Pantura. Proyek tersebut penting karena kawasan pantai utara Jawa merupakan rumah bagi jutaan penduduk sekaligus lokasi berbagai pusat manufaktur, logistik dan aktivitas ekonomi nasional.
“Kadin mendukung keberanian pemerintah memulai Giant Sea Wall. Ini adalah proyek lintas generasi. Yang dilindungi bukan hanya daratan, tetapi juga jutaan penduduk, pusat industri, jaringan logistik dan aset ekonomi nasional,” kata Anindya.
Kadin melihat ruang yang sangat besar bagi pembiayaan inovatif. APBN dapat menjadi katalis, sementara Danantara, BUMN, investor institusi dan swasta dapat berpartisipasi pada bagian proyek yang memiliki kelayakan komersial.
Load more