10 Pandangan Kadin Indonesia Menyambut Agenda Besar Presiden Prabowo, Sorot Fundamental Ekonomi hingga Mesin Investasi
- Kadin Indonesia
8. Kadin Sambut Pelibatan Swasta, Aset Negara Harus Lebih Produktif
Kadin menyambut positif rencana pemerintah memperluas keterlibatan swasta dalam pemanfaatan aset negara dan BUMN yang belum optimal. Tanah, gedung, jaringan, kawasan, bandara maupun fasilitas lainnya dapat dikerjasamakan melalui proses terbuka dan kompetitif tanpa harus melepaskan kepemilikan strategis negara.
Pemerintah melihat model monetisasi aset yang diterapkan sejumlah negara sebagai salah satu referensi. Swasta memperoleh kesempatan mengoperasikan atau mengembangkan aset, sementara kepemilikan tetap berada pada negara dan nilai ekonomi yang dihasilkan dapat digunakan untuk pembangunan berikutnya.
“Aset negara jangan dibiarkan tidur ketika masyarakat membutuhkan pekerjaan dan Indonesia membutuhkan investasi. Kalau sektor swasta dapat meningkatkan produktivitas aset tanpa negara kehilangan kepemilikan strategisnya, ini dapat menciptakan win-win solution,” ujar Anindya.
Swasta dapat membawa modal, teknologi, kemampuan manajerial, kreativitas dan jaringan pasar. Aset seperti bandara, misalnya, dapat dikembangkan secara terintegrasi dengan penerbangan, hotel, pariwisata, logistik dan kawasan komersial.
Kadin mendorong pemerintah menyiapkan pipeline aset yang transparan, valuasi independen, pembagian risiko yang proporsional, proses tender kompetitif serta kepastian kontrak jangka panjang.
Inilah salah satu wujud konkret Indonesia Incorporated: pemerintah menjaga kepentingan publik dan memberikan kepastian regulasi, BUMN dan Danantara menjadi katalis, sementara sektor swasta membawa investasi dan entrepreneurship. Hasil akhirnya harus berupa peningkatan produktivitas, pekerjaan dan penerimaan negara.
9. Dwikewarganegaraan Terbatas Bisa Mengubah Brain Drain Menjadi Brain Gain
Kadin menyambut positif usulan pemerintah membuka kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi diaspora dengan talenta istimewa yang dapat memberikan kontribusi strategis kepada Indonesia.
Diaspora Indonesia mencakup ilmuwan, dokter, insinyur, ahli kecerdasan buatan, peneliti, pengusaha, seniman, atlet dan profesional kelas dunia. Sebagian harus mengambil kewarganegaraan lain karena kebutuhan karier dan keluarga.
“Kompetisi antarnegara hari ini bukan hanya kompetisi mendapatkan modal, tetapi juga kompetisi mendapatkan the best brains and the best talents. Indonesia mempunyai diaspora luar biasa dan kita harus membuat mereka tetap menjadi bagian dari pembangunan Indonesia,” kata Anindya.
Keterhubungan diaspora dengan perekonomian nasional dapat mempercepat transfer teknologi, pengetahuan, jaringan internasional dan modal. Indonesia membutuhkan semakin banyak talenta kelas dunia untuk mempercepat industrialisasi dan transformasi digital.
Load more