10 Pandangan Kadin Indonesia Menyambut Agenda Besar Presiden Prabowo, Sorot Fundamental Ekonomi hingga Mesin Investasi
- Kadin Indonesia
“Kalau Indonesia mempunyai pangsa produksi yang besar, Indonesia juga harus mempunyai price discovery mechanism yang kredibel. Kita tidak cukup menjadi produsen. Indonesia harus naik kelas dalam rantai nilai perdagangan dunia,” kata Anindya.
Kadin memandang keberhasilan bursa akan sangat ditentukan oleh likuiditas dan kredibilitas. Bursa harus memiliki tata kelola berstandar internasional, infrastruktur perdagangan yang andal, biaya transaksi kompetitif serta partisipasi produsen dan pembeli global.
Peran OJK menjadi penting untuk menjamin integritas pasar. Pengawasan harus mempersempit ruang manipulasi, under-invoicing dan transaksi yang merugikan negara tanpa menciptakan tambahan birokrasi yang menghambat eksportir.
Prinsip yang didorong Kadin adalah transparansi yang semakin tinggi dengan birokrasi semakin sederhana. Dengan desain yang tepat, pemerintah memperoleh penerimaan dan devisa yang lebih optimal, sedangkan produsen mendapatkan pasar dan pembentukan harga yang lebih kredibel.
7. Belanja Rp4.097 Triliun Harus Terasa di Sekolah dan Puskesmas
Kadin menyambut komitmen pemerintah menggunakan kekuatan RAPBN 2027 untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan. Pemerintah akan merenovasi 10.000 puskesmas di 7.280 kecamatan, dengan kebutuhan perbaikan rata-rata sekitar Rp4 miliar per puskesmas, serta memperbaiki 514 laboratorium kesehatan masyarakat.
Pemerintah juga menargetkan seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan selesai direnovasi paling lambat 2029. Program tersebut akan dibarengi peningkatan digitalisasi pendidikan dan akses pembelajaran jarak jauh.
“Infrastruktur terpenting suatu negara bukan hanya jalan, pelabuhan dan bandara. Manusia adalah infrastruktur utama pembangunan. Sekolah yang baik dan pelayanan kesehatan yang baik akan menentukan produktivitas Indonesia dalam puluhan tahun mendatang,” kata Anindya.
Kadin melihat program renovasi tersebut juga memiliki efek ekonomi yang luas. Pembangunan ribuan fasilitas pendidikan dan kesehatan akan menggerakkan industri konstruksi, bahan bangunan, furnitur, alat kesehatan, teknologi pendidikan dan menciptakan pekerjaan di berbagai daerah.
Karena itu, Kadin mendorong keterlibatan pengusaha daerah, UMKM dan produk industri nasional sepanjang memenuhi standar kualitas dan harga yang kompetitif. Dengan demikian, belanja pemerintah memberikan manfaat ganda: kualitas pelayanan publik meningkat sekaligus ekonomi daerah bergerak.
Kadin mendukung pengadaan yang semakin terkonsolidasi, transparan dan efisien agar penghematan anggaran dapat dialihkan kembali untuk memperbaiki lebih banyak sekolah, puskesmas dan fasilitas publik.
Load more