10 Pandangan Kadin Indonesia Menyambut Agenda Besar Presiden Prabowo, Sorot Fundamental Ekonomi hingga Mesin Investasi
- Kadin Indonesia
Kadin mendorong agar kebijakan dirancang secara selektif, transparan dan berbasis kebutuhan strategis nasional. Bidang kesehatan, AI, semikonduktor, energi, bioteknologi, manufaktur maju, keuangan serta sektor teknologi lainnya dapat menjadi prioritas.
Tujuannya adalah mengubah brain drain menjadi brain circulation dan brain gain. Talenta Indonesia tidak harus memilih antara karier global dan tanah air. Kemampuan serta jaringan global mereka justru perlu dihubungkan dengan peluang investasi dan pembangunan di Indonesia.
10. Danantara dan DSI Bisa Menjadi Mesin Baru Investasi dan Industrialisasi
Kadin memandang Danantara Indonesia dan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) mempunyai peran strategis dalam transformasi ekonomi nasional. Danantara diarahkan menjadi instrumen untuk menyiapkan, mengembangkan dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang penting bagi Indonesia.
DSI, pada sisi lain, diarahkan untuk membantu memperkuat tata kelola sumber daya dan transaksi ekspor, termasuk mempersempit praktik under-invoicing dan transfer pricing yang dapat mengurangi penerimaan negara dan devisa.
“Kadin mendukung Danantara menjadi katalis, bukan bekerja sendirian. Kalau satu rupiah modal Danantara dapat menarik beberapa rupiah investasi swasta domestik maupun asing, daya ungkitnya terhadap perekonomian akan sangat besar,” kata Anindya.
Kadin mendorong Danantara memprioritaskan investasi dengan multiplier effect tinggi, antara lain hilirisasi, energi, infrastruktur, manufaktur maju, ketahanan pangan dan teknologi. Kemitraan dengan sektor swasta akan memungkinkan pembagian risiko sekaligus menjaga disiplin komersial proyek.
Kadin juga mendukung penguatan transparansi transaksi sumber daya alam melalui DSI. Namun, sistem tersebut perlu sepenuhnya digital, terintegrasi dan mudah digunakan agar pengawasan yang semakin kuat tidak menambah birokrasi bagi dunia usaha.
“Prinsipnya adalah more transparency, less bureaucracy. Kekayaan Indonesia harus menjadi modal Indonesia. Modal menjadi investasi, investasi membangun industri, industri menciptakan pekerjaan, dan pekerjaan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Itulah semangat Indonesia Incorporated yang ingin kita wujudkan bersama,” ujar Anin. (rpi)
Load more