Emas Dunia Dibayangi Geopolitik, Pengamat Prediksi Bisa Tembus US$4.572 per Troy Ounce
- Julio Trisaputra-tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia berpotensi bergerak dalam rentang US$4.186 hingga US$4.572 per troy ounce tergantung arah pergerakan pasar dan eskalasi geopolitik global.
Ibrahim mengatakan harga emas dunia pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level US$4.375 per troy ounce. Jika mengalami tekanan pada awal pekan, harga emas diperkirakan turun menuju US$4.279 pada Senin dan berpotensi mencapai US$4.186 dalam sepekan.
“Untuk harga emas dunia kemarin ditutup di US$4.375. Kemudian apabila harganya turun di hari Senin, kemungkinan di US$4.279. Kemudian dalam sepekan itu di US$4.186. Itu kalau seandainya harga emas dunia turun,” kata Ibrahim saat dihubungi tvOnenews.com, Minggu (16/8/2026).
Sebaliknya, apabila momentum penguatan berlanjut, emas diperkirakan dapat menembus US$4.479 per troy ounce pada perdagangan Senin. Dalam sepekan, level US$4.572 menjadi target resistance yang berpotensi diuji.
“Kemudian kalau harga emas dunia naik, di hari Senin kemungkinan di US$4.479 dolar per troy ounce. Kemudian dalam sepekan kalau seandainya menguat di US$4.572 dolar per troy ounce,” ujarnya.
Dengan proyeksi tersebut, Ibrahim memperkirakan emas dunia masih memiliki ruang pergerakan yang lebar sepanjang pekan depan. Level US$4.186 menjadi area support, sedangkan US$4.572 menjadi resistance.
“Jadi untuk harga emas dunia dalam pekan depan, satu minggu, kemungkinan besar ditransaksikan di US$4.186 dolar per troy ounce, kemudian resistance-nya di US$4.572 dolar per troy ounce,” kata Ibrahim.
Di luar faktor teknikal, risiko geopolitik menjadi salah satu katalis utama yang dapat mendorong harga emas lebih tinggi.
Ibrahim menilai eskalasi geopolitik, khususnya apabila terjadi gangguan pada jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz dan Laut Merah, dapat meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset aman.
“Kemudian di sisi lain pun juga kalau seandainya geopolitik memanas tanpa adanya blokade Selat Hormuz dan blokade Laut Merah, ini pun juga akan membuat harga emas dunia ini akan melonjak tinggi dan logam mulia pun juga akan naik karena pelemahan mata uang rupiah,” tuturnya.
Load more