Rupiah Terancam Tembus Rp18.000, Pengamat Soroti Risiko APBN 2027
- tvOnenews.com/Wildan M.
“Nah, kita melihat bahwa ada satu yang mungkin akan saya jadikan sebagai permasalahan yang kemungkinan di tahun 2027. Yang pertama adalah di APBN itu dipatok di level Rupiah itu dipatok di level Rp17.500. Dipatok di Rp17.500 yang sebelumnya itu di Rp16.500,” tuturnya.
“Nah, saya melihat bahwa ada kemungkinan besar di tahun 2026, di tahun 2027 Rupiah itu kemungkinan di atas Rp18.000,” lanjut Ibrahim.
Menurut Ibrahim, pelemahan rupiah yang berada di atas asumsi APBN dapat memberikan tekanan tambahan terhadap ruang fiskal pemerintah.
Pasalnya, depresiasi rupiah berpotensi meningkatkan beban anggaran, terutama ketika pemerintah harus memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan transaksi dalam valuta asing.
“Nah, artinya apa? Ini pun juga kalau seandainya rupiah masih di atas Rp17.500, ini kemungkinan besar akan membuat defisit anggaran walaupun sudah defisit anggaran tahun 2027 itu di 2,8 persen,” katanya.
“Tetapi kemungkinan besar akan lebih dari 2,86 persen apabila rupiah terus mengalami pelemahan,” tegas Ibrahim.
Selain rupiah, pergerakan indeks dolar AS juga diperkirakan masih menjadi sumber volatilitas pasar valuta asing pada pekan depan.
Ibrahim memperkirakan indeks dolar akan bergerak dalam rentang yang cukup lebar, mencerminkan masih tingginya ketidakpastian eksternal.
“US Dolar dalam perdagangan pekan depan, dalam satu minggu, kemungkinan besar ini akan cukup fluktuatifnya juga tinggi,” ujarnya.
“Di support-nya 99,00, kemudian resistance-nya di 101,90, bahkan akan menyentuh di resistance 102,00. Jadi kalau kita lihat bahwa Indeks Dolar ini di 99,00 dan 102,00,” pungkas Ibrahim. (agr/muu)
Load more