Rupiah Bisa Tembus Rp17.900 per Dolar AS Pekan Depan, Inflasi dan The Fed Jadi Penentu
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah, terutama apabila pelemahan nilai tukar meningkatkan biaya impor barang, termasuk pangan.
“Serta melemahnya mata uang rupiah dalam laporan perdagangan membuat biaya impor pangan menjadi lebih mahal,” ujar Ibrahim.
Dari eksternal, arah rupiah juga masih dibayangi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketidakpastian geopolitik berpotensi mengubah preferensi investor global dan mendorong pergerakan aset ke instrumen yang dianggap lebih aman.
Selain geopolitik, perhatian pasar juga tertuju pada Federal Reserve atau The Fed. Pelaku pasar akan mencermati pidato perdana Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mencari petunjuk mengenai perkembangan inflasi sekaligus arah kebijakan suku bunga AS.
Sinyal yang lebih hawkish dari The Fed berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Sebaliknya, sinyal pelonggaran kebijakan moneter AS dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih positif. (agr/rpi)
Load more