KEK Industropolis Batang Padukan Kawasan Industri dan Pesona Laut Jawa jadi Potensi Wisata, 10 Ribu Orang Tumpah
- KEK Industropolis
Jakarta, tvOnenews.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang berupaya mendorong pengembangan berbagai fasilitas yang bisa mendukung aktivitas masyarakat di tengah pertumbuhan kawasan industri.
Salah satu potensi yang dikembangkan adalah sektor pariwisata, seni, dan budaya. Hal itu tampak dari fasilitas Amphitheater KEK Industropolis Batang yang menawarkan panorama Laut Jawa.
Fasilitas ini juga dilengkapi helipad dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan publik maupun pertunjukan.
Pemanfaatan Amphitheater terlihat dalam Pagelaran Tari Nusantara yang menjadi puncak acara TENANT FESTA #2 yang diselenggarakan belum lama ini. Pertunjukan ini digelar secara gratis dan berhasil menarik lebih dari 10 ribu orang tumpah dalam satu kawasan.
Ribuan pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan pertunjukan budaya, tetapi juga menikmati suasana kawasan dengan latar panorama Laut Jawa.
Hal ini diklaim sebagai bukti bahwa perkembangan kawasan industri dapat berjalan beriringan dengan penyediaan ruang publik yang mendukung kegiatan seni dan budaya.
Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, menilai pemanfaatan Amphitheater menjadi salah satu bagian dari pengembangan kawasan.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut dapat memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan pengunjung.
“KEK Industropolis Batang tidak hanya menjadi kawasan untuk akitivitas industri, tetapi juga memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan," tuturnya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).
"Dengan adanya Amphitheater ini, kami ingin menjadi bagian dari pengalaman masyarakat ketika berkunjung ke kawasan, sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki KEK Industropolis Batang,” imbuhnya.
Pagelaran tersebut mengangkat tema "Seni, Tradisi, Budaya, Warisan untuk masa depan,” dengan menghadirkan sejumlah kesenian Nusantara.
Pertunjukan diisi Tari Kongkorongok, Tari Merak, Tari Mardika Nusantara, serta penampilan live Kusuma Wijaya oleh Pawestri.
Kegiatan tersebut turut melibatkan Sanggar Prastikasmara dan Subuh Batang. Perpaduan seni tari, musik, serta panorama kawasan yang berada di tepi Laut Jawa menciptakan suasana pertunjukan yang berbeda bagi pengunjung.
Keberadaan Amphitheater pun tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung aktivitas kawasan. Ruang terbuka tersebut juga menjadi titik berkumpul masyarakat sekaligus wadah untuk menghadirkan pertunjukan seni dan budaya di tengah perkembangan kawasan industri.
Pihak KEK mencatat, antusiasme lebih dari 10 ribu pengunjung menjadi gambaran bahwa pengembangan kawasan dapat berjalan bersama dengan penyediaan ruang sosial, seni, dan budaya.
Pertunjukan tersebut juga memperkenalkan kawasan KEK Industropolis Batang kepada masyarakat secara lebih luas.
Adanya berbagai aktivitas yang dapat digelar, Amphitheater KEK Industropolis Batang berpotensi menjadi salah satu ruang publik yang memperkuat daya tarik kawasan.
Fasilitas tersebut digadang dapat memberikan alternatif bagi masyarakat untuk menikmati pertunjukan budaya sekaligus panorama Laut Jawa.
Pengembangan ruang publik seperti Amphitheater juga menunjukkan upaya KEK Industropolis Batang membangun kawasan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan industri, tetapi turut membuka ruang bagi interaksi masyarakat, seni, budaya, dan pariwisata. (rpi)
Load more