News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Purbaya Bongkar Cara Bersihkan Pajak dan Bea Cukai, 5 Pegawai Bermasalah Bisa Langsung Ditindak

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap langkah membersihkan DJP dan DJBC, termasuk merombak pejabat dan menindak pegawai yang terbukti melanggar.
Kamis, 3 September 2026 - 15:30 WIB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk terus membenahi internal Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Purbaya memastikan pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak tegas. Ia bahkan mengaku telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah pejabat yang terindikasi melakukan tindakan yang tidak sesuai aturan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu langkah yang dilakukan Purbaya adalah membuat pemeringkatan terhadap pegawai yang paling dicurigai bermasalah dalam kasus tertentu di sektor perpajakan.

Purbaya Ranking Pegawai yang Dicurigai Bermasalah

Purbaya mengatakan pemetaan dilakukan untuk mengetahui pegawai yang diduga masih melakukan praktik bermasalah dalam pengelolaan pajak tertentu.

Dari pemetaan tersebut, ia membuat daftar lima pegawai yang dinilai paling besar kecurigaannya untuk kemudian ditindaklanjuti.

"Untuk beberapa kasus, misalnya saya lihat curiga, hal tertentu ya, mereka masih main, untuk pajak tertentu saya ranking 5 orang terbesar siapa yang dianggap main-main, terus mungkin 3 orang saya rumahkan. Itu memberi pesan ke pegawai pajak bahwa kita serius memperbaiki kualitas pengumpulan pajak," ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pesan kepada seluruh pegawai pajak bahwa pemerintah serius memperbaiki kualitas pengumpulan penerimaan negara.

Penindakan terhadap individu juga berjalan bersamaan dengan perubahan struktur organisasi di lingkungan DJP.

Pejabat Pajak Dirombak, Pegawai Dipindahkan

Purbaya mengungkapkan Kementerian Keuangan juga melakukan perombakan terhadap jajaran pejabat di berbagai tingkatan.

Perubahan tersebut mencakup pejabat eselon 2, eselon 3, hingga eselon 4. Pegawai yang dinilai memiliki kinerja kurang baik dapat dipindahkan ke daerah, sementara pegawai dengan kinerja baik ditempatkan di kantor-kantor pajak yang memiliki potensi penerimaan besar.

"Kan masyarakat sudah tahu sering bocor sana-sini. Misalnya saya periksa lah kira-kira pejabat mana yang sering mengerjakan hal-hal yang negatif, saya reorganize. Hampir semua orang pajak, eselon 2, eselon 3, eselon 4 saya kocok ulang, saya pindahin yang kurang baik ke daerah, yang baik ke pusat-pusat yang pengumpulan pajaknya besar, kantor-kantor pajak besar," paparnya.

Langkah reorganisasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembenahan internal untuk memperbaiki kinerja jajaran perpajakan sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara.

Bea Cukai Juga Dibersihkan

Pembenahan serupa dilakukan Purbaya di lingkungan DJBC. Ia menyebut reorganisasi juga dilakukan untuk memperbaiki struktur dan mengatasi pegawai yang dianggap bermasalah.

Selain itu, Purbaya menyatakan membuka akses bagi aparat penegak hukum untuk memproses pegawai DJP maupun DJBC yang terindikasi melakukan pelanggaran hukum.

Ia menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, dan Kejaksaan dapat memproses oknum yang melakukan kesalahan berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku.

"Di Bea Cukai juga sama, saya organize semua, yang kemarin dianggap mencurigakan sudah ditangkap KPK kan? Itu kan sebelumnya nggak bisa. Mungkin 10 atau 15 tahun terakhir orang pajak dan Bea Cukai itu aman karena polisi, kejaksaan, KPK juga nggak bisa masuk. Sekarang saya bebaskan, bukan saya bebaskan, saya bilang kalau ada kesalahan masuk saja, nanti diproses sesuai dengan faktanya secara balance, secara fair," terangnya.

Purbaya menegaskan proses hukum terhadap pegawai yang melakukan pelanggaran harus dilakukan berdasarkan fakta dan secara adil.

Penerimaan Pajak Tumbuh Hampir 30 Persen

Purbaya menilai pembenahan internal, reorganisasi pejabat, serta penindakan terhadap pegawai yang bermasalah mulai memberikan dampak terhadap kinerja penerimaan negara.

Ia mengatakan penerimaan pajak atau tax collection hingga akhir Juli 2026 tumbuh hampir 30 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Purbaya membandingkan capaian tersebut dengan pertumbuhan penerimaan pada tahun sebelumnya yang tercatat negatif.

"Tax collection kita sampai dengan akhir Juli tahun ini tumbuhnya hampir 30% dibanding tahun lalu. Tahun lalu itu tumbuhnya negatif. Jadi penerimaan kita kuat, nggak lemah. Ruang fiskal juga masih terbuka lebar, cukup kuat," tutur Purbaya.

Menurutnya, penerimaan pajak saat ini berada di atas perkiraan awal. Kondisi tersebut, kata Purbaya, dicapai tanpa menaikkan tarif pajak maupun menerapkan pajak baru.

"Memang penerimaan kita di atas perkiraan semula dan itu terjadi tanpa kenaikan tax rate, nggak ada saya naikkan tarif pajaknya, nggak ada pajak baru. Saya cukup perbaiki saja kinerja orang-orang pajak kita," ujarnya.

Purbaya menilai perbaikan kinerja pegawai menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong penerimaan pajak, seiring langkah pemerintah membenahi internal DJP dan DJBC serta menutup celah kebocoran dalam penerimaan negara.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Timnas Indonesia Kalah Telak? Singapura Sukses Undang 3 Negara Piala Dunia 2026 di FIFA Matchday November

Timnas Indonesia Kalah Telak? Singapura Sukses Undang 3 Negara Piala Dunia 2026 di FIFA Matchday November

Brasil dan Paraguay dipastikan tampil di Singapura pada FIFA Matchday November 2026. Timnas Indonesia pun harus mencari lawan lain jelang Piala Asia 2027.
662 iPhone dan 1 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Bengkalis, Nilainya Hampir Rp6 Miliar

662 iPhone dan 1 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Bengkalis, Nilainya Hampir Rp6 Miliar

Bea Cukai Bengkalis memusnahkan ratusan telepon seluler bekas hingga lebih dari satu juta batang rokok ilegal. Total nilai Barang yang Menjadi Milik Negara atau BMMN yang dimusnahkan mencapai Rp5.991.892.259 atau hampir Rp6 miliar.
Polisi Amankan Dua Pria Bawa Obat Keras Ilegal di Taman Sari Jakbar, Dua Pemasok Diburu

Polisi Amankan Dua Pria Bawa Obat Keras Ilegal di Taman Sari Jakbar, Dua Pemasok Diburu

Polsek Metro Tamansari mengamankan dua pria yang didapati membawa obat keras ilegal di kawasan Jalan Gajah Mada, Kelurahan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, pada Rabu (2/9).
Di Forum EEF, Presiden Prabowo Tegaskan Pertumbuhan Harus Diukur dari Meja Makan Keluarga Biasa

Di Forum EEF, Presiden Prabowo Tegaskan Pertumbuhan Harus Diukur dari Meja Makan Keluarga Biasa

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak boleh sekadar mengejar angka tinggi. 
Percepat Penanganan Karhutla Gunung Semeru, BPBD Jatim Mulai Operasikan Helikopter Water Bombing

Percepat Penanganan Karhutla Gunung Semeru, BPBD Jatim Mulai Operasikan Helikopter Water Bombing

Tim BPBD Jatim bersama petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang.
Perjalanan Megawati Hangestri, dari Pecinta Sepak Bola hingga Pevoli yang Digaji Lebih Rp2 Miliar di Hyundai Hillstate

Perjalanan Megawati Hangestri, dari Pecinta Sepak Bola hingga Pevoli yang Digaji Lebih Rp2 Miliar di Hyundai Hillstate

Berikut rekaman perjalanan masa kecil hingga jejak karier Megawati Hangestri Pertiwi yang sekarang membela klub voli andalan Korea Selatan, Hyundai Hillstate.

Trending

Gaji Megawati Hangestri Jauh Lebih Kecil dari Jordan Wilson di Hillstate? Ini Detailnya

Gaji Megawati Hangestri Jauh Lebih Kecil dari Jordan Wilson di Hillstate? Ini Detailnya

Meskipun akan jalani tahun ketiganya di liga voli Korea, namun gaji Megawati Hangestri di Hillstate ternyata masih jauh lebih kecil ketimbang Jordan Wilson.
80 Siswa di Sidoarjo Masih Dirawat Akibat Keracunan MBG, Ini Respons BGN

80 Siswa di Sidoarjo Masih Dirawat Akibat Keracunan MBG, Ini Respons BGN

Sebanyak 80 siswa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua sekolah di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Sosok Diduga Prajurit Berseragam Dinas Hadir di Miss Transpuan Bangkok, Mabes TNI: Kami Cek

Sosok Diduga Prajurit Berseragam Dinas Hadir di Miss Transpuan Bangkok, Mabes TNI: Kami Cek

Sosok diduga prajurit TNI berseragam dinas hadir di sebuah kontes kecantikan khusus transpuan di Bangkok, Thailand. Markas Besar TNI masih melakukan pengecekan internal. 
Timnas Indonesia U-20 Tak Wajib Menang atas Laos? Begini Skenario Lolos ke Piala Asia U-20 2027

Timnas Indonesia U-20 Tak Wajib Menang atas Laos? Begini Skenario Lolos ke Piala Asia U-20 2027

Timnas Indonesia U-20 akan kembali tampil di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 pada Kamis (3/9/2026) malam ini WIB. Mereka akan menghadapi Laos yang notabenenya adalah tuan rumah.
Prabowo di Hadapan Putin: Saya Membayar Utang dengan Hadir di Vladivostok Sekarang

Prabowo di Hadapan Putin: Saya Membayar Utang dengan Hadir di Vladivostok Sekarang

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan Indonesia-Rusia saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Jawaban Berkelas Megawati Hangestri usai Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Jawaban Berkelas Megawati Hangestri usai Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Megawati Hangestri mendapat julukan baru dari media Korea Selatan setelah bergabung dengan Hyundai Hillstate. Dijuluki “Kim Yeon-koung Indonesia”, Megatron.
Telusuri Penyelundupan ke China, Bareskrim Polri Geledah Toko Emas di Cikini

Telusuri Penyelundupan ke China, Bareskrim Polri Geledah Toko Emas di Cikini

Tim Dittipidter Bareskrim Polri menggeledah sebuah toko emas yang diduga terlibat dalam kasus penyelundupan emas ilegal ke wilayah China. Penggeledahan ini dilakukan wilayah Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu (2/9/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT