News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bea Cukai Sita Barang Rp11,25 Triliun hingga Agustus 2026, Rokok Ilegal Mendominasi

Bea Cukai mencatat 20.643 penindakan hingga Agustus 2026 dengan nilai barang Rp11,25 triliun. Rokok ilegal menjadi kasus terbanyak.
Senin, 7 September 2026 - 19:05 WIB
Rokok Ilegal
Sumber :
  • IST

Jakarta, tvOnenews.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mencatat telah melakukan 20.643 penindakan hingga Agustus 2026. Dari seluruh penindakan tersebut, total nilai barang yang diamankan mencapai Rp11,25 triliun.

Mayoritas penindakan yang dilakukan Bea Cukai masih berkaitan dengan peredaran rokok ilegal. Pengawasan juga dilakukan terhadap kegiatan ekspor dan impor hingga peredaran narkotika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pengawasan yang dilakukan secara intensif oleh DJBC bersama aparat penegak hukum lainnya.

"Hingga Agustus 2026, DJBC telah melakukan 20.643 penindakan dengan total nilai barang sebesar Rp11,25 triliun," kata Djaka dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Rokok Ilegal Jadi Penindakan Terbanyak

Dari total penindakan tersebut, sektor rokok ilegal menjadi penyumbang terbesar. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Bea Cukai telah melakukan 12.617 penindakan terkait rokok ilegal.

Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan sebanyak 1,123 miliar batang rokok ilegal.

Jumlah tersebut sudah mendekati capaian penindakan sepanjang 2025. Pada tahun lalu, Bea Cukai mencatat 20.102 penindakan dengan barang bukti sebanyak 1,404 miliar batang rokok ilegal.

Data tersebut menunjukkan bahwa penindakan terhadap rokok ilegal menjadi salah satu fokus utama pengawasan DJBC sepanjang 2026.

Pengawasan dilakukan untuk menekan peredaran barang kena cukai ilegal yang masih ditemukan di lapangan.

Impor Jadi Salah Satu Sektor dengan Penindakan Terbesar

Selain rokok ilegal, DJBC juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas ekspor dan impor.

Hingga Agustus 2026, Bea Cukai mencatat terdapat 325 kasus penindakan pada sektor ekspor. Nilai barang yang diamankan dari penindakan tersebut mencapai Rp1,82 triliun.

Sementara itu, penindakan pada sektor impor tercatat jauh lebih banyak.

DJBC mencatat 6.309 penindakan pada sektor impor hingga Agustus 2026. Nilai barang yang diamankan dari berbagai penindakan tersebut mencapai Rp6,93 triliun.

Pengawasan terhadap kegiatan ekspor dan impor tersebut menjadi bagian dari upaya DJBC dalam menjalankan fungsi pengawasan di bidang kepabeanan.

Bea Cukai Amankan 11,43 Ton Narkotika

Penindakan Bea Cukai hingga Agustus 2026 juga mencakup pengawasan terhadap peredaran narkotika.

Djaka mengatakan DJBC berhasil mengamankan barang bukti narkotika dengan total berat mencapai 11,43 ton sepanjang periode tersebut.

"Sementara itu, pada penindakan narkotika hingga Agustus 2026, DJBC telah mengamankan 11,43 ton barang bukti," ujar Djaka.

Jumlah tersebut menjadi bagian dari keseluruhan hasil pengawasan dan penindakan yang dilakukan DJBC selama Januari hingga Agustus 2026.

Pengawasan terhadap narkotika terus dilakukan untuk mencegah masuk maupun beredarnya barang terlarang tersebut.

Pengawasan Dilakukan Bersama Aparat Penegak Hukum

Djaka menegaskan capaian penindakan Bea Cukai hingga Agustus 2026 tidak terlepas dari kolaborasi dengan berbagai aparat penegak hukum.

Kerja sama tersebut dilakukan dalam pelaksanaan pengawasan maupun penindakan di lapangan. Kolaborasi menjadi salah satu bagian penting dalam upaya DJBC mengawasi berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kepabeanan dan cukai.

Secara keseluruhan, hingga Agustus 2026 DJBC telah mencatat 20.643 penindakan dengan total nilai barang yang diamankan mencapai Rp11,25 triliun.

Dari jumlah tersebut, penindakan rokok ilegal mencapai 12.617 kasus dengan barang bukti 1,123 miliar batang. Di sisi lain, pengawasan ekspor mencatat 325 kasus dengan nilai barang Rp1,82 triliun, sedangkan sektor impor mencapai 6.309 penindakan dengan nilai barang Rp6,93 triliun.

Sementara itu, penindakan narkotika hingga Agustus 2026 menghasilkan barang bukti dengan total berat 11,43 ton.

DJBC menyatakan seluruh capaian tersebut merupakan hasil pengawasan intensif yang dilakukan bersama berbagai aparat penegak hukum dalam rangka memperkuat pengawasan dan penindakan di lapangan.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Keberangkatan Tim Indonesia Cabor Basket dan Anggar ke Asian Games 2026 Dialihkan

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Keberangkatan Tim Indonesia Cabor Basket dan Anggar ke Asian Games 2026 Dialihkan

Dengan sejumlah penerbangan terdampak, Chief de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu memastikan para atlet dan ofisial tetap berangkat ke Jepang melalui sejumlah rute alternatif.
Beras SPHP Punya Nama Baru, Pemerintah Luncurkan Beras Kita 20 Oktober 2026

Beras SPHP Punya Nama Baru, Pemerintah Luncurkan Beras Kita 20 Oktober 2026

Beras SPHP resmi berganti nama menjadi Beras Kita Medium dan mulai dijual 20 Oktober 2026. Kemasan lama tetap dipasarkan hingga stok habis.
Kejagung Tetapkan PT TPL Jadi Tersangka Korporasi, Diduga Manipulasi HS Code dalam Kasus Transfer Pricing

Kejagung Tetapkan PT TPL Jadi Tersangka Korporasi, Diduga Manipulasi HS Code dalam Kasus Transfer Pricing

Kejagung menetapkan PT Toba Pulp Lestari sebagai tersangka korporasi dalam kasus transfer pricing dan under invoicing periode 2008-2025.
Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah di NTT Segera Gunakan Bantuan Presiden untuk Penanganan Pascagempa

Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah di NTT Segera Gunakan Bantuan Presiden untuk Penanganan Pascagempa

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian memberikan instruksi kepada para kepala daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk segera mengalokasikan bantuan dari Presiden dalam proses pemulihan pascagempa. 
Jangan Langsung Disapu! Begini Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di Rumah

Jangan Langsung Disapu! Begini Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di Rumah

Dokter mengingatkan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang belakangan ini sebagiannya telah masuk ke area rumah tidak perlu disapu karena berbahaya.
Thailand Menang Dramatis atas Korea Selatan, 2 Kemenangan Jadi Modal ke Babak Berikutnya di AVC Men Asian Continental Championship 2026

Thailand Menang Dramatis atas Korea Selatan, 2 Kemenangan Jadi Modal ke Babak Berikutnya di AVC Men Asian Continental Championship 2026

Tampil di laga kedua Grup C, Thailand harus melewati pertarungan sengit selama lima set sebelum akhirnya mengunci kemenangan 3-2 dengan skor 25-18, 25-16, 20-25, 22-25, dan 15-12. 

Trending

Pamer Hasil Make Up Sendiri, Megawati Hangestri Dipuji Skuad Hillstate: Kamu Cantik Sekali

Pamer Hasil Make Up Sendiri, Megawati Hangestri Dipuji Skuad Hillstate: Kamu Cantik Sekali

Megawati Hangestri dipuji skuad Hyundai Hillstate setelah memamerkan hasil make up-nya sendiri saat momen photo shoot di Suwon Gymnasium beberapa waktu lalu.
Hyundai Hillstate Ternyata Sempat Ragukan Megawati Hangestri, Orang Dalam: Banyak Kekhawatiran

Hyundai Hillstate Ternyata Sempat Ragukan Megawati Hangestri, Orang Dalam: Banyak Kekhawatiran

Hyundai Hillstate ternyata sempat ragu merekrut Megawati Hangestri. Orang dalam mengungkap banyak kekhawatiran soal kondisi sang pevoli Indonesia.
LHKPN Tim 9 Jadi Sorotan, KPK Diminta Aktif Telusuri Aset Pejabat

LHKPN Tim 9 Jadi Sorotan, KPK Diminta Aktif Telusuri Aset Pejabat

Peranan Tim 9 Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam penanganan dugaan kasus TPPU eks Jampidsus, Febrie Adriansyah turut disorot berbagai pihak.
Tak Tahan dengan Tekanan Hidup hingga Bullying Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Tinggalkan Autobiografi hingga Donasi

Tak Tahan dengan Tekanan Hidup hingga Bullying Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Tinggalkan Autobiografi hingga Donasi

Sebuah akun media sosial X dengan display name Stewie mengunggah sebuah postingan tentang dirinya yang mungkin telah meninggal dunia saat tweet tersebut muncul.
Bupati Masinton Sebut Sikap Politik DPRD Tapteng Primitif, Hambat Percepatan Penanganan Bencana

Bupati Masinton Sebut Sikap Politik DPRD Tapteng Primitif, Hambat Percepatan Penanganan Bencana

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu menanggapi santai terkait tidak harmonisnya hubungannya dengan DPRD Tapteng pascabencana.
Kumpulan Fakta Kematian Fajar Sahrudin yang Viral di X, Jenazahnya Ditemukan Sudah Membiru di GBK

Kumpulan Fakta Kematian Fajar Sahrudin yang Viral di X, Jenazahnya Ditemukan Sudah Membiru di GBK

Fajar Sahrudin diduga mengambil keputusan tragis tersebut di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, setelah mengunggah pesan perpisahan serta autobiografi.
Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mereda, PVMBG Imbau Warga Tetap Waspada: Bukan Sepenuhnya Berhenti

Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mereda, PVMBG Imbau Warga Tetap Waspada: Bukan Sepenuhnya Berhenti

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini terpantau mengalami penurunan. Kepala Pos PVMBG Hargo Pancuran melaporkan aktivitas vulkanik mulai mereda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT