Purbaya Siapkan Jurus Baru Bereskan Utang Whoosh, SMV Kemenkeu Bakal Jadi Penanggung
- Antara
Selain keuntungan tersebut, perusahaan juga disebut masih memiliki potensi memperoleh keuntungan dari kegiatan operasionalnya.
"Nggak, sudah ada uangnya. Sudah ada juga. Kan kalau SMV, let's say satu perusahaan SMV aja, keuntungannya berapa sekarang? Rp3 triliun, Rp4 triliun setahun. Ditambah dengan operasionalnya sendiri, mungkin dapat Rp800 miliar keuntungannya," jelas Purbaya.
Berdasarkan kemampuan keuangan tersebut, Purbaya menilai SMV memiliki kapasitas untuk menangani kewajiban utang yang ada saat ini.
Meski demikian, pemerintah tetap akan melakukan penghitungan lebih lanjut sebelum menentukan perusahaan dan skema yang akan digunakan untuk menangani utang Whoosh.
"Cukuplah untuk bayar utang yang ada sekarang. Nanti kita hitung. Yang jelas kami nggak bayar, kami nggak bayar ke Danantara untuk penyerahan ini," tegas Purbaya.
Perusahaan Penanggung Utang Belum Ditentukan
Purbaya mengatakan pemerintah belum menentukan SMV yang akan diberikan tugas untuk menangani kewajiban utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Penentuan tersebut masih akan dilakukan setelah pemerintah melakukan penghitungan terkait kewajiban yang ada. Pemerintah juga akan menentukan perusahaan yang dinilai tepat untuk menjalankan tugas tersebut.
Dengan rencana penyerahan yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan September 2026, Kemenkeu selanjutnya akan menghitung kewajiban utang Whoosh dan menentukan mekanisme penanganannya melalui SMV.
Purbaya kembali memastikan proses penyerahan tersebut tidak membuat Kemenkeu harus membayar kepada Danantara. Sementara kewajiban pembayaran utang pada tahun-tahun berikutnya akan ditangani oleh perusahaan di bawah Kemenkeu yang nantinya ditunjuk.
Load more