Hadapi Geopolitik dan Era AI, Kadin Paparkan Strategi untuk Masa Depan Industri Tambang Indonesia
- Kadin
MIND ID saat ini mengembangkan sejumlah pemanfaatan AI. Teknologi tersebut antara lain digunakan untuk mendukung keselamatan kerja, memantau kondisi peralatan, dan meningkatkan efisiensi proses produksi.
Arah transformasi tersebut sejalan dengan pemetaan McKinsey & Company yang melihat sumber pertumbuhan industri pertambangan mulai bergeser.
Pertumbuhan tidak lagi hanya bergantung pada peningkatan volume produksi, tetapi juga penciptaan nilai melalui mineral kritis, teknologi, dan efisiensi operasional.
Dalam sesi From Volume to Value: Winning the Next Decade of Metals & Mining, Partner McKinsey & Company Yanto dan Associate Partner Narendra Adoe membahas perubahan sumber pertumbuhan industri mineral global.
Perubahan tersebut mencakup pergeseran perhatian dari mineral fundamental menuju mineral kritis yang membutuhkan teknologi dan kemampuan pengolahan baru.
Yanto mengatakan mineral fundamental seperti batu bara, tembaga, dan bijih besi masih memiliki peran penting.
Namun, mineral kritis diperkirakan menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru karena dibutuhkan dalam pengembangan berbagai teknologi.
“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Untuk mineral yang sudah menjadi kekuatan kita, operational excellence menjadi kunci untuk menjaga daya saing secara fundamental. Di saat yang sama, kita perlu berinvestasi pada teknologi hilirisasi yang kompetitif agar Indonesia dapat menangkap nilai yang lebih besar dari lonjakan permintaan critical minerals, baik untuk transisi energi, AI, data center, maupun kebutuhan teknologi masa depan lainnya,” ujarnya.
Kemudian, Narendra Adoe jugfa menilai Indonesia memiliki modal kuat berupa kekayaan mineral serta basis industri hulu dan midstream. Meski demikian, peluang untuk meningkatkan nilai tambah masih terbuka di berbagai tahapan rantai industri.
“Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas perannya di sepanjang rantai nilai, termasuk pada mineral kritis yang saat ini kapasitas pengolahan di hilir masih didominasi oleh negara lain” ujarnya.
Pembahasan mengenai teknologi juga berlanjut dalam sesi AI-led Innovation in Mining and Metals. Sesi tersebut menghadirkan Associate Partner McKinsey & Company Vivek Jha dan CTO Google Cloud Indonesia Sai Prasad Kolluri.
Keduanya membahas penerapan AI di sektor pertambangan untuk mendorong produktivitas dan efisiensi. AI juga dinilai dapat mendukung peningkatan kualitas pengambilan keputusan dalam operasional industri pertambangan.
Load more