Presiden Prabowo Dijadwalkan Bicara di Dua Sesi Utama KTT ke-18 BRICS India
- YouTube Setpres
Jakarta, tvOnenews.com — Presiden RI Prabowo Subianto mendapat panggung strategis untuk membawa kepentingan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di New Delhi, India, 12-13 September 2026.
Prabowo dijadwalkan menyampaikan pandangan pemerintah Indonesia dalam dua sesi utama KTT BRICS. Forum pertama digelar secara tertutup khusus bagi negara anggota BRICS, sedangkan forum kedua mempertemukan negara anggota dengan negara mitra.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, dua forum tersebut menjadi ruang bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan mengenai arah tata kelola global hingga agenda pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
“Presiden Prabowo diagendakan akan menyampaikan pandangan Pemerintah RI pada dua sesi utama KTT BRICS, yakni sesi yang dikhususkan bagi negara anggota BRICS dan sesi kedua yang terbuka bagi negara anggota dan mitra BRICS,” kata Susiwijono dalam keterangan resmi, Sabtu (12/9/2026).
Sesi tertutup mengangkat tema ‘Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism’. Sementara sesi terbuka mengusung tema ‘Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth’.
Dua tema tersebut menempatkan BRICS bukan sekadar sebagai forum kerja sama ekonomi, tetapi juga sebagai salah satu wadah negara-negara berkembang untuk mendorong perubahan dalam tata kelola global.
Agenda tersebut menjadi semakin strategis bagi Indonesia yang resmi berstatus sebagai anggota penuh BRICS sejak 1 Januari 2025.
KTT BRICS 2026 berlangsung di bawah keketuaan India. Pertemuan digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, lokasi yang sebelumnya menjadi tempat penyelenggaraan KTT G20 pada 2023.
Susiwijono menyebut sejumlah isu besar akan menjadi pembahasan selama keketuaan India. Mulai dari pengembangan kerangka institusional BRICS, perdagangan dan perekonomian, keuangan internasional, perdamaian dan keamanan, energi, ketahanan pangan, digitalisasi dan teknologi, hingga perubahan iklim serta lingkungan.
“Beberapa substansi kunci akan didiskusikan dalam Keketuaan BRICS India 2026, mulai dari topik pengembangan kerangka institusional BRICS, perekonomian dan perdagangan, keuangan internasional, perdamaian dan keamanan, energi, ketahanan pangan dan pertanian, digitalisasi dan teknologi, hingga perubahan iklim dan lingkungan,” ucap Susiwijono.
Di sektor ekonomi, salah satu isu yang dibawa ke meja pembahasan adalah reformasi lembaga-lembaga multilateral, termasuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia.
Pembahasan juga mencakup penguatan kerja sama keuangan antarnegara BRICS, termasuk mekanisme Local Currency Settlement (LCS). Selain itu, negara-negara anggota akan membahas penguatan rantai pasok global serta sistem perdagangan yang terbuka, inklusif, transparan, dan berbasis aturan.
Dengan demikian, forum BRICS menjadi salah satu arena penting bagi Indonesia untuk memperjuangkan kepentingannya di tengah perubahan konfigurasi ekonomi dan geopolitik dunia.
BRICS yang pada awalnya beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan terus mengalami perluasan.
Pada 2024, keanggotaan diperluas dengan masuknya Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab. Indonesia kemudian resmi bergabung sebagai anggota penuh pada 1 Januari 2025.
BRICS juga membentuk kelompok negara mitra yang mencakup Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.
KTT ke-18 BRICS di New Delhi pun mempertemukan sejumlah pemimpin negara besar, di antaranya Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, serta Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Di tengah forum tersebut, Prabowo tidak datang seorang diri. Sejumlah pejabat strategis mendampinginya, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Turut mendampingi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dan Wakil Menteri Keuangan. Dari kalangan dunia usaha, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie beserta jajaran juga masuk dalam rombongan. (agr)
Load more