25 Merek Beras Fortifikasi Kena Sanksi, Kandungan Gizi Tak Sesuai Label
- Dok. Kementan
Penambahan tersebut dilakukan menggunakan teknologi tertentu untuk membantu mengembalikan nutrisi yang hilang selama proses pengolahan maupun untuk mengatasi persoalan gizi pada wilayah atau kelompok tertentu.
"Beras fortifikasi itu beras biasa, tapi dia sudah ditambahkan zat gizi mikro yang esensial, yang dinilai memang dibutuhkan dengan teknologi modern," jelas Tara pada Jumat, 18 September 2026.
Beras fortifikasi kemudian dapat menjadi salah satu media untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien dalam konsumsi sehari-hari.
Sejumlah zat gizi yang ditambahkan, seperti zat besi dan asam folat, memiliki peran penting bagi tubuh. Nutrisi tersebut antara lain dibutuhkan untuk membantu mencegah anemia defisiensi besi dan mendukung proses pembentukan sel darah merah.
Fortifikasi juga dinilai dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk ibu hamil dan remaja putri.
"Fortifikasi juga dapat memberikan manfaat bagi kelompok tertentu, seperti ibu hamil dan remaja putri yang membutuhkan zat besi. Selain itu, zat gizi seperti zat besi dan vitamin B juga dapat menjadi bagian dari dukungan pemenuhan gizi untuk membantu mencegah stunting," jelasnya.
Konsumen Diminta Teliti Sebelum Membeli
Meski memiliki manfaat sebagai salah satu sumber tambahan mikronutrien, beras fortifikasi tetap bukan pengganti pola makan bergizi seimbang.
Masyarakat juga tidak disarankan mengaitkan perubahan kondisi beras atau nasi hanya dengan proses fortifikasi. Kondisi produk dapat dipengaruhi berbagai faktor lain, termasuk penyimpanan, kelembapan udara, kontaminasi, hingga kondisi nasi setelah matang.
"Karena itu, perubahan kondisi beras atau nasi tidak serta-merta bisa dikaitkan dengan proses tersebut. Kondisinya juga dapat dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti penyimpanan, kelembapan udara, kontaminasi, hingga kondisi nasi ketika sudah matang," kata Tara.
Masyarakat yang hendak membeli beras fortifikasi diimbau lebih teliti terhadap informasi yang tercantum pada kemasan.
Beberapa hal yang perlu diperiksa konsumen antara lain informasi nilai gizi, komposisi keseluruhan produk, kelengkapan izin edar, serta label SNI.
Selain informasi pada kemasan, kondisi fisik kemasan juga perlu diperhatikan sebelum produk beras fortifikasi dibeli dan dikonsumsi.
Load more