News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat

Peningkatan kapasitas pelabuhan peti kemas perlu diikuti penguatan simpul logistik di sisi darat, agar percepatan bongkar muat tidak justru memindahkan titik hambatan ke rantai distribusi berikutnya.
Kamis, 24 September 2026 - 12:24 WIB
Kapasitas Pelabuhan Naik
Sumber :
  • tim tvone - tim tvone

Surabaya, tvOnenews.com - Peningkatan kapasitas pelabuhan peti kemas perlu diikuti penguatan simpul logistik di sisi darat. Hal ini perlu dilakukan agar percepatan bongkar muat tidak justru memindahkan titik hambatan ke rantai distribusi berikutnya.

Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM, Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik. Menurutnya, peningkatan layanan logistik tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga integrasi data, kapasitas sumber daya manusia, dan dukungan regulasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pakar manajemen logistik dan rantai pasok itu mengatakan volume arus peti kemas nasional mengalami pertumbuhan positif dalam lima tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat penguatan kapasitas dan keterhubungan antarsimpul menjadi semakin penting. 

“Hambatan pada satu simpul akan berdampak pada simpul lainnya,” ujar saat dihubungi Jumat (11/9).

Karena itu, Kuncoro mendorong integrasi data antara terminal, perusahaan pelayaran, depo, trucking, kawasan industri, dan pemerintah. Pemanfaatan National Logistics Ecosystem (NLE) juga perlu terus dioptimalkan agar pergerakan informasi dapat mengikuti bahkan mendahului pergerakan barang.

“Yang diidealkan itu aliran informasi mestinya setiap saat bahkan kalau bisa mendahului aliran barang,” katanya.

Selain integrasi sistem informasi, Kuncoro menilai pengembangan angkutan barang berbasis kereta api perlu diperkuat sebagai alternatif distribusi menuju pelabuhan. Pengembangan moda tersebut juga dapat mendukung upaya penanganan kendaraan over dimension over load (ODOL) di jalur darat.

Pandangan mengenai pentingnya keterhubungan antarsimpul juga disampaikan praktisi kepelabuhanan serta logistik dari Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti, Wahyono Bimarso. Menurutnya, kemampuan terminal peti kemas di Indonesia pada dasarnya sudah semakin baik dan memenuhi standar internasional. Namun, peningkatan produktivitas di dalam terminal tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak diikuti kesiapan fasilitas setelah kontainer keluar dari pelabuhan.

"Terminal peti kemas kita sebenarnya sudah berstandar internasional. Persoalan utama justru muncul setelah kontainer keluar dari pelabuhan. Kecepatan bongkar muat tidak akan berdampak maksimal apabila depo, gudang, jalan, dan sistem distribusi di sisi darat tidak berkembang dengan kecepatan yang sama,” ujar Wahyono saat dihubungi Rabu (9/9). 

Pria yang juga Kaprodi Teknik Kelautan ITL Trisakti ini mencontohkan kondisi di Merauke. Meskipun fasilitas pelabuhan dinilai sudah memadai, keterbatasan lapangan penumpukan dan gudang di belakang pelabuhan masih menjadi persoalan.

"Pelabuhannya sudah bagus, peralatannya lengkap, tetapi dari sana belum ada lapangan penumpukan atau gudang di belakang pelabuhan," katanya.

Menurut Wahyono, kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas terminal perlu direncanakan bersama dengan kesiapan simpul logistik lainnya. Jika tidak, antrean dan kepadatan berpotensi berpindah dari terminal menuju depo, trucking, gudang maupun jaringan jalan.

Dari sisi pelayaran, peningkatan kapasitas dan produktivitas terminal tetap dinilai penting untuk mendukung efisiensi operasional kapal. Ketua DPC INSA Semarang, Hari Ratmoko, mengatakan produktivitas terminal peti kemas saat ini sebenarnya sudah cukup baik. Namun, peningkatan kapasitas dermaga dan kedalaman alur tetap diperlukan untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik kapal.

“Semakin lancar bongkar muat, maka akan semakin efisien dan efektif waktunya dan shipping line akan senang. Waktu sandar di Pelabuhan Tanjung Emas cepat, bongkar cepat, memuat cepat dan bisa menuju ke pelabuhan berikutnya sesuai schedule,” ujarnya.

Peningkatan produktivitas di terminal harus berjalan beriringan dengan kesiapan fasilitas penyangga di luar terminal. Dalam konteks tersebut, depo kontainer memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok.

“Depo kontainer itu cukup punya peran penting dalam supply chain,” katanya. 

Depo tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan kontainer kosong, tetapi juga dapat menjadi buffer ketika lapangan penumpukan di dalam pelabuhan mulai mengalami kepadatan.

Sementara, Ketua DPC Aptrindo Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Supriyono, mengatakan kondisi pada awal semester II 2026 di sisi darat Pelabuhan Tanjung Emas Semarang saat ini relatif lancar. Perputaran truk tidak lagi menghadapi kepadatan seperti pada awal tahun.

“Sekarang sudah lancar untuk perputaran truk di Pelabuhan Tanjung Emas. Tidak ada kendala lagi karena kondisi yard di pelabuhan juga tidak sepadat di awal-awal tahun,” katanya, Kamis (10/9). 

Meski demikian, menurut Supriyono, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi untuk menjaga kelancaran operasional. Salah satunya perubahan jadwal kapal yang dapat membuat truk harus menunggu lebih lama. Begitu pula dengan implementasi Terminal Booking System (TBS) yang masih bisa dioptimalkan terkait ketersediaan slot kendaraan. Aptrindo turut mendorong agar depo kontainer di Semarang dapat beroperasi selama 24 jam sehingga pergerakan kontainer dapat lebih fleksibel dan antrean kendaraan dapat ditekan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kelancaran terminal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan alat bongkar muat, tetapi juga oleh koordinasi jadwal kapal, ketersediaan slot kendaraan, serta kesiapan fasilitas setelah kontainer meninggalkan terminal.

Persoalan kesiapan simpul darat terjadi di kawasan timur Indonesia. Kepala Cabang PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Merauke, Puji Hermoko, mengatakan kebutuhan paling mendesak di wilayah tersebut adalah keberadaan depo kontainer di luar kawasan pelabuhan sebagai fasilitas penyangga.

“Kontainer harus bisa keluar, dalam arti harus ada backup depo di luar karena Merauke 100% deponya di dalam,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (6/9). 

Menurut Puji, keterbatasan ruang penumpukan berdampak pada meningkatnya biaya logistik. SPIL beberapa kali menurunkan muatan di Timika sebelum kemudian digabungkan dengan kapal lain menuju Merauke. Selain menambah biaya dan memperpanjang rantai distribusi, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko terhadap komoditas, khususnya muatan pangan.

“Harapan kami, ada kebijakan dari Pemda maupun Pemprov sehingga kami bisa membuat depo di luar,” katanya.

Kebutuhan penguatan simpul logistik di Merauke juga menjadi perhatian pengelola TPK Merauke. Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, mengatakan pihaknya menyiapkan revitalisasi lapangan penumpukan seluas 1,4 hektare untuk meningkatkan kapasitas pelayanan peti kemas.

Revitalisasi tersebut mencakup perbaikan infrastruktur, penguatan akses, serta penambahan peralatan bongkar muat berupa rubber tyred gantry crane (RTG). Pekerjaan tersebut saat ini masih dalam proses lelang di kantor pusat.

“Pekerjaan revitalisasi itu nanti luasannya 1,4 hektare yang mau diperbaiki. Untuk penguatan, perbaikan akses, pembuatan jalur alat RTG. Dengan adanya RTG itu, kami berharap kapasitas bertambah ke atas,” ujar Rasul saat dihubungi, Rabu (3/9). 

Selain revitalisasi, Rasul menilai keberadaan depo di luar kawasan pelabuhan diperlukan agar aktivitas penumpukan tidak membebani ruang operasional terminal. Namun, pengembangannya masih menghadapi kendala investasi serta daya dukung jalan.

“Depo itu sebenarnya lini dua, memang harus di luar pelabuhan. Kami berharap perusahaan pelayaran membuat depo di luar pelabuhan. Namun, ada beberapa kendala, mulai dari kebutuhan investasi hingga izin pemerintah untuk lintas jalan keluar karena daya dukung jalan,” jelasnya.

Menurut Rasul, pemerintah daerah telah menawarkan lokasi untuk pengembangan depo. Pihaknya berharap dukungan Pemda dapat mempercepat penyediaan depo eksternal sekaligus pengembangan kawasan pelabuhan.

“Kalau kita mau melakukan pengembangan, ada Rencana Induk Pelabuhan atau RIP. Ini sementara disusun untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Penyusunannya juga melibatkan para pemangku kepentingan, termasuk KSOP dan perhubungan laut,” terang Rasul.

Gambaran mengenai pentingnya kesinambungan arus peti kemas juga terlihat di TPK New Makassar. Terminal Head TPK New Makassar, Teguh Firdaus, mengatakan operasional terminal sejauh ini berjalan dengan baik. Saat ini TPK Makassar berperan sebagai salah satu hub utama distribusi menuju kawasan timur Indonesia.

“Makassar jadi hub untuk Indonesia Timur. Jadi simpul utama distribusi berbagai komoditas yang bergerak menuju kawasan timur Indonesia,” ulasnya saat dihubungi, Senin (14/9). 

Teguh mengatakan Pelindo berfokus menjaga kesiapan infrastruktur dan peralatan bongkar muat agar pelayanan terminal dapat berlangsung secara konsisten. Namun, kelancaran distribusi tidak hanya ditentukan oleh aktivitas bongkar muat di dermaga. Pergerakan kontainer setelah keluar dari terminal juga perlu dijaga agar tidak terjadi penumpukan pada simpul berikutnya.

“Agar kelancaran distribusi kontainer bisa terjaga. Karena kelancaran distribusi tidak hanya bergantung pada kecepatan bongkar muat di dermaga, tetapi juga kesinambungan pergerakan kontainer setelah keluar dari kapal menuju sisi darat,” tuturnya.

Teguh mengatakan kapasitas yang tersedia di Makassar saat ini masih memadai untuk mendukung sirkulasi peti kemas. Dalam menjaga kelancaran tersebut, koordinasi antara operator terminal, shipping line, perusahaan trucking, pengelola depo, hingga pemilik barang menjadi bagian penting dalam kesinambungan rantai logistik.

Sementara itu, di TPK Ambon, Pelindo berupaya mengantisipasi potensi bottleneck di sisi darat dengan memperkuat koordinasi bersama para pemangku kepentingan. Koordinasi dan evaluasi dilakukan secara berkala bersama stakeholder maupun pengguna jasa untuk memastikan kelancaran arus barang dan logistik.

“Pelindo selalu koordinasi dan evaluasi dengan beberapa stakeholder dan customer terhadap kelancaran arus barang atau logistik,” ujar Terminal Head TPK Ambon, Yandi Sofyan Hadi, dalam keterangan tertulis, Senin (21/9). 

Menurut Yandi, salah satu kebutuhan infrastruktur yang mendesak untuk mengimbangi pertumbuhan arus peti kemas di TPK Ambon adalah peremajaan peralatan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan ketersediaan peralatan yang andal dan siap beroperasi. Pelindo juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon untuk mendukung penambahan kapasitas lapangan penumpukan guna mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas. (hen)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

H-1 FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Daftar Terbaru Skuad Timnas Indonesia usai 2 Pemain Dicoret

H-1 FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Daftar Terbaru Skuad Timnas Indonesia usai 2 Pemain Dicoret

H-1 FIFA ASEAN Cup 2026, skuad terbaru Timnas Indonesia kini berubah. Dony Tri dan Yakob Sayuri dicoret, digantikan Shayne Pattynama serta Rizky Eka Pratama.
Kata Virgil van Dijk Jelang Jumpa Jurgen Klopp di Laga Belanda Vs Jerman: Saya Pastikan Dia akan Kalah

Kata Virgil van Dijk Jelang Jumpa Jurgen Klopp di Laga Belanda Vs Jerman: Saya Pastikan Dia akan Kalah

Kapten Timnas Belanda, Virgil van Dijk, menantikan perjumpaan dengan Jurgen Klopp di laga kontra Jerman. Kedua negara akan bersua di pertandingan pekan pembuka UEFA Nations League.
Putusan Wanprestasi Telah Inkracht, PT Asli Indo Raya Ajukan Permohonan Sita Jaminan

Putusan Wanprestasi Telah Inkracht, PT Asli Indo Raya Ajukan Permohonan Sita Jaminan

PT Asli Indo Raya mengajukan permohonan sita jaminan terhadap empat rumah yang diduga merupakan aset milik tergugat dalam perkara wanprestasi.
Tim Menembak Indonesia Raih Perak di Asian Games 2026, Kalah Tipis dari China

Tim Menembak Indonesia Raih Perak di Asian Games 2026, Kalah Tipis dari China

Tim menembak Indonesia nyaris meraih medali emas pada nomor 10 meter air pistol beregu putra Asian Games 2026. Trio Merah Putih yakni Muhammad Iqbal Raia Prabowo, Sulthanul Aulia Maruf, dan Wira Sukmana harus puas dengan medali perak pada Kamis (24/9/2026).
Siswa SMP di Jakarta Timur Diduga Dianiaya Usai Edit Foto Teman Jadi Vulgar Pakai AI, Polisi Lakukan Penyelidikan

Siswa SMP di Jakarta Timur Diduga Dianiaya Usai Edit Foto Teman Jadi Vulgar Pakai AI, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sebuah cuitan viral di media sosial yang menceritakan aksi seorang siswa kelas 9 di salah satu SMP wilayah Pulogadung, Jakarta Timur, diduga mengedit foto temannya menjadi vulgar menggunakan AI.
Ramalan Keuangan Shio 25 September 2026: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan Keuangan Shio 25 September 2026: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan keuangan dan karier shio 25 September 2026 mengungkap peluang 12 shio. Naga, Kuda, dan Monyet diprediksi hoki dalam pekerjaan dan finansial.

Trending

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Move on dari Megawati Hangestri, Red Sparks sambut musim baru V-League dengan trio Yeum Hye-seon, Vanja Bukilic dan Zhong Hui yang belum lama gelar photo shoot.
4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan video berjudul A Day in My Life. Ternyata ada beberapa fakta yang baru disampaikan pihak Kepolisian.
Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Kisah Savanna Azzahra, gadis yang curhat di TikTok kalau calon suaminya selingkuh dengan sang kakak hingga hamil tiga bulan ternyata merupakan rekayasa dari AI.
‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, langsung memasang target tinggi setelah tiba di Indonesia untuk mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026. Juru taktik asal Inggris itu menegaskan Gajah Perang datang dengan ambisi membawa pulang gelar juara.
Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama kali berlatih dengan Megawati Hangestri, Kim Hee-jin mengungkap hal yang membuatnya terkesan. Simak proses adaptasi Mega di Hyundai Hillstate.
Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Pihak kepolisian meminta agar video mesum berkedok “A Day in My Life” tidak disebarluaskan lagi.
Polisi Ungkap Hubungan Singkat Dua Pemeran Video Mesum "A Day in My Life", dari Media Sosial Lanjut ke Pertemuan

Polisi Ungkap Hubungan Singkat Dua Pemeran Video Mesum "A Day in My Life", dari Media Sosial Lanjut ke Pertemuan

Polres Bogor mengungkap hubungan singkat dua pemeran video mesum “A Day in My Life” yang saat ini sedang viral di jagat maya. Dari perkenalan di media sosial, keduanya melanjutkan pertemuan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT