Dari Kebiasaan Membakar ke Ekonomi Sirkular, Kisah Petani Hutan di Sekitar Lapangan Gas JTB
- tvOne - dewi rina
"Dengan didampingi perwakilan PEPC Zona 12 dan ALAS Institute, kami memperlihatkan pengembangan ternak domba dan ditunjukkan cara memberi pakan buatan sendiri yang berasal dari limbah pertanian dan sistem pengelolaanya," ujar Lamidi.
Bagi para petani, keterampilan tersebut menjadi alternatif untuk memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar lahan garapan. Limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini dapat menjadi bagian dari kebutuhan peternakan.
Limbah Ternak Diolah Menjadi Pupuk Organik
Rantai pemanfaatan limbah tidak berhenti pada pengolahan tanaman menjadi pakan. Kotoran domba juga menjadi bahan baku produksi kompos melalui rumah produksi yang dikelola koperasi.
Di tempat tersebut, kotoran ternak dikumpulkan, difermentasi, kemudian melalui proses penggilingan dan pengemasan sebelum dipasarkan.
Rumah produksi kompos juga menerima kotoran ternak dari peternak lain. Dengan demikian, kegiatan pengolahan tidak hanya memanfaatkan limbah dari peternakan milik koperasi, tetapi juga membuka kerja sama dengan masyarakat di sekitarnya.
Wakil Pengurus Koperasi Rimba Tani, Yoso, menjelaskan bahwa proses produksi kompos dilakukan melalui beberapa tahapan sebelum produk siap dijual.
" Difermentasikan disini, kemudian diselep dan dikemas. Kemudian selanjutkan dikirim sesuai permintaan penjualan saat ini yang sudah bermitra selain warga juga ke Kota Bojonegoro," ujarnya.
Kompos dan media tanam tersebut dipasarkan dengan harga Rp10.000 per karung. Sementara kotoran ternak dari peternak lain yang digunakan sebagai bahan baku dibeli dengan harga Rp20.000 per karung.
Pengolahan limbah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Bahan yang sebelumnya dibakar atau dibuang kini dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Yoso mengungkapkan perubahan tersebut turut mengubah cara masyarakat memandang limbah pertanian dan peternakan.
"Dulu limbah jerami, bonggol jagung, dan kotoran ternak dibakar menjadi polusi. Sekarang semua dikumpulkan di rumah kompos milik koperasi. Diolah dengan metode fermentasi, limbah itu menjadi pupuk organik dan media tanam yang subur dan bernilai jual," tambahnya.
Berdasarkan data pengelola program, Koperasi Produsen Rimba Tani mengembangkan empat unit kegiatan usaha, yakni produksi kompos dan media tanam, pertanian hortikultura, peternakan domba, serta pengeringan jagung.
Load more