Dari Kebiasaan Membakar ke Ekonomi Sirkular, Kisah Petani Hutan di Sekitar Lapangan Gas JTB
- tvOne - dewi rina
Menurut Agung, imbauan pemerintah mengenai kewaspadaan menghadapi musim kemarau juga menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi kepada masyarakat. Pada kondisi cuaca kering, pembakaran sisa pertanian perlu dihindari karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
Untuk itu, PEPC Zona 12 bersama mitra pendamping berupaya memperkenalkan pengelolaan limbah pertanian tanpa pembakaran. Salah satu pendekatannya adalah menggabungkan kegiatan pertanian dan peternakan melalui sistem agrosilvopastura.
Sistem tersebut mengombinasikan unsur kehutanan, pertanian, dan peternakan dalam satu pola pengelolaan lahan. Dalam pelaksanaannya di Desa Bandungrejo, pendekatan itu diwujudkan melalui pengembangan Program Petani Hutan JTB.
Associate Community Relation & CID Zona 12, Bedhah Adityo Nugroho, menjelaskan bahwa edukasi kepada masyarakat dilakukan dengan mengajak para petani memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan baku pakan ternak.
"Jika dibakar dilahan pertanian maka akan timbul api dan asap yang bisa masuk ke area operasi kita. Didalam itu ada sensor termal, yang bisa mendeteksi asap itu. Nah, cara kami mengedukasi adalah mengajak para petani di Desa Bandungrejo ini dengan mengolah limbah pertanian," beber pria asal Kota Bram Madiun ini.
Bedhah mengatakan, melalui pelatihan tersebut warga diperkenalkan dengan pengolahan limbah jagung, termasuk janggel atau bonggol jagung, menjadi bahan campuran konsentrat pakan domba.
" Dengan beternak domba adalah sebagai sarananya. Caranya adalah konsentratnya diolah dari limbah jagung seperti janggel itu. Sedangkan kotoran kambingnya bisa diolah menjadi menjadi kompos dan pemanfaatan lainnya," tandasnya.
Pemanfaatan limbah pertanian juga dilakukan dengan mengolah tanaman kacang tanah kering yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal setelah panen.
Selain dapat diberikan langsung kepada ternak, bahan tersebut dapat digunakan sebagai campuran konsentrat. Cara ini menjadi alternatif untuk menyiasati keterbatasan pakan, khususnya saat musim kemarau.
Peternakan Domba yang Dikelola Secara Kolektif
Peternakan domba menjadi salah satu unit usaha yang dikembangkan melalui Koperasi Produsen Rimba Tani Sejahtera.
Kandang yang berada di Dusun Poh Wayang tersebut memiliki ukuran 15 x 6 meter dengan kapasitas sekitar 50 ekor. Pada awal pengembangan, jumlah domba yang dipelihara sebanyak 15 ekor. Setelah berjalan sekitar satu tahun, jumlahnya bertambah menjadi 23 ekor.
Load more