Cadangan Devisa Indonesia Oktober 2026 Tembus US$146,8 Miliar, BI Ungkap Faktor Penopang Rupiah
- ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ama/aa.
BI mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor. Sementara itu, jika turut memperhitungkan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jumlah tersebut setara dengan 5,2 bulan pembiayaan.
Angka ini berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya mengacu pada kemampuan membiayai sekitar tiga bulan impor.
Artinya, posisi devisa Indonesia masih memiliki ruang penyangga yang relatif kuat untuk menghadapi kebutuhan pembayaran eksternal.
Kecukupan cadangan devisa menjadi penting karena aktivitas ekonomi nasional tidak terlepas dari transaksi internasional. Indonesia membutuhkan valuta asing untuk membayar impor bahan baku, energi, barang modal, serta berbagai kebutuhan lainnya.
Ketika terjadi tekanan eksternal, seperti perubahan suku bunga global, gejolak harga komoditas, atau pergerakan modal internasional, cadangan devisa dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi.
BI menilai posisi tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
BI Optimistis Arus Modal Asing Dukung Ketahanan Ekonomi Indonesia
Ke depan, Bank Indonesia meyakini kondisi sektor eksternal Indonesia tetap terjaga. Optimisme tersebut didukung oleh kecukupan cadangan devisa serta potensi aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik.
Menurut BI, persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung masuknya investasi asing. Selain itu, tingkat imbal hasil investasi di Indonesia yang masih menarik juga berpotensi meningkatkan minat investor global.
Arus modal asing memiliki peran penting dalam mendukung stabilitas pasar keuangan. Masuknya investasi dapat menambah pasokan valuta asing, memperkuat pasar keuangan domestik, serta membantu menjaga keseimbangan nilai tukar rupiah.
Meski demikian, pergerakan modal internasional tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral negara maju dan perkembangan geopolitik global.
Untuk mengantisipasi tantangan tersebut, BI menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah.
Sinergi kebijakan diarahkan untuk menjaga ketahanan eksternal sekaligus menciptakan stabilitas ekonomi yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Dengan cadangan devisa mencapai US$146,8 miliar pada Oktober 2026, Indonesia memiliki salah satu bantalan penting untuk menghadapi ketidakpastian global. (udn)
Load more