GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

G20 Finance Track Bahas Mata Uang Digital yang Diterbitkan Bank Sentral

Digitalisasi mengubah cara manusia dalam melakukan aktivitas di berbagai aspek kehidupan, termasuk aktivitas keuangan. Digitalisasi dan pandemi COVID-19 membuat aset kripto tumbuh semakin cepat.
Selasa, 12 Juli 2022 - 14:21 WIB
Ilustrasi - central bank digital currency
Sumber :
  • Bank Indonesia

Nusa Dua -  Digitalisasi mengubah cara manusia dalam melakukan aktivitas di berbagai aspek kehidupan, termasuk aktivitas keuangan. Digitalisasi dan pandemi COVID-19 membuat aset kripto tumbuh semakin cepat.

Aset kripto memiliki potensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi sistem keuangan, namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan sumber risiko baru yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi, moneter, dan sistem keuangan.

Guna mengatasi risiko terhadap stabilitas dari aset kripto tersebut, dibutuhkan kerangka regulasi untuk mengatasinya. Selain itu, keberadaan aset kripto juga melatarbelakngi bank sentral dalam menjajaki desain dan penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau mata uang digital yang diterbitkan oleh bank sentral.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mayoritas bank sentral dunia telah mulai melakukan tahapan riset dan percobaan sesuai dengan karakteristik negaranya masing-masing. Selain itu, dukungan dan masukan industri juga merupakan masukan penting bagi bank sentral dalam merencanakan desain CBDC.

Berbagai bank sentral berhati-hati dan terus mempelajari kemungkinan dampak dari CBDC tersebut, termasuk Indonesia. Bank Indonesia terus mendalami CBDC dan akhir tahun ini berada pada tahap untuk mengeluarkan white paper pengembangan Digital Rupiah.

Eksplorasi penerbitan CBDC dilakukan berdasarkan enam tujuan.  1) Menyediakan alat pembayaran digital yang risk-free menggunakan central bank money.  2) Memitigasi risiko non-sovereign digital currency.  3) Memperluas efisiensi dan ketahapan sistem pembayaran, termasuk cross border.  4) Memperluas dan mempercepat inklusi keuangan.  5) Menyediakan instrumen kebijakan moneter baru. 6) Memfasilitasi distribusi fiscal subsidy.

Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P. Joewono dalam seminar “Digital Currency" yang merupakan side event rangkaian G20 Finance Track: Finance and Central Bank Deputies (FCBD) dan 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di Nusa Dua Bali hari ini,   penerbitan CBDC juga membutuhkan tiga pre-requisite yang perlu dipastikan untuk dimiliki suatu negara.  Mereka adalah, 1) Desain CBDC yang tidak mengganggu stabilitas moneter dan sistem keuangan.  2) Desain CBDC yang 3i (Integrated, interconnected, and Interoperable) dengan infrastruktur FMI-Sistem Pembayaran.  3) Pentingnya teknologi yang digunakan pada tahap eksperimen untuk memahami bagaimana CBDC dapat diimplementasikan (DLT-Blockchain dan non-DLT). (rul/ner)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kebijakan WFH Perlu Dikaji Lebih Komperhensif, Sehari Sepekan Masih Tak Cukup?

Kebijakan WFH Perlu Dikaji Lebih Komperhensif, Sehari Sepekan Masih Tak Cukup?

DPR menilai pengalaman Indonesia saat menghadapi pandemi COVID-19 pada 2020p2021 dapat menjadi referensi penting dalam merancang kebijakan WFH ke yang akan diterapkan.
Pertare Suguhkan Fasilitas Gratis di Tol Trans Jawa, Ada Mini Klinik hingga Ruang Laktasi

Pertare Suguhkan Fasilitas Gratis di Tol Trans Jawa, Ada Mini Klinik hingga Ruang Laktasi

Pertare menyampaikan bahwa fasilitas Serambi MyPertamina menyediakan berbagai layanan bagi pemudik. Mulai dari otong rambut, mini klinik, hingga ruang laktasi.
Ramalan Keuangan Shio 21 Maret 2026: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan Keuangan Shio 21 Maret 2026: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Simak ramalan keuangan shio untuk 21 Maret 2026. Bagaimana peruntungan finansial dan tantangan keuangan Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular hari ini?
Ivan Kolev Tiba-tiba Nostalgia tentang Timnas Indonesia, Singgung Atmosfer Stadion hingga Pemain Naturalisasi

Ivan Kolev Tiba-tiba Nostalgia tentang Timnas Indonesia, Singgung Atmosfer Stadion hingga Pemain Naturalisasi

Mantan pelatih Timnas Indonesia Ivan Kolev mendadak nostalgia jelang negara asalnya Bulgaria berpeluang hadapi skuad John Herdman dalam agenda FIFA Series 2026.
Pengakuan Jujur Eks Pelatih Persija Saat Pimpin Timnas Indonesia, Anti Pemain Naturalisasi

Pengakuan Jujur Eks Pelatih Persija Saat Pimpin Timnas Indonesia, Anti Pemain Naturalisasi

Ivan Kolev menyambut baik kehadiran Bulgaria di ajang FIFA Series dengan Timnas Indonesia sebagai tuan rumah. FIFA Series akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 dan 31 Maret 2026. 
Ambisi Marco Bezzecchi Kudeta Puncak Klasemen dari Pedro Acosta di MtooGP Brasil 2026

Ambisi Marco Bezzecchi Kudeta Puncak Klasemen dari Pedro Acosta di MtooGP Brasil 2026

Marco Bezzecchi pede kembali jadi yang tercepat di MotoGP Brasil 2026 yang berlangsung pada Minggu 22 Maret 2026 mendatang.

Trending

Resmi! FIFA Tetapkan Tanggal untuk FIFA ASEAN Cup Edisi Perdana, Digelar Hanya Sebulan Setelah Piala AFF 2026

Resmi! FIFA Tetapkan Tanggal untuk FIFA ASEAN Cup Edisi Perdana, Digelar Hanya Sebulan Setelah Piala AFF 2026

FIFA telah resmi menetapkan tanggal penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup di edisi perdana. Turnamen tersebut nyatanya digelar hanya sebulan setelah Piala AFF 2026.
4 Pemain Keturunan yang Diprediksi Dinaturalisasi untuk Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026, Ada Eks Kapten Timnas Belanda

4 Pemain Keturunan yang Diprediksi Dinaturalisasi untuk Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026, Ada Eks Kapten Timnas Belanda

PSSI dikabarkan akan menaturalisasi pemain setelah FIFA Series 2026, termasuk eks kapten Belanda U-17 dan pemain Eredivisie demi memperkuat Timnas Indonesia?
Media Vietnam Tak Terima, Isu Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Disorot Tajam

Media Vietnam Tak Terima, Isu Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Disorot Tajam

Media Vietnam menyoroti rumor Timnas Indonesia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026, namun begini menurut regulasi FIFA. Simak selengkapnya.
Resmi! PSSI Susul Malaysia Dapat Sanksi dari AFC Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Ikut Terdampak?

Resmi! PSSI Susul Malaysia Dapat Sanksi dari AFC Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Ikut Terdampak?

Resmi! PSSI Susul Malaysia Dapat Sanksi dari AFC Jelang FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Ikut Terdampak?
Kevin Diks Syok, Keponakan Giovanni Van Bronckhorst Tertarik Bela Timnas Indonesia, Nama Besar Dicoret John Herdman

Kevin Diks Syok, Keponakan Giovanni Van Bronckhorst Tertarik Bela Timnas Indonesia, Nama Besar Dicoret John Herdman

Tiga berita bola terpopuler: Kevin Diks syok lihat FC Copenhagen, prediksi pemain yang dicoret Timnas, hingga keponakan Van Bronckhorst tertarik bela Garuda.
Demi Tampil di FIFA Series, Pemain Timnas Indonesia Mau Tak Mau Harus Ambil Keputusan, Bung Harpa: Dikasih Pilihan

Demi Tampil di FIFA Series, Pemain Timnas Indonesia Mau Tak Mau Harus Ambil Keputusan, Bung Harpa: Dikasih Pilihan

Bung Harpa mengungkapkan bahwa saat ini pemain Timnas Indonesia di luar negeri diberikan pilihan jika ingin tampil di FIFA Series 2026, apa isi pilihannya?
Mengenal Hristiyan Petrov, Bek Bulgaria yang Bikin Miliano Jonathans Cedera Jelang FIFA Series 2026

Mengenal Hristiyan Petrov, Bek Bulgaria yang Bikin Miliano Jonathans Cedera Jelang FIFA Series 2026

Hristiyan Petrov jadi sorotan usai membuat Miliano Jonathans cedera ACL jelang FIFA Series 2026. Simak profil singkat saat bek Bulgaria itu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT