News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Marcella Zalianty Ungkap Pengalamannya Atasi Gigi Goyang di Devya Dental Clinic, dari Scaling hingga Bone Graft: Ada Metode PRP

Akumulasi sisa makanan dan karang gigi yang tidak teratasi menyebabkan gigi belakang Marcella Zalianty goyang. Devya Dental Clinic dipilih sebagai klinik terpercaya untuk mengatasi masalah tersebut.
Selasa, 3 Desember 2024 - 15:21 WIB
Marcella Zalianty Ungkap Pengalamannya Atasi Gigi Goyang di Devya Dental Clinic.
Sumber :
  • Dok. Devya Dental Clinic

Jakarta, tvOnenews.com - Gigi goyang adalah salah satu masalah kesehatan gigi yang sering dianggap sepele, padahal bisa berdampak besar pada kualitas hidup seseorang. Kondisi ini terjadi ketika gigi kehilangan dukungan dari jaringan penyangga seperti gusi dan tulang.

Masalah ini juga dialami oleh aktris Indonesia, Marcella Zalianty. Setelah menggunakan behel (braces), ia mendapati bahwa menjaga kebersihan gigi di area belakang menjadi lebih sulit, terutama dengan adanya gigi bungsu yang tumbuh miring.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akumulasi sisa makanan dan karang gigi yang tidak teratasi akhirnya menyebabkan gigi belakangnya goyang. Menyadari pentingnya segera menangani masalah ini, Marcella memutuskan untuk berkonsultasi di Devya Dental Clinic.

Di Devya Dental Clinic, Marcella bertemu dengan drg. Devya Linda, seorang dokter gigi berpengalaman yang juga pemilik klinik ini. Dengan keahlian yang diakui di bidang estetika dan kesehatan gigi, drg. Devya selalu mengutamakan pendekatan menyeluruh dalam menangani setiap pasien. Untuk kasus Marcella, drg. Devya melibatkan drg. Ryan, seorang spesialis periodonsia dengan pengalaman luas dalam menangani masalah jaringan penyangga gigi.

“Spesialis perio ini fokus pada perawatan tulang dan gusi, yang menjadi fondasi bagi kesehatan gigi,” jelas drg. Ryan, Selasa (3/12/2024).

Gigi goyang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti yang dijelaskan oleh drg. Devya. “Karang gigi sering kali menjadi pencetus awal. Awalnya hanya mengiritasi gusi dan menyebabkan gingivitis, tetapi jika tidak diatasi, radang ini bisa merusak tulang penyangga gigi,” ungkapnya.

Drg. Ryan menambahkan, “Trauma berulang, seperti kebiasaan menggertakkan gigi, juga bisa menjadi penyebab. Jika terus terjadi dalam jangka waktu lama, jaringan yang menahan gigi tetap di tempatnya, yaitu ligamen periodontal, bisa rusak, menyebabkan gigi menjadi goyang.”

Potret penanganan masalah gigi goyang di Devya Dental Clinic.
Potret penanganan masalah gigi goyang di Devya Dental Clinic.
Sumber :
  • Dok. Devya Dental Clinic

 

Setelah melihat hasil rontgen, drg. Devya menjelaskan, “Sebelah kanan kondisinya masih lebih baik, jadi itu yang akan kita prioritaskan dulu.” Tulang di sekitar gigi kanan Marcella masih cukup kuat untuk mendukung gigi, membuat kondisinya lebih stabil dibandingkan gigi kiri. Oleh karena itu, perawatan difokuskan terlebih dahulu pada gigi kanan untuk memaksimalkan peluang pemulihan sebelum beralih ke gigi lainnya.

Foto rontgen pasien yang mengalami gigi goyang yang ditangani di Devya Dental Clinic.
Foto rontgen pasien yang mengalami gigi goyang yang ditangani di Devya Dental Clinic.
Sumber :
  • Dok. Devya Dental Clinic

 

Sebaliknya, hasil rontgen pada gigi kiri menunjukkan kerusakan yang lebih signifikan. Tulang hampir tidak lagi melekat pada gigi, menyebabkan giginya lebih goyang dan sulit dipertahankan. “Potensi pemulihan gigi sebelah kiri jauh lebih rendah, dan kemungkinan keberhasilannya lebih kecil. Namun, kami tetap berupaya mempertahankan gigi semampu mungkin,” tambah drg. Devya.

Untuk mengatasi masalah ini, drg. Devya dan drg. Ryan menyusun rencana perawatan yang mencakup scaling (pembersihan karang gigi), kuretase (curettage), PRP (Platelet-Rich Plasma), dan bone graft (autograft). Setiap langkah dirancang untuk menangani akar penyebab masalah sekaligus merangsang regenerasi jaringan yang rusak. Langkah pertama adalah scaling, proses pembersihan karang gigi yang menumpuk di sekitar gigi.

“Scaling diperlukan untuk menghilangkan karang gigi yang dapat memicu peradangan pada gusi dan kerusakan jaringan penyangga gigi,” jelas drg. Ryan.

Prosedur ini juga membantu mempersiapkan gigi untuk perawatan lanjutan dengan memastikan area yang dirawat benar-benar bersih dari sisa kotoran dan bakteri. Tahap selanjutnya adalah kuretase, yang berfokus pada pembersihan mendalam hingga ke akar gigi.

“Kuretase bertujuan untuk mengangkat sisa bakteri dan plak yang menempel pada akar gigi, sehingga jaringan di sekitar gigi dapat sembuh dan pulih dengan lebih baik,” tambah drg. Ryan.

Awalnya, Marcella sempat merasa khawatir karena ia membayangkan kuretase gigi serupa dengan kuretase pada rahim, yang sering kali dianggap menyakitkan dan membutuhkan bius total.

“Aku sempat berpikir ini akan seperti operasi besar, bahkan membayangkan harus dibius total,” ungkap Marcella. Namun, drg. Devya dan drg. Ryan segera menenangkannya dengan menjelaskan bahwa prosedur ini jauh lebih sederhana dan nyaman. “Kami pastikan prosesnya aman dan tidak menyakitkan,” kata drg. Devya, memastikan kenyamanan Marcella selama perawatan.

Proses penanganan pasien gigi goyang di Devya Dental Clinic.
Proses penanganan pasien gigi goyang di Devya Dental Clinic.
Sumber :
  • Dok. Devya Dental Clinic

 

Setelah kuretase, PRP diaplikasikan untuk mempercepat proses penyembuhan dan regenerasi jaringan. “PRP adalah plasma darah kaya trombosit yang berfungsi sebagai growth factor. Komponen ini merangsang regenerasi tulang dan gusi dengan lebih cepat,” jelas drg. Ryan.

Karena PRP berasal dari darah pasien sendiri, risiko penolakannya sangat kecil, sehingga proses penyembuhan menjadi lebih optimal dan selaras dengan mekanisme alami tubuh.

Marcella, yang sangat peduli dengan kesehatan tubuhnya, justru sangat antusias dengan metode ini. Ia mengaku sudah melakukan riset dan mengungkapkan, “Aku belum menemukan dokter gigi di Indonesia yang pakai metode PRP soalnya. Aku tahunya kan dokter gigi Jerman (yang sudah pakai metode PRP).”

Tahap akhir adalah bone graft, yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan tulang di area yang terkena dampak. Bone graft menggunakan autograft, yaitu tulang yang diambil dari tubuh Marcella sendiri, sehingga lebih kompatibel dengan jaringan sekitarnya.

“Bone graft bertujuan untuk menggantikan tulang yang hilang dan memberikan dukungan yang kuat bagi gigi yang dirawat. Autograft adalah pilihan terbaik karena berasal dari tubuh pasien sendiri, yang berarti lebih aman dan efektif,” kata drg. Ryan.

Kombinasi antara bone graft dan PRP menciptakan kondisi optimal untuk regenerasi tulang, memperkuat struktur gigi, dan mengurangi kegoyangan. Setelah tindakan selesai, Marcella merasa lega dan terkejut karena prosedurnya jauh lebih nyaman dari yang ia bayangkan.

“Aku pikir akan sakit sekali, ternyata jauh lebih nyaman,” katanya sambil tersenyum. “Aku merasa gigi belakangku sekarang lebih ringan dan stabil.”

Drg. Devya menekankan pentingnya menjaga kebersihan gigi setelah perawatan ini. “Bagian yang di-PRP harus benar-benar dijaga kebersihannya. Hindari makanan yang keras dulu dan jangan lupa untuk kontrol secara rutin,” sarannya.

Drg. Ryan menambahkan, “Kami akan memantau kondisi gigi Marcella dalam 10 hari, kemudian 3 bulan hingga setahun ke depan untuk memastikan proses regenerasi berjalan dengan baik.”

Meski masih harus menjalani kontrol lanjutan dalam beberapa bulan ke depan, Marcella merasa lebih lega dan optimis dengan kondisi giginya yang kini semakin stabil. Dengan perawatan yang teliti dan teknologi canggih di Devya Dental Clinic, pemulihan giginya diharapkan dapat berjalan sesuai harapan. (rpi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

The Temple of Champions Hadirkan Pertandingan Tinju di Kawasan Candi Prambanan

The Temple of Champions Hadirkan Pertandingan Tinju di Kawasan Candi Prambanan

Pertandingan tinju dengan konsep berbeda akan digelar di Yogyakarta. The Temple of Champions akan berlangsung di Candi Prambanan pada 7 November 2026 mendatang.
Bursa Transfer Inter Milan: Mika Godts Pernah Ditawarkan ke Nerazzurri, tetapi Terkendala Taktik yang Kurang Cocok

Bursa Transfer Inter Milan: Mika Godts Pernah Ditawarkan ke Nerazzurri, tetapi Terkendala Taktik yang Kurang Cocok

Mika Godts menjadi sorotan setelah tampil impresif bersama Timnas Belgia di Nations League. Winger muda itu menunjukkan kemampuan sepanjang musim lalu.
AI Bantu Analisis Saham, Keputusan Tetap di Tangan Investor: Data Pasar Jadi Lebih Mudah Dipahami

AI Bantu Analisis Saham, Keputusan Tetap di Tangan Investor: Data Pasar Jadi Lebih Mudah Dipahami

Posisi tersebut penting karena teknologi tidak menghilangkan risiko pasar saham. AI dapat membantu menyusun informasi, tetapi tidak dapat menjadikan
Timnas Italia Mulai Bersinar, Giorgio Scalvini Akui Senang Jadi Tandem Alessandro Bastoni di Lini Belakang Gli Azzurri

Timnas Italia Mulai Bersinar, Giorgio Scalvini Akui Senang Jadi Tandem Alessandro Bastoni di Lini Belakang Gli Azzurri

Giorgio Scalvini bicara mengenai pengalamannya bermain bersama Alessandro Bastoni di Timnas Italia. Bek Atalanta itu merasa sistem empat bek Sarri membantunya.
Jadi Target Serius Inter Milan, Pilar Penting AS Roma Buka Suara: Saya Senang di Olimpico

Jadi Target Serius Inter Milan, Pilar Penting AS Roma Buka Suara: Saya Senang di Olimpico

Manu Kone buka suara mengenai rumor transfer yang mengaitkan dirinya dengan Inter Milan. Gelandang asal Prancis itu menegaskan fokusnya saat ini tetap bersama AS Roma.
Cukup Minuman Herbal Ini Setiap Pagi, Tubuh Berenergi Seharian bahkan Disaat Puasa

Cukup Minuman Herbal Ini Setiap Pagi, Tubuh Berenergi Seharian bahkan Disaat Puasa

Zaidul Akbar pernah menjelaskan banyak bahan-bahan bisa disantap jadi menu sahur. Sebab bisa membuat tubuh melemah, karena gizinya tidak memenuhi kebutuhanmu.

Trending

The Temple of Champions Hadirkan Pertandingan Tinju di Kawasan Candi Prambanan

The Temple of Champions Hadirkan Pertandingan Tinju di Kawasan Candi Prambanan

Pertandingan tinju dengan konsep berbeda akan digelar di Yogyakarta. The Temple of Champions akan berlangsung di Candi Prambanan pada 7 November 2026 mendatang.
Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Link Telegram Video 27 Detik Bilqis Luvena Viral di TikTok, Waspada Jebakan Scam

Link Telegram Video 27 Detik Bilqis Luvena Viral di TikTok, Waspada Jebakan Scam

Video 27 detik Bilqis Luvena viral di media sosial. Ternyata konten aslinya merupakan lipsync dan parodi, sementara link Telegram, X, dan download video perlu
Reaksi Erick Thohir soal Potensi Malaysia Main Mata dengan Singapura dan Rugikan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Reaksi Erick Thohir soal Potensi Malaysia Main Mata dengan Singapura dan Rugikan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berharap Malaysia dan Singapura menunjukkan kemampuan terbaiknya saat berhadapan pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Lima Bulan Kasus Penganiayaan Murid SD, Polisi Sebut Perkara Sudah Naik Penyidikan

Lima Bulan Kasus Penganiayaan Murid SD, Polisi Sebut Perkara Sudah Naik Penyidikan

Miarni Oktari Yanti(27), ibu dari M. Khalifah Siddiq(9), mengajukan Surat Pengaduan Masyarakat (DUMAS) karena mempertanyakan perkembangan perkara yang dilaporkannya sejak April 2026. Kasus tersebut bermula dari dugaan penganiayaan terhadap korban pada 19 April 2026 di SD Swasta IT Tahfiidzul Qur’an Al Umm Smart Centre.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT