Waspadai Super Flu Virus, Ini Perbedaan Gejalanya dengan Flu Biasa Menurut Prof. Erlina Burhan
- Freepik/benzoix
Menurut Prof. Erlina, perbedaan utama antara flu biasa dan super flu terletak pada intensitas gejalanya.
"Namanya super flu, ya memang gejalanya dirasakan lebih berat oleh pasien. Misalnya demamnya lebih tinggi, tenggorokan lebih sakit, pilek disertai nyeri kepala hebat, bahkan beberapa pasien juga mengalami mual,” jelasnya.
Mereka yang terinfeksi virus H3N2 subclade K umumnya mengalami gejala yang berlangsung lebih lama dan menyebabkan kelelahan ekstrem.
Gejala flu biasa biasanya membaik dalam tiga hingga lima hari, sementara super flu dapat bertahan hingga lebih dari seminggu.
Kondisi ini dapat memperburuk kesehatan pasien dengan sistem imun lemah, seperti anak-anak, lansia, atau penderita penyakit kronis.
Prof. Erlina menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat, terutama bagi kelompok rentan.
Perlu diingat, agar masyarakat tidak menganggap remeh flu yang berlangsung lebih dari lima hari atau disertai gejala berat seperti sesak napas dan demam tinggi yang tidak kunjung turun.
Selain menjaga kebersihan diri dan lingkungan, vaksinasi influenza tetap menjadi salah satu langkah efektif untuk menekan risiko penularan virus ini.
Prof. Erlina Burhan juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi, istirahat cukup, serta menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit flu.
Dengan langkah-langkah ini, penyebaran super flu diharapkan dapat ditekan sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas. (adk)
Load more