Waspadai Keracunan Makanan, Begini Langkah Pertolongan Pertama yang Aman dan Tepat di Rumah
- Freepik/jcomp
tvOnenews.com - Kasus keracunan makanan dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Penyebabnya beragam, mulai dari makanan yang tidak higienis, bahan makanan yang sudah basi, hingga paparan bakteri, virus, atau parasit.
Dokter Saddam Ismail menjelaskan bahwa kebanyakan kasus keracunan makanan disebabkan oleh infeksi bakteri, namun bisa juga karena jamur dan virus yang mengontaminasi makanan sebelum dikonsumsi.
“Penyebab keracunan makanan yang paling sering itu adalah bakteri, tetapi bisa juga parasit, jamur, dan virus. Kuman-kuman itu biasanya berada di makanan. Setelah dikonsumsi, kuman masuk ke sistem pencernaan dan berkembang biak, kemudian menimbulkan gejala,” kata dr. Saddam dalam kanal YouTube miliknya.
Gejala keracunan makanan umumnya muncul beberapa jam setelah makan. Tubuh membutuhkan waktu untuk bereaksi terhadap zat atau mikroorganisme berbahaya yang masuk.
Menurut dr. Saddam, tanda-tanda yang paling sering muncul adalah mual, muntah, diare, sakit kepala, perut kram, dan dehidrasi.
“Gejala seperti mual dan muntah merupakan respon alami tubuh untuk mengeluarkan zat asing atau racun. Begitu juga diare, itu cara tubuh membuang racun yang sudah masuk,” jelasnya.
dr. Saddam menegaskan bahwa tindakan cepat sangat penting dalam menangani kasus keracunan makanan di rumah, terutama untuk mencegah dehidrasi yang dapat berakibat fatal. Berikut langkah-langkah pertolongan pertama yang disarankan olehnya:
1. Tangani Mual dan Muntah
Dalam 6-48 jam pertama setelah makan makanan yang terkontaminasi, gejala mual dan muntah biasanya muncul.
Menurut dr. Saddam, orang yang mengalami muntah sebaiknya tidak langsung mengonsumsi makanan padat.
“Jangan makan makanan berat. Pilih yang ringan seperti bubur, roti, atau biskuit. Hindari makanan pedas, berminyak, atau terlalu manis,” sarannya.
Ia juga menyarankan untuk menjaga posisi tubuh saat muntah agar tidak tersedak.
“Saat muntah, pastikan posisinya menunduk, jangan berdiri atau berbaring telentang agar muntahan tidak masuk ke saluran pernapasan," ujarnya
Selain itu, aroma segar seperti minyak kayu putih bisa membantu meredakan mual.
2. Cegah Dehidrasi
Mual, muntah, dan diare dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Bila tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berujung pada dehidrasi berat atau bahkan syok.
“Minum air mineral sesering mungkin atau konsumsi cairan elektrolit seperti oralit untuk menggantikan cairan dan garam tubuh yang hilang,” kata dr. Saddam.
Tanda-tanda dehidrasi berat antara lain tangan dan kaki terasa dingin, nadi cepat, jantung berdebar, dan tubuh lemas. Jika gejala ini muncul, segera cari pertolongan medis.
3. Pertolongan Pertama untuk Anak
dr. Saddam menjelaskan bahwa penanganan pada bayi dan anak-anak harus lebih hati-hati karena mereka lebih rentan terhadap dehidrasi.
“Kalau bayi muntah atau diare, berikan ASI lebih sering dari biasanya. Kalau minum susu formula, perhatikan apakah anak alergi terhadap susu tersebut. Selain itu, bisa juga diberikan larutan elektrolit yang dijual di apotek,” ujarnya.
Untuk anak yang lebih besar, dr. Saddam menyarankan memberikan air putih, jus tanpa gula, atau sup bening. Makanan padat baru boleh diberikan setelah gejala mual dan muntah benar-benar hilang.
“Jangan paksakan anak makan ketika masih muntah. Yang penting asupan cairannya cukup,” tambahnya.
4. Jangan Berikan Obat Antidiare Tanpa Anjuran Dokter
Banyak orang tua yang tergesa-gesa memberikan obat antidiare ketika anaknya buang air besar berkali-kali. Namun menurut dr. Saddam, hal ini justru bisa berbahaya.
“Diare itu cara tubuh mengeluarkan racun. Kalau diberi obat penahan diare, racunnya malah tertahan di dalam tubuh, terutama pada anak-anak dan bayi. Ini bisa memperparah kondisi,” tegasnya.
5. Istirahat yang Cukup
Setelah gejala mulai mereda, penderita keracunan makanan perlu beristirahat cukup agar tubuh pulih.
"Jangan langsung beraktivitas berat atau sekolah jika anak belum sepenuhnya pulih. Biarkan tubuh beristirahat,” kata dr. Saddam.
Ia mengingatkan bahwa pertolongan pertama sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah. Namun, jika muntah dan diare tidak kunjung berhenti setelah 24 jam, segera bawa ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan medis. (adk)
Load more