Tak Perlu Takut Badan Terlalu Kurus saat Puasa Ramadhan, Ini Solusi Sehat dan Proporsional ala dr. Zaidul Akbar
- dok.ilustrasi freepik
Jika ingin menambah massa otot, asupan protein bisa ditingkatkan.
Sementara itu, penambahan kalori bisa dilakukan melalui karbohidrat secukupnya.
Sebaliknya, jika tubuh sudah cenderung kurus, konsumsi buah-buahan bisa dikurangi dan diganti dengan sumber protein.
Protein tidak harus selalu dari hewani. Ia menyebut protein nabati seperti tempe dan alpukat sebagai pilihan yang baik, sementara protein hewani bisa diperoleh dari ikan.
“Setiap orang polanya beda-beda. Kalau badannya sudah cukup baik ya sudah, nggak usah diturunkan lagi. Pertahankan saja cara makannya,” ucapnya.
Pola Makan Ideal: Berkualitas, Bukan Berlebihan
Dr. Zaidul Akbar juga mengungkapkan pandangannya tentang waktu makan yang ideal.
Menurutnya, makan utama sebenarnya cukup dilakukan di siang hari, sementara waktu lainnya diisi dengan makanan ringan yang tidak memberatkan tubuh.
Makanan ringan tersebut bisa berupa buah, sayur, kurma, atau kacang-kacangan.
Dengan pola seperti ini, asupan kalori tidak terus-menerus penuh sehingga tubuh berada pada kondisi lapar yang terkontrol.
“Kalau tubuh berada pada fase lapar, tubuh akan meng-autodetoks. Itu kuncinya,” kata dr. Zaidul Akbar.
Ia pun menegaskan pentingnya menghindari kebiasaan terlalu sering kenyang.
“Selain itu, jangan sering-sering kenyang. Sekali makan, berkualitas, bergizi, tapi tidak bikin terlalu kenyang,” tambahnya.
Puasa sebagai Jalan Sehat dan Seimbang
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa puasa Ramadhan bukanlah ancaman bagi kesehatan tubuh.
Justru sebaliknya, puasa bisa menjadi sarana membangun pola hidup yang lebih disiplin, seimbang, dan selaras dengan kebutuhan alami tubuh.
Selama dijalani dengan ilmu, kesadaran, dan niat yang benar, puasa Ramadhan tidak akan membuat tubuh melemah, melainkan membantu menjaga kesehatan sekaligus menyempurnakan ibadah. (gwn)
Load more