Perut Buncit Tak Selalu karena Makan Banyak, dr. Saddam Ismail Ungkap 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Perlu Dihindari
- Gemini AI
tvOnenews.com - Perut buncit sering kali dikaitkan dengan kebiasaan makan berlebihan.
Padahal, menurut dr. Saddam Ismail, ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat memicu penumpukan lemak di area perut.
Melalui kanal YouTube Saddam Ismail yang diunggah pada 6 Desember 2019, dokter sekaligus edukator kesehatan tersebut menjelaskan bahwa pola hidup memiliki pengaruh besar terhadap bentuk tubuh.
Mulai dari waktu makan, kualitas tidur, hingga kebiasaan merokok dapat berkontribusi terhadap munculnya perut buncit.
Berikut lima kebiasaan yang sebaiknya dihindari jika ingin menjaga lingkar perut tetap ideal.
1. Terbiasa Makan Larut Malam
Makan terlalu dekat dengan waktu tidur menjadi salah satu kebiasaan yang perlu diwaspadai.
Selain meningkatkan risiko penumpukan lemak, kondisi perut yang masih penuh saat berbaring juga dapat memicu naiknya asam lambung atau GERD.
Untuk mengurangi risikonya, dr. Saddam Ismail menyarankan agar makan malam dilakukan sekitar tiga hingga empat jam sebelum tidur.
Pilih makanan dengan porsi yang tidak berlebihan dan hindari hidangan yang terlalu berat.
2. Makan Saat Sedang Marah atau Emosi
Banyak orang memilih makanan sebagai pelampiasan ketika sedang kesal, sedih, atau marah.
Meski cara ini terkadang membuat suasana hati terasa lebih baik, kebiasaan tersebut justru dapat berdampak kurang baik bagi tubuh.
Menurut dr. Saddam Ismail, makan dalam kondisi emosi dapat memicu penumpukan lemak sehingga berisiko membuat perut semakin buncit.
Karena itu, sebaiknya kelola emosi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk makan.
3. Kurang Istirahat
Tidur yang cukup tidak hanya penting untuk memulihkan energi, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan hormon di dalam tubuh.
Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam.
Jika waktu tidur kurang, kadar hormon kortisol atau hormon stres dapat meningkat.
Kondisi ini sering kali membuat seseorang lebih mudah menginginkan makanan tinggi gula atau makanan manis.
Mencukupi waktu tidur dapat membantu mengendalikan hormon tersebut sehingga nafsu makan menjadi lebih terjaga.
4. Menggunakan Piring Berukuran Besar
Ukuran piring ternyata juga dapat memengaruhi banyaknya makanan yang dikonsumsi.
Menurut dr. Saddam Ismail, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan obesitas cenderung menggunakan piring makan yang lebih besar.
Piring yang berukuran besar memberikan ruang lebih luas untuk mengambil makanan.
Akibatnya, porsi makan menjadi lebih banyak dan jumlah kalori yang masuk ke tubuh pun ikut meningkat.
Menggunakan piring yang lebih kecil bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu mengontrol porsi makan.
5. Tetap Merokok
Masih banyak anggapan bahwa berhenti merokok dapat membuat berat badan naik atau perut menjadi buncit.
Namun, dr. Saddam Ismail menegaskan bahwa justru kebiasaan merokok dapat berkontribusi terhadap penumpukan lemak di area perut.
Risiko tersebut tidak hanya dialami oleh perokok aktif, tetapi juga perokok pasif yang sering terpapar asap rokok.
Karena itu, bagi siapa pun yang sedang menjalani program diet atau ingin memiliki perut lebih rata, menghentikan kebiasaan merokok menjadi salah satu langkah yang penting.
Menurut dr. Saddam Ismail, menjalani pola makan sehat tanpa berhenti merokok tidak akan memberikan hasil yang optimal.
Selain menerapkan pola makan yang seimbang, menjaga kualitas tidur, mengelola stres, serta menghentikan kebiasaan merokok merupakan bagian dari gaya hidup sehat yang dapat membantu mengurangi risiko perut buncit dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. (gwn)
Load more