Teknologi Mobil Listrik Makin Berkembang, Wuling Mitra EV Mulai Masuk Industri Logistik
- ist
Kendaraan listrik dapat menawarkan keuntungan operasional tertentu, seperti berkurangnya kebutuhan bahan bakar minyak dan potensi penurunan biaya perawatan pada sejumlah komponen dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal.
Namun, hasil akhirnya bergantung pada harga kendaraan, tarif listrik, pola pemakaian, biaya penggantian baterai, dan ketersediaan infrastruktur pendukung.
Untuk kegiatan pengiriman di kota besar, perencanaan rute dan lokasi pengisian daya menjadi faktor penting. Perusahaan perlu memastikan kendaraan dapat menyelesaikan jadwal pengiriman sesuai kebutuhan tanpa terganggu keterbatasan jarak tempuh atau waktu pengisian baterai.
Di sisi lain, pengembangan kendaraan komersial listrik juga membuka peluang bagi industri otomotif untuk memperluas penggunaan teknologi elektrifikasi ke berbagai segmen usaha. Kendaraan niaga tidak lagi hanya dinilai berdasarkan kemampuan mengangkut barang, tetapi juga efisiensi energi dan dampak lingkungannya.
Target Elektrifikasi 2030 dan Net-Zero 2050 Jadi Pendorong Perubahan
Wuling Mitra EV Blind Van Long Range menjadi salah satu pilihan kendaraan komersial listrik untuk mendukung aktivitas distribusi barang. Pada 20 Oktober 2026, sebanyak 30 unit kendaraan tersebut diserahkan untuk digunakan dalam operasional pengiriman di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Dari jumlah tersebut, 20 unit dialokasikan ke Jakarta, delapan unit ke Surabaya, serta masing-masing satu unit ke Bandung dan Semarang. Penggunaan kendaraan listrik ini menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi mulai diterapkan pada kegiatan pengiriman yang membutuhkan mobilitas rutin di kawasan perkotaan.
Perkembangan kendaraan listrik untuk kebutuhan komersial berlangsung di tengah meningkatnya target pengurangan emisi di tingkat global. DHL Group, misalnya, menargetkan lebih dari 66 persen armada first-mile dan last-mile menggunakan kendaraan listrik pada 2030, serta mencapai net-zero emisi gas rumah kaca pada 2050.
Target tersebut merupakan sasaran perusahaan, bukan target khusus Wuling Mitra EV. Meski demikian, arah kebijakan itu menggambarkan salah satu dorongan pasar terhadap penggunaan kendaraan listrik untuk pengiriman tahap awal dan akhir, yang menghubungkan pusat distribusi dengan pelanggan.
Selain elektrifikasi kendaraan darat, upaya mengurangi emisi logistik juga membutuhkan solusi untuk transportasi udara, pengelolaan energi, dan rantai pasok. DHL Group turut menargetkan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel* (SAF) melampaui 30 persen pada 2030.
Load more