Kisah Pesawat British Airways Terbang Tanpa Mesin usai Hantam Awan Abu Vulkanik, Berujung Mendarat Darurat di Halim
- Reuters/Toby Melville
Dilansir dari BBC, Kapten Eric Moody saat itu mengomandoi kokpit pesawat. Mulanya ia mengira pesawat menabrak awan petir jenis Cumulonimbus (Cb). Mereka berpikir tidak ada awan tersebut lantaran radar pesawat masih normal dan bersih.
Ironisnya, pesawat yang menggunakan empat mesin tersebut satu per satu mulai mati. Bahkan pesawat dari British Aiways titu kehilangan daya mesin saat berada di ketinggian 11.300 m (sekitar 37 ribu kaki) ke 3.650 m.
"Penumpang sekalian, ini kapten Anda yang berbicara. Kami mengalami sedikit masalah. Keempat mesin telah berhenti. Kami sedang berusaha sekuat tenaga untuk menghidupkannya kembali. Saya harap Anda tidak terlalu khawatir," ucap Moody dengan tenang saat mengumumkan ke seluruh kabin penumpang.
Pengumuman tersebut justru membuat penumpang mulai panik. Salah satu penumpang, Betty Ferguson mengungkapkan bahwa dirinya melihat api keluar dari mesin.
Ferguson mengenang, "Suasananya hampir senyap total, kecuali suara desingan itu."
Kapten Moody berusaha untuk melakukan panggilan "MayDay" ke Air Traffic Center (ATC) Jakarta. Hal ini bertujuan agar pesawat Boeing 747 tersebut melakukan pendaratan darurat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Mulanya Moody sempat pilih mendarat di lautan alias ditching. Kondisi ini dianggap jika tak ada ruang waktu untuk menuju runway bandara di Jakarta.
Penumpang juga telah mengenakan maske oksigen dan pelampung. Pasalnya pesawat bermesin empat itu terus meluncur bebas saat kondisi mesin tanpa daya sejauh puluhan kilometer.
Kondisi tersebut terjadi kurang lebih selama 16 menit yang diwarnai penuh ketegangan. Hingga pada akhirnya, pilot berhasil menyalakan kembali mesin setelah keluar dari cengkeraman awan abu vulkanik Gunung Galunggung.
Hasil dari kerja sama tersebut, Kapten Moody bersama krunya akhirnya berhasil melakukan pendaratan darurat di Jakarta. Kondisi itu berlangsung setelah bermanuver mengelilingi gunung berapi.
Menariknya, kaca kokpit sudah dalam kondisi buram total akibat pesawat bertabrakan dengan material yang mulanya dikira dampak masuk ke dalam awan petir.
Moddy dan dua kopilotnya kembali ke bandara pada keesokan harinya. Hal tersebut bertujuan untuk melakukan pengecekan terhadap pesawatnya yang seperti telah disemprot pasir parah.
Load more