Kisah Pesawat British Airways Terbang Tanpa Mesin usai Hantam Awan Abu Vulkanik, Berujung Mendarat Darurat di Halim
- Reuters/Toby Melville
Cat pesawat Boeing tersebut terlihat sudah terkelupas. Bahkan mesin jet keluaran Rolls Royce juga harus dibongkar dalam agenda investigasi yang dipimpin mantan insinyur Rolls Royce, Malcolm Grayburn.
Graybun terkejut setelah pesawat cargo diterbangkan ke Inggris dengan tujuan untuk dibongkar dan diteliti. Sebagian besar mesin pesawat tersebut telah tergores parah.
Mesin Pesawat Tersumbat Abu Vulkanik
Berdasarkan hasil analisis forensik dari pihak Rolls Royce, Grayburn melihat empat mesin jet dalam pesawat tersebut mengalami penyumbatan debu halus seperti serpihan batu dan pasir.
Semua hasil tersebut didokumentasikan melalui analisis fotografi hingga dari banyak analisis laboratorium. Penelitian kemudian berlanjut bahwa puing-puing tersebut adalah abu vulkanik mengandung polimorf silika kristalin (SiO2) kristobalite.
Para penumpang dan awak mengetahui beberapa hari setelah penerbangan paling mencekam tersebut. Momen malam penerbangan itu bersamaan dengan letusan besar Gunung Galunggung yang jaraknya hanya 160 kilometer dari tenggara Jakarta, bahkan membuat 60 ribu orang dievakuasi.
Sejarah tersebut menunjukkan betapa bahayanya abu vulkanik dan gas dari letusan gunung berapi pada kinerja penerbangan pesawat, mulai dari gangguan atau mati mesin, erosi pada komponen avionik dan mesin, penyumbatan filter dan saluran pipa, penurunan kualitas bahan bakar, abrasi pada kaca depan dan bagian tepi depan pesawat, serta korosi pada permukaan logam akibat adanya tetesan asam.
(hap)
Load more