News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hotman Paris Bingung dengan BAP Polisi yang Punya Banyak Versi Sampai 6, Begini Penjelasan Pengacara Kondang Itu

Hotman Paris ungkap kebingungan soal banyaknya versi BAP dalam kasus Vina Cirebon. Apa alasan di balik perbedaan ini? Simak penjelasan lengkapnya di sini..
Kamis, 30 Mei 2024 - 19:17 WIB
Hotman Paris dan Kakak Kandung Almarhumah Vina Cirebon
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube tvOneNews

tvOnenews.com - Pengacara kondang Hotman Paris mengungkapkan kebingungannya terkait berbagai versi BAP yang muncul dalam kasus Vina Cirebon.

Dalam penyidikan kasus ini, terdapat beberapa versi BAP yang menyebutkan jumlah pelaku dan DPO berbeda-beda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebagai petunjuk, tapi tidak boleh menjadi saksi," kata Hotman ketika jumpa pers di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 29 Mei 2024.


Hotman Paris dan Kakak Kandung Almarhumah Vina Cirebon sedang melakukan jumpa pers di salah satu mall di Jakarta Utara. Sumber: Tangkapan Layar YouTube tvOneNews

Pengacara kondang Hotman Paris mengungkapkan kebingungannya terkait berbagai versi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang muncul dalam penyidikan kasus Vina Cirebon.

Dalam konferensi pers terbaru, Hotman Paris menjelaskan enam versi BAP yang berbeda, yang menimbulkan pertanyaan besar tentang konsistensi dan validitas penyelidikan kasus Vina Cirebon ini.

Hotman Paris memulai dengan menyebutkan BAP versi pertama yang menyatakan bahwa para pelaku melakukan tindakan tersebut secara bersama-sama.

"Jadi secara pidana ini adalah perbuatan bersama," jelas Hotman Paris. Namun, muncul BAP versi kedua di mana tujuh pelaku dikatakan mencabut semua isi BAP mereka atas saran orang tertentu.

Versi ketiga yang diungkapkan Hotman Paris mengklaim bahwa jaksa tetap menyatakan ada delapan pelaku dengan tiga DPO (Daftar Pencarian Orang).

"Dalam surat tuntutan, jaksa mengatakan ada tiga DPO," tambah Hotman Paris. Versi keempat dan kelima mengkonfirmasi hal yang sama, bahkan dalam putusan akhir hakim yang sudah inkrah dan binding, disebutkan ada tiga DPO dalam kasus Vina Cirebon.

Hotman Paris kemudian menyoroti kebingungan yang disebabkan oleh penyidik yang dalam waktu singkat menyatakan bahwa dua DPO tersebut adalah fiktif.

"Yang mana yang berlaku? Apakah putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum atau hasil penyidikan selama kurang lebih dua minggu oleh penyidik?" tanyanya.

Hotman Paris menegaskan bahwa dalam semua dokumen resmi - dari BAP, surat dakwaan, surat tuntutan, hingga putusan hakim - disebutkan adanya tiga DPO dalam kasus Vina Cirebon.

Lebih lanjut, Hotman Paris mengungkapkan bahwa keluarga korban dan kuasa hukum menolak pernyataan penyidik Polda Jabar yang menyatakan dua DPO tersebut fiktif.

"Terlalu cepat untuk mengatakan itu. Kalau dikatakan belum tertangkap, kita masih maklum. Tapi kalau disebutkan fiktif, itu terlalu cepat," tegas Hotman Paris.

Dalam kasus Pegi, salah satu tersangka, Hotman Paris menyoroti inkonsistensi dalam kesaksian.

"Pegi ini ditetapkan sebagai tersangka DPO sudah di BAP, enam orang terpidana, lima menyatakan bukan Pegi, hanya satu yang menyatakan Pegi. Artinya, lima lawan satu. Jadi mana yang benar?" ungkapnya.

Hotman Paris menegaskan bahwa tujuan konferensi pers ini adalah untuk menentukan sikap keluarga korban dan kuasa hukum atas perkembangan kasus Vina Cirebon.

Ia mengajak semua pihak untuk melihat kembali fakta-fakta hukum dan menghormati putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

"Ini demi keadilan dan berdasarkan ketuhanan yang maha esa," pungkas Hotman Paris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan berbagai versi BAP yang berbeda dan pernyataan-pernyataan yang saling bertentangan, Hotman Paris meminta agar penyelidikan kasus Vina Cirebon ini dilakukan dengan lebih transparan dan akuntabel.

Publik menanti kejelasan dan kebenaran di balik kasus yang penuh kejanggalan ini. (anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Pemain Timnas Indonesia Berbondong-bondong Protes Indonesia Peringkat 8 Suporter Terfanatik di Dunia, Emil Audero dan Justin Hubner Sampai Bilang Begini

Pemain Timnas Indonesia Berbondong-bondong Protes Indonesia Peringkat 8 Suporter Terfanatik di Dunia, Emil Audero dan Justin Hubner Sampai Bilang Begini

Pemain Timnas Indonesia kompak protes usai suporter Garuda hanya peringkat 8 dunia. Sandy Walsh soroti Inggris-Jerman, lainnya yakin Indonesia layak nomor 1.
Wakil Ketua MPR RI Minta Perkuat Demokrasi dan Kesejahteraan Rakyat: Sinergi PATRIA

Wakil Ketua MPR RI Minta Perkuat Demokrasi dan Kesejahteraan Rakyat: Sinergi PATRIA

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menerima audiensi Ketua Umum dan jajaran pengurus Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) di Kompleks DPR RI.
3 Alasan Timnas Indonesia U-17 Mampu Raih Gelar Juara di Piala AFF U-17 2026 meski Masuk Grup Neraka

3 Alasan Timnas Indonesia U-17 Mampu Raih Gelar Juara di Piala AFF U-17 2026 meski Masuk Grup Neraka

Timnas Indonesia U-17 bakal tampil di Piala AFF U-17 2026 pada pekan depan. Namun, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto itu masuk ke grup neraka.
Satu Ruangan di Lantai 2 Polres Metro Jakarta Barat Terbakar, Penyebab Masih Misterius

Satu Ruangan di Lantai 2 Polres Metro Jakarta Barat Terbakar, Penyebab Masih Misterius

Sementara itu, Wisnu memastikan dalam peristiwa ini dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa.
Resmi Jadi Free Agent, Sahabat Megawati Hangestri Jadi Primadona Incaran Klub Juara

Resmi Jadi Free Agent, Sahabat Megawati Hangestri Jadi Primadona Incaran Klub Juara

Bursa pemain bebas Liga Voli Korea 2025/2026 resmi dibuka, dan nama Jung Ho-young—sahabat dekat Megawati Hangestri—langsung jadi buruan klub top juara Korea.

Trending

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Polres Metro Jakarta Barat Kebakaran, 13 Mobil Damkar Dikerahkan

Polres Metro Jakarta Barat Kebakaran, 13 Mobil Damkar Dikerahkan

Berdasarkan video yang diterima tvOnenews.com, api berkobar di sebuah ruangan lantai dua dan keluar dari jendela.
Megawati Hangestri Berubah Pikiran Usai Bertemu Kapten Red Sparks? Diam-diam Ingin Kembali ke Liga Voli Korea

Megawati Hangestri Berubah Pikiran Usai Bertemu Kapten Red Sparks? Diam-diam Ingin Kembali ke Liga Voli Korea

Nampaknya Megawati Hangestri buka peluang kembali ke Liga Voli Korea usai bertemu kapten Red Sparks. Tiga keinginan jadi penentu keputusan penting ini.
Hasil Liga Champions: Bayern Bungkam Real Madrid di Bernabeu, Neuer Jadi Tembok Tak Tertembus

Hasil Liga Champions: Bayern Bungkam Real Madrid di Bernabeu, Neuer Jadi Tembok Tak Tertembus

Bayern Munich sukses mencuri kemenangan penting saat bertandang ke markas Real Madrid dalam leg pertama perempat final Liga Champions UEFA.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Yeum Hye-seon Siap Hengkang dari Red Sparks, Sahabat Megawati Hangestri Jadi Rebutan di Bursa Transfer Liga Voli Korea 2026-2027

Yeum Hye-seon Siap Hengkang dari Red Sparks, Sahabat Megawati Hangestri Jadi Rebutan di Bursa Transfer Liga Voli Korea 2026-2027

Yeum Hye-seon selaku kapten Red Sparks dan sahabat Megawati Hangesstri secara terang-terangan siap bergabung ke tim manapun bahkan jika harus meninggalkan tim lamanya di Liga Voli Korea 2026-2027.
Berita Liga Champions: Terima Kasih Arsenal, Manchester United hingga Liverpool Ketiban Durian Runtuh di Liga Inggris

Berita Liga Champions: Terima Kasih Arsenal, Manchester United hingga Liverpool Ketiban Durian Runtuh di Liga Inggris

Berkat Arsenal, tim-tim Liga Inggris lainnya, seperti Manchester United dan Liverpool, mendapatkan keuntungan. Hal ini berkat kemenangan The Gunners dengan skor 1-0 atas Sporting Lisbon.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT