Hotman Paris Bingung dengan BAP Polisi yang Punya Banyak Versi Sampai 6, Begini Penjelasan Pengacara Kondang Itu
- Tangkapan Layar YouTube tvOneNews
tvOnenews.com - Pengacara kondang Hotman Paris mengungkapkan kebingungannya terkait berbagai versi BAP yang muncul dalam kasus Vina Cirebon.
Dalam penyidikan kasus ini, terdapat beberapa versi BAP yang menyebutkan jumlah pelaku dan DPO berbeda-beda.
"Sebagai petunjuk, tapi tidak boleh menjadi saksi," kata Hotman ketika jumpa pers di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 29 Mei 2024.
![]()
Hotman Paris dan Kakak Kandung Almarhumah Vina Cirebon sedang melakukan jumpa pers di salah satu mall di Jakarta Utara. Sumber:Â Tangkapan Layar YouTube tvOneNews
Pengacara kondang Hotman Paris mengungkapkan kebingungannya terkait berbagai versi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang muncul dalam penyidikan kasus Vina Cirebon.
Dalam konferensi pers terbaru, Hotman Paris menjelaskan enam versi BAP yang berbeda, yang menimbulkan pertanyaan besar tentang konsistensi dan validitas penyelidikan kasus Vina Cirebon ini.
Hotman Paris memulai dengan menyebutkan BAP versi pertama yang menyatakan bahwa para pelaku melakukan tindakan tersebut secara bersama-sama.
"Jadi secara pidana ini adalah perbuatan bersama," jelas Hotman Paris. Namun, muncul BAP versi kedua di mana tujuh pelaku dikatakan mencabut semua isi BAP mereka atas saran orang tertentu.
Versi ketiga yang diungkapkan Hotman Paris mengklaim bahwa jaksa tetap menyatakan ada delapan pelaku dengan tiga DPO (Daftar Pencarian Orang).
"Dalam surat tuntutan, jaksa mengatakan ada tiga DPO," tambah Hotman Paris. Versi keempat dan kelima mengkonfirmasi hal yang sama, bahkan dalam putusan akhir hakim yang sudah inkrah dan binding, disebutkan ada tiga DPO dalam kasus Vina Cirebon.
Hotman Paris kemudian menyoroti kebingungan yang disebabkan oleh penyidik yang dalam waktu singkat menyatakan bahwa dua DPO tersebut adalah fiktif.
"Yang mana yang berlaku? Apakah putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum atau hasil penyidikan selama kurang lebih dua minggu oleh penyidik?" tanyanya.
Hotman Paris menegaskan bahwa dalam semua dokumen resmi - dari BAP, surat dakwaan, surat tuntutan, hingga putusan hakim - disebutkan adanya tiga DPO dalam kasus Vina Cirebon.
Lebih lanjut, Hotman Paris mengungkapkan bahwa keluarga korban dan kuasa hukum menolak pernyataan penyidik Polda Jabar yang menyatakan dua DPO tersebut fiktif.
"Terlalu cepat untuk mengatakan itu. Kalau dikatakan belum tertangkap, kita masih maklum. Tapi kalau disebutkan fiktif, itu terlalu cepat," tegas Hotman Paris.
Dalam kasus Pegi, salah satu tersangka, Hotman Paris menyoroti inkonsistensi dalam kesaksian.
"Pegi ini ditetapkan sebagai tersangka DPO sudah di BAP, enam orang terpidana, lima menyatakan bukan Pegi, hanya satu yang menyatakan Pegi. Artinya, lima lawan satu. Jadi mana yang benar?" ungkapnya.
Hotman Paris menegaskan bahwa tujuan konferensi pers ini adalah untuk menentukan sikap keluarga korban dan kuasa hukum atas perkembangan kasus Vina Cirebon.
Ia mengajak semua pihak untuk melihat kembali fakta-fakta hukum dan menghormati putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.
"Ini demi keadilan dan berdasarkan ketuhanan yang maha esa," pungkas Hotman Paris.
Dengan berbagai versi BAP yang berbeda dan pernyataan-pernyataan yang saling bertentangan, Hotman Paris meminta agar penyelidikan kasus Vina Cirebon ini dilakukan dengan lebih transparan dan akuntabel.
Publik menanti kejelasan dan kebenaran di balik kasus yang penuh kejanggalan ini. (anf)
Load more