News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Heroik 15 Tahun Jadi Pilot Garuda, Capt Rizka Justru Pilih Resign dan Tinggalkan Mimpinya karena Tak Kuat Dengan...

15 tahun bekerja di salah satu maskapai ternama di Indonesia, Capt. Rizka Triansyah Leihitu mantan pilot Garuda Indonesia justru pilih resign dan tinggalkan mimpinya
Sabtu, 22 Juni 2024 - 11:23 WIB
Kisah Heroik 15 Tahun Jadi Pilot Garuda, Capt Rizka Justru Pilih Resign dan Tinggalkan Mimpinya karena Tak Kuat Dengan...
Sumber :
  • instagram rizkatleihitu

tvOnenews.com - Meskipun sudah bekerja di salah satu maskapai ternama di Indonesia, Capt. Rizka Triansyah Leihitu, seorang mantan pilot Garuda Indonesia, memutuskan untuk mengundurkan diri.

Garuda Indonesia adalah maskapai yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Namun, di balik reputasinya yang besar, tersimpan cerita menarik dari para kru yang bekerja di sana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah 15 tahun berkarir di maskapai plat merah tersebut, Capt. Rizka akhirnya berhenti. 

Kisahnya untuk meninggalkan salah satu maskapai terbesar di Indonesia ini masih sangat menarik untuk dibahas. Hal ini membuat publik bertanya mengenai alasan Capt. Rizka Triansyah meninggalkan mimpinya.  

Dalam sebuah kesempatan, Capt. Rizka Triansyah membagikan kisahnya serta keputusannya meninggalkan Garuda Indonesia. 

Seperti apa cerita dari Capt. Rizka Triansyah Leihitu, mantan pilot Garuda Indonesia yang sudah mengabdi selama 15 tahun tersebut, simak informasinya berikut ini. 

Dilansir dari tayangan di kanal YouTube Kasisolusi, Capt. Rizka Triansyah memutuskan resign berawal saat munculnya rasa kekhawatiran yang besar dalam dirinya. 

Capt Rizka, mantan pilot Garuda Indonesia yang sudah pilih resign meski sudah bekerja 15 tahun. Source: tim tvOnenewsCapt Rizka, mantan pilot Garuda Indonesia yang sudah pilih resign meski sudah bekerja 15 tahun. Source: tim tvOnenews

Saat Capt. Rizka Triansyah menjadi seorang pilot, dirinya harus bekerja secara profesional. 

Namun di sisi lain, Capt. Rizka harus tetap menjalankan Syariat Islam sebagai pedoman di dunia maupun akhirat. 

Namun, ia merasa kesulitan dengan urusan ibadah, salah satunya mengenai shalat ketika ia bertugas menjadi pilot di Garuda. 

Rizka tetap dapat melaksanakan shalat 5 waktu di kabin pesawat, baik sebelum maupun setelah penerbangan. 

Akan tetapi, beberapa hal ternyata membuat Capt. Rizka Triansyah Leihitu mantap untuk resign dari Garuda Indonesia, dan memilih untuk berhijrah. 

"Gua anaknya American Dream banget kan. Gua punya cita-cita tinggal di Amerika. Gua pengen anak-anak gua sekolah di Amerika dan gua hidup di sana. Lu akan sedih banget ketika anak lu bisa pintar, punya ijazah sarjana, cumlaude di Amerika gitu kan. Tapi anak lu gak bisa ngaji," ungkap Rizka Triansyah pada tayangan YouTube Kasisolusi. 

“Kebetulan gua muslim. Perintah pertamanya adalah Iqra gitu loh, membaca. Dan harapan gua selain dia (anak) bisa ngaji, juga bisa bahasa Arab," sambungnya. 

Meski begitu, Rizka tetap menjalankan shalat di kokpit dan menyerahkan tugasnya kepada rekan kerjanya selama ia melaksanakannya. 

"Waktu shalat udah masuk, gimana cara shalat lu? Shalat lu tinggalin?," tanya Deryansha Azhary Kasisolusi. 

"Engga dong, gua shalat kalo lagi terbang di atas. Gua serahin tugas gua ke pilot satunya lagi, gua shalat. Gua shalat di kokpit. Di kokpit gua, lega," papar Capt. Rizka. 

"Lu kan tadi katanya pengen belajar agama, pengen belajar bahasa Arab. Akhirnya lu resign dari Garuda?," ujar Deryansha Azhary Kasisolusi. 

Menurut Capt. Rizka, yang paling berat saat itu adalah salaman. Kebiasaan bersalaman dengan pramugari, kru pesawat, atau lawan jenis yang memang cukup berat bagi dirinya. 

Namun Rizka menjelaskan bahwa perlahan dan bertahap ia mengaku bisa menghindari salaman dengan lawan jenis dengan beralasan sudah berwudhu dan takut batal jika bersalaman.

Selain itu, tantangan kedua adalah harus menatap setiap orang kru pesawatnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan penerbangan.  

"First impression kan kita harus tegur sapa ya. Terus terang gua masih belum bisa yang begini (menunduk). Tapi itu juga bukan tanpa alasan, gua harus profiling kru gua," kata Rizka. 

Berat bagi Rizka jika harus menatap lawan jenis karena bertentangan dengan prinsip dalam agama Islam serta tanggung jawabnya sebagai seorang suami kepada istri.  

"Gua melihat ini bener kru gua atau bukan. Karena kalo bukan kru gua, itu bisa jadi threat penerbangan gua," terang Rizka. 

"Gua harus profiling, jadi gua gak mau terlalu saklek akhirnya jadi mudharat bagi semua orang. Pada akhirnya gua di kabin dan di kokpit, dipisahin sama pintu kokpit," sambungnya. 

Hal itulah yang dianggap Capt. Rizka sebagai rezeki, karena ia hanya melihat ke depan, tanpa harus melihat ke belakang. 

"Secara profesi rezeki gua ya, privilege gua. Jadi itu menjaga gua banget sepanjang jalan," ujar Rizka menerangkan. 

Di luar itu, Rizka menganggap bahwa pilot sebagai profesi yang membawa berkah dan mulia. 

Karena bisa diibaratkan saat mengantarkan orang safar, apalagi jika tujuannya adalah menuju Tanah Suci, maka ia termasuk ke dalamnya. 

"Jadi pilot itu berkah loh. Lu nganter orang safar, lu sendiri jadi ikut safar. Apalagi kalo lu nganternya ke Tanah Suci. MasyaAllah," pungkas Rizka. 

Di balik itu semua, ternyata, Capt. Rizka Triansyah ingin mengejar cita-citanya untuk bisa memperdalam ilmu agama Islam, belajar bahasa Arab, dan tinggal di Jazirah Arab.  

"Kembali ke cita-cita ya. Lu kalau bicara Saudi, Mekah Madinah pengen di sana dong. Itu yang bikin jadi motivasi gua, berubah dari American Dream, gua pengen deket dengan rumahnya Rasul," terang Rizka Triansyah.  

Berbekal pengalaman dan kemampuannya sebagai pilot, Rizka mengaku sudah melamar di berbagai maskapai negara-negara jazirah Arab. 

"Gua pikir mana jalan yang paling mudah buat gua ke sana, dengan skill yang gua miliki gua apply pilot di negara-negara jazirah Arab," ungkap Rizka Triansyah. 

Bahkan Capt. Rizka Triansyah sudah ingin melamar ke Saudi Airlines, akan tetapi program pembatasan pilot dari luar negara Arab sedang diberlakukan. 

"Gua ngelamar semua yang di jazirah Arab, ada Qatar, ada Etihad, Emirates, Oman Air, ada Flydubai. Mulai ada jawaban satu per satu, cuman harus pertimbangkan matang-matang," sambung Rizka Triansyah.

Harapan terbesar Rizka ke depan adalah bisa tinggal bersama keluarganya di Jazirah Arab dan bisa mudah keluar masuk Tanah Suci.

Meski begitu, Rizka mengaku sama sekali tidak ingin melupakan Indonesia sebagai tanah airnya, sehingga ia akan tetap berkontribusi untuk Tanah Air sebagai penyumbang devisa negara.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Gua pekerja, gua akan jadi TKI di sana, pejuang devisa buat Indonesia, jadi gua tetap kontribusi buat negara ini," tutur Rizka Triansyah Leihitu menceritakan kisahnya. (udn)

Baca berita terkini dan lebih lengkap, klik google news tvOnenews.com
Ikuti juga sosial media kami;
twitter @tvOnenewsdotcom
facebook Redaksi TvOnenews

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia saat Lawan Singapura di Piala AFF 2026: John Herdman Siapkan Formasi Terkuat

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia saat Lawan Singapura di Piala AFF 2026: John Herdman Siapkan Formasi Terkuat

Timnas Indonesia akan menjalani pertandingan penentuan melawan Singapura pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026. Berikut prediksi susunan pemain John Herdman.
Kronologi Balita Tewas Usai Ditabrak Oknum Polisi di Bone, Videonya Viral di Medsos

Kronologi Balita Tewas Usai Ditabrak Oknum Polisi di Bone, Videonya Viral di Medsos

Media sosial dihebohkan dengan sebuah video seorang ibu histeris usai ditabrak mobil. Diduga sang anak yang masih balita meninggal dunia, kabar ini pun viral.
Menteri Perhubungan Sebut Perpres Ojol Terbit Sebelum 17 Agustus

Menteri Perhubungan Sebut Perpres Ojol Terbit Sebelum 17 Agustus

Kemenhub telah mengeluarkan keputusan Menteri Perhubungan yang mengatur ketentuan dengan skema bagi hasil 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen untuk aplikator
Dirut Perbakin Sebut 995 Senjata Api di Sekolah Swasta untuk Keperluan Ekskul Menembak

Dirut Perbakin Sebut 995 Senjata Api di Sekolah Swasta untuk Keperluan Ekskul Menembak

Temuan 995 senjata di ruangan adalah legal sesuai Surat Izin SI/5483-XII/2008 diterbitkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) milik dari PT Lokta Karya Perbakin.
Maia Estianty Soroti Kasus Yurizal Pasien BPJS, Ingatkan Nakes untuk Jaga Empati

Maia Estianty Soroti Kasus Yurizal Pasien BPJS, Ingatkan Nakes untuk Jaga Empati

Maia Estianty soroti kasus Yurizal pasien BPJS yang viral, ingatkan para nakes untuk jaga empati.
Peta Cinta Jadi Andalan Jember, Dapat Apresiasi dari Dirjen Dukcapil

Peta Cinta Jadi Andalan Jember, Dapat Apresiasi dari Dirjen Dukcapil

Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan inovasi PETA CINTA yang menghadirkan layanan administrasi kependudukan (adminduk) hingga tingkat kecamatan. 

Trending

Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Ini Faktanya

Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Ini Faktanya

Joko ajak seluruh pihak untuk tetap menghormati proses yang sedang berlangsung dan tidak berspekulasi sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi dari Mabes Polri.
Terbongkar, Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Ada 995 Senjata di Dalam Sekolah Jaksel Sejak 2020

Terbongkar, Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Ada 995 Senjata di Dalam Sekolah Jaksel Sejak 2020

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin serta Kuasa Hukum Eks Ketua Yayasan, IWD, yakni Alhadid Endar Putra buka suara soal temuan 995 senjata airsoft gun di sebuah sekolah swasta, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Geger! PSSI-nya Korea Selatan Dituding Biayai Hiburan Seks untuk Wasit Asing, KFA Buka Suara

Geger! PSSI-nya Korea Selatan Dituding Biayai Hiburan Seks untuk Wasit Asing, KFA Buka Suara

Setelah kegagalan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia hingga keputusan aneh pada sanksi pelatih Persija, Shin Tae-yong, kali ini KFA terkena skandal seksual. 
Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Istana Kepresidenan merespons isu yang beredar mengenai usulan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh Nobel Perdamaian 2026.
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Soal Status Cekal

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Soal Status Cekal

Usai gugatan praperadilan ketiga soal ganti rugi, tersangka tudingan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo mengajukan kembali praperadilan terkait pencekalan. 
Fakta Baru Pelaku Mutilasi di Depok: Mendadak Resign Kerja Goreng Piscok Usai Izin Interview di Mal

Fakta Baru Pelaku Mutilasi di Depok: Mendadak Resign Kerja Goreng Piscok Usai Izin Interview di Mal

Di balik kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggegerkan Depok, muncul cerita dari tempat terakhir Saepul alias Saepullah (26) mencari nafkah.
Lewat Diskusi Persoalan Bangsa di Yogyakarta, Gerakan Iqra Indonesia Terbentuk

Lewat Diskusi Persoalan Bangsa di Yogyakarta, Gerakan Iqra Indonesia Terbentuk

Puluhan peserta dari berbagai universitas dan organisasi ekstra kampus di Yogyakarta mengikuti kegiatan focus group discussion (FGD) '81 Tahun Merdeka, 19 Tahun Menuju Indonesia 2045'.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT