News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Efek Mengerikan dari Korban Salah Tangkap Pegi Setiawan, Pakar Psikologi Forensik Sampai Berkata Jangan Remehkan Data Ini ...

Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mengungkapkan efek yang dialami oleh korban salah tangkap, seperti Pegi Setiawan dalam pusaran kasus pembunuhan Vina.
Kamis, 18 Juli 2024 - 12:16 WIB
Jangan Remehkan Korban Salah Tangkap Seperti Pegi Setiawan, Pakar Psikologi Forensik Beberkan Efek Mengerikan yang Dialaminya ...
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mengungkapkan efek yang dialami oleh korban salah tangkap, seperti Pegi Setiawan dalam pusaran kasus pembunuhan Eky dan Vina.

Reza Indragiri menjadi sosok yang vokal dalam mengomentari dan kupas tuntas dalam Ā proses pengungkapan kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina Cirebon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagaimana diketahui, Pegi Setiawan baru saja dinyatakan bebas oleh hakim tunggal Eman Sulaeman.Ā 

Pegi Setiawan
Pegi Setiawan saat dirilis oleh Polda Jabar sebagai pelaku utama kasus pembunuhan Vina. (kolase tvOnenews)

Putusan hakim tersebut untuk melepaskan status tersangka dari Pegi Setiawan oleh Polda Jabar.

Hakim tunggal Eman Sulaeman dalam sidang putusan praperadilan yang dilaksanakan pada Senin (8/7/2024).

"Mengadili, mengabulkan praperadilan pemohon untuk seluruhnya. Menetapkan penetapan tersangka kepada pemohon atas nama Pegi Setiawan beserta surat lainnya dinyatakan tidak sah dan batal secara hukum," kata Eman Sulaeman saat membacakan surat putusannya di PN Bandung, Senin (8/7/2024).Ā 

Berdasarkan putusan tersebut, hakim meminta Polda Jabar untuk segera membebaskan Pegi Setiawan dari tahanan.

Setelah keluar, Pegi Setiawan menjadi korban salah tangkap dari pihak polisi atau penyidik di Polda Jabar, sehingga menuai banyak simpati dari masyarakat.

Sementara itu, Reza Indragiri menyampaikan problem psikologi yang dialami oleh seseorang yang mengalami salah tangkap, seperti Pegi Setiawan yang dijadikanĀ sebagai status tersangka oleh Polda Jabar.

Hal itu disampaikannya dalam podcast bersama Bambang Widjojanto, pada 10 Juli 2024.

Menurut Reza Indragiri, sudah ada studi tentang korban salah tangkap.

"Jangan anggap korban salah tangkap itu setelah dibebaskan dia kemudian akan hidup biasa-biasa saja. Saya mulai dari angka dulu ya, memang ada estimasi yang menunjukkan bahwa kasus salah tangkap itu hanya tanda petik 4-6 persen saja dari total kasus," ungkap Reza dilansir youtube Bambang Widjojanto.

"Kecil kan jadi jangan terlalu diperheboh, tapi kalau kita bicara penderitaan manusia, mau 4 persen, 6 persen atau 100 persen, tidak ada yang bisa mewakili penderitaan manusia, manusia dalam notabene-nya adalah korban salah tangkap," terangnya.

Reza Indragiri
Reza Indragiri soroti kondisi mental dari korban salah tangkap seperti Pegi Setiawan.Ā 

Kemudian, dicari hingga diteliti terkait apa sesungguhnya problem-problem Psikologis, masalah mental yang dialami oleh para korban salah tangkap.

"Memang mengerikan serius, ada sebutannya PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) atau gangguan stres pascatrauma," paparnya.

Reza Indragiri menyebutkan gejalanya seperti mimpi buruk berkepanjangan, cara pandang yang fatalistis dan seterusnya.

"Ada lagi, depresi, jangan salah, depresi oleh sekian banyak ilmuwan dianggap (maaf ini) sebagai pintu gerbang ideal menuju bunuh diri," ungkap Reza Indragiri.

Pandangan Reza Indragiri, depresi jaraknya sangat tipis dengan bunuh diri.

"Dan masalah-masalah mental yang saya sebut tadi itu, tidak selalu seketika muncul, on-set pemunculannya bisa tertunda, istilahnya di late on set,' terangnya.

Di sisi lain, Reza Indragiri mengaku bersyukur atas bebasnya Pegi Setiawan.

"Hari ini kita bersyukur Alhamdulillah, saya melihat Pegi Setiawan muncul di depan kamera, artikulasinya sangat baik," tuturnya.

"Orang yang sudah di-stigma sebagai manipulatif, pembohong, dengan skor IQ 78, itu disebut-sebut dalam sidang praperadilan," tuturnya.

Bambang Widjojanto langsung bingung atas hubungan IQ Pegi Setiawan sampai disebut dalam sidang.

Di mana menurut Reza Indragiri, bahwa itu merupakan bagian framing stigma yang dibangun oleh institusi penegakan hukum terhadap seseorang yang ingin mereka hukum.

Sementara itu untuk kasus salah tangkap terhadap Pegi Setiawan, pihak Polda Jabar telah melakukan permintaan maaf kepada Pegi yang ditetapkan sebagai tersangka utama pembunuhan Vina.

Bahkan, fotonya sudah tersebar seluruh Indonesia dengan dirilis sebagai pelaku pembunuhan Vina.

Mengenai hal itu, pihak Polda Jabar telah menyatakan permintaan maaf setelah sidang putusan praperadilan selesai digelar, pada Senin (8/7/2024).

Hal ini disampaikan oleh pengacara Pegi Setiawan, Sugianti Iriani.Ā 

Korban salah tangkap kasus Vina, Pegi Setiawan mengungkapkan Polda Jabar ternyata sudah mengakui kesalahannya dan minta maaf langsung kepadanya.

Pada malam hari setelah sidang praperadilan selesai, Pegi Setiawan akhirnya bisa bebas keluar dari jeruji besi di Mapolda Jabar.

Terungkap di hari terakhir Pegi Setiawan berada di penjara, dirinya sempat menerima permintaan maaf dari pihak Polda Jabar.Ā 

"Ada minta maaf sama saya, sama Ibu, itu di hari terakhir," kata Pegi Setiawan, di dalam podcast dilansir youtube Metro TV.

Selain itu, kuasa hukum Pegi, Sugianti Iriani mengungkapkan Polda Jabar juga sudah meminta maaf kepadanya dan pengacara pembela lainnya.Ā 

Hal itu diungkapkan Polda Jabar sesaat setelah sidang praperadilan berakhir dan dimenangkan pihak pemohon.Ā 

"Kalau ke kami, sebagai tim kuasa hukum mereka mengatakan pada saat selesai persidangan, penyidik mengatakan dan langsung datang ke kami, minta maaf karena ini ternyata salah tangkap," kata Sugianti.Ā 

Ia menegaskan, pihak penyidik mengatakan bahwa memang ada salah tangkap dari polisi yang merugikan kliennya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehingga, saat ini pihak pria kuli bangunan itu telah menerima dan memaafkan semua hal yang terjadi padanya. (ebs/ind)


Ā 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Kena Skandal Paspor, FC Emmen Ungkap Alasan Tim Geypens Bisa Kembali Bela Klub

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Kena Skandal Paspor, FC Emmen Ungkap Alasan Tim Geypens Bisa Kembali Bela Klub

Tim Geypens akhirnya diizinkan kembali bermain untuk timnya, FC Emmen sampai akhir musim nanti. Ini akan menjadi momen kembalinya Tim Geypens sejak ditepikan pada 25 Maret 2026 lalu.Ā 
Pengusaha Tembakau Haji Her Ngaku Tak Kenal Tersangka di Kasus Bea Cukai

Pengusaha Tembakau Haji Her Ngaku Tak Kenal Tersangka di Kasus Bea Cukai

Pengusaha tembakau asal Madura, Haji Khairul Umam alias Haji Her mengaku tidak kenal para tersangka kasus korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Serius dengan Aturan Tanpa KTP, Dedi Mulyadi Kejar 5 Juta Penunggak Pajak Kendaraan: Samsat Bisa Tiru Perbankan

Serius dengan Aturan Tanpa KTP, Dedi Mulyadi Kejar 5 Juta Penunggak Pajak Kendaraan: Samsat Bisa Tiru Perbankan

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) menargetkan 5 juta penunggak bisa bayar pajak kendaraan bermotor (PKB) usai adanya SE tanpa KTP pemilik pertama.
Hasil Kejuaraan Asia 2026: Lewati Wakil Tuan Rumah Straight Game, Fajar/Fikri Melangkah Mulus ke Babak Perempat Final

Hasil Kejuaraan Asia 2026: Lewati Wakil Tuan Rumah Straight Game, Fajar/Fikri Melangkah Mulus ke Babak Perempat Final

Hasil Kejuaraan Asia 2026 sektor ganda putra antara wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menghadapi pasangan tuan rumah Chen Bo Yang/Liu Yi.
Teks Khutbah Jumat 10 April 2026: Orang yang Meninggalkan Shalat Akan Disiksa di Yulamlam

Teks Khutbah Jumat 10 April 2026: Orang yang Meninggalkan Shalat Akan Disiksa di Yulamlam

Teks khutbah Jumat 10 April 2026 singkat padat berjudul 'Orang yang Meninggalkan Shalat Akan Disiksa di Yulamlam'.
Hasil Kejuaraan Asia 2026: Hajar Tunggal Putra Jepang, Jonatan Christie Amankan Tempat di Babak Perempat Final

Hasil Kejuaraan Asia 2026: Hajar Tunggal Putra Jepang, Jonatan Christie Amankan Tempat di Babak Perempat Final

Hasil Kejuaraan Asia 2026 pada sektor tunggal putra yang mempertemukan wakil Indonesia, Jonatan Christie menghadapi Yudai Okimoto dari Jepang, Kamis (10/4/2026)

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT