GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kesumat, Kubu Iptu Rudiana Tak Tinggal Diam Lihat Dede Seolah jadi 'Pahlawan' di Siang Bolong di Kasus Vina Cirebon: Harusnya Dia itu...

Tak tinggal diam, kubu Iptu Rudiana tegas menyalahkan Dede Riswanto yang sebelumnya memberi keterangan palsu ke Polisi terkait kasus pembunuhan Vina Cirebon.
Kamis, 25 Juli 2024 - 13:41 WIB
Kesumat, Kubu Iptu Rudiana Tak Tinggal Diam Lihat Dede Seolah jadi 'Pahlawan' di Siang Bolong di Kasus Vina Cirebon: Harusnya Dia itu...
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Tak berhenti menyerang, kubu Iptu Rudiana kembali menyalahkan Dede Riswanto (30) yang sebelumnya memberi keterangan palsu kepada Polisi terkait kasus pembunuhan Eky dan Vina di Cirebon.

Babak baru kasus pembunuhan Eky dan Vina, terkuak soal dugaan kesaksian dan keterangan palsu yang diberikan oleh saksi kunci Dede kepada polisi pada 8 tahun yang lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan oleh Dede Riswanto (30) saat diwawancarai di kanal youtube Dedi Mulyadi.

Iptu Rudiana
Dede dan Iptu Rudiana. 

Secara mengejutkan, Dede yang merupakan saksi kunci melihat kejadian penyerangan yang dilakukan oleh para tersangka kepada Vina.

Berdasarkan kronologi polisi, Dede dan Aep melihat para tersangka melakukan aksi penyerangan dan pelemparan batu di malam hari.

Kemudian hal itu terbantahkan semua, setelah Dede mengaku ia memberi keterangan palsu ke polisi, dan BAP yang diberikan itu atas suruhan Iptu Rudiana dan Aep.

Sontak saja, kubu Iptu Rudiana meradang dan melakukan somasi terbuka lantaran merasa difitnah.

Sasaran somasi itu adalah Dedi Mulyadi, Liga Akbar dan Dede. Mereka didesak untuk meminta maaf.

Tak berhenti di situ, kini kuasa hukum Iptu Rudiana menyalahkan Dede dalam pusaran kasus pembunuhan Eky dan Vina yang terjadi pada 28 Agustus 2016.

Dalam kesempatan di Kabar Petang tvOne, Pengacara Dede, Suhendra A Hutabarat menyatakan bahwa kliennya sempat mendapatkan panggilan dari persidangan.

Tetapi kemudian pada saat itu Dede menghubungi Iptu Rudiana, dan Iptu Rudiana mengatakan tidak usah datang.

Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Iptu Rudiana tegas menyalahkan ketidakhadiran Dede ke persidangan.

"Dede yang salah, Dede yang salah dong, dipanggil Pengadilan jadi saksi harus datang, itu ada aturannya loh," tutur Mardiman Sane, kuasa hukum Iptu Rudiana.

"Jadi pertanyaan kenapa justru Dede minta pendapat kepada Iptu Rudiana, emang Iptu Rudiana siapa? penyidik bukan, yang menyidik kasus ini kan Polda," jelas Mardiman Sane.

Dia menegaskan Iptu Rudiana tidak pernah ngomong meminta Dede untuk tidak datang ke persidangan. 

Menurutnya, hal yang menarik di sini adalah tidak datangnya Dede ke persidangan, padahal hal itu tidak ada korelasinya dengan Iptu Rudiana, karena bukan penyidik.

"Ketika suatu kasus, P19 semuanya diserahkan ke Jaksa, kemudian disidangkan, kemudian itu menjadi kewenangan hakim, hakim memerintahkan supaya Dede hadir," tuturnya.

"Kemudian, Dede tanya ke Pak Rudiana, nggak ada korelasinya, kenapa tanya Pak Rudiana? Pak Rudiana di sini korban, bukan penyidik, bukan hakim yang memutus, dia tidak punya kewenangan mengarahkan," terangnya.

Dia menegaskan bahwa ini murni kesalahan Dede, dan hal ini bisa menjadi celah pidana bagi Dede.

Di mana dari tindakan Dede itu ada konsekuensi hukum yang menantinya.

"Salah Dede sendiri, ini berarti jadi celah pidana lagi, saya baru tahu nih dari kuasa hukum Dede, Dede dipanggil tapi tidak datang," terangnya.

"Tahu kan konsekuensi dipanggil Pengadilan nggak datang, sesimpel itu jawaban saya," paparnya. 

Menjawab banyak tudingan soal Iptu Rudiana memiliki banyak peran di kasus pembunuhan Vina.

"Cuman satu perannya Iptu Rudiana, sebagai orang tua yang curiga bahwa anaknya ini meninggal secara tidak normal," tuturnya.

"Coba kalau anak kita yang gitu, badannya hancur, ada luka dimana-mana dan sebagainya, dia bilang ini pasti bukan kecelakaan tunggal, ini pasti pembunuhan, intuisi kita bekerja," terangnya.

"Ini motornya baik-baik saja, tapi badannya hancur begini, dan kemudian ketemu lah Dede dan seterusnya," pungkasnya.

Mardiman Sane menegaskan bahwa Iptu Rudiana tidak pernah memberikan arahan, tekanan ke Dede.

"Saya jamin itu, dia menyerahkan ini kepada Polisi, karena dia tahu dia adalah orang tua, yang tidak bisa mencampuri urusan ini, dan dia bukan penyidik pula," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sekarang kalau ini dikait-kaitkan Rudiana bahwa dia mengarahkan, bos nggak ada itu. Ini yang bikin kita marah, selama ini Rudiana sudah terlanjur di framing, trial by the press, trial by the citizen bahwa dia di -framing bersalah," tuturnya.

Pihak kuasa hukum mengaku akan membuktikan bahwa Iptu Rudiana tidak pernah mengarahkan siapapun dalam kasus ini. (ind)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ahmad Sahroni Full Senyum Jadi Pimpinan Komisi III DPR RI, Padahal Belum Genap 6 Bulan Sejak Dinonaktifkan

Ahmad Sahroni Full Senyum Jadi Pimpinan Komisi III DPR RI, Padahal Belum Genap 6 Bulan Sejak Dinonaktifkan

Ahmad Sahroni kini kembali menjabat sebagai pimpinan Komisi III DPR RI. Ia resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI pada rapat pleno komisi hari ini, Kamis (19/2/2026).
Puluhan Warga di Sampang, Tertipu Investasi Bodong hingga Kerugian Mencapai 23 Miliar Rupiah

Puluhan Warga di Sampang, Tertipu Investasi Bodong hingga Kerugian Mencapai 23 Miliar Rupiah

Puluhan warga Desa Bire Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, melaporkan R dan K terkait kasus penipuan yang berkedok investasi. 
Belum juga Bayar Rp8,1 M, Gaya Hidup Mewah Nia Daniaty dan Olivia Nathania Kena Ulti Pihak Korban CPNS Bodong

Belum juga Bayar Rp8,1 M, Gaya Hidup Mewah Nia Daniaty dan Olivia Nathania Kena Ulti Pihak Korban CPNS Bodong

179 korban penipuan seleksi CPNS bodong sindir gaya hidup mewah Nia Daniaty dan putrinya, Olivia Nathania yang hedonis tapi belum bayar ganti rugi Rp8,1 miliar.
Harga Cabai di Jakarta Tembus Rp90.000 per kilogram saat Awal Ramadan dan Imlek

Harga Cabai di Jakarta Tembus Rp90.000 per kilogram saat Awal Ramadan dan Imlek

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan harga cabai rawit merah di Jakarta merangkak naik saat awal bulan Ramadhan.
Pernah Bekerja untuk Timnas Indonesia hingga Persipura, Pelatih Bulgaria Tiba-Tiba Bikin Pengakuan Jujur

Pernah Bekerja untuk Timnas Indonesia hingga Persipura, Pelatih Bulgaria Tiba-Tiba Bikin Pengakuan Jujur

Pelatih tim nasional Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, mengungkapkan bahwa dirinya masih mengikuti dinamika sepak bola Indonesia karena dirinya pernah bekerja untuk Timnas Indonesia.
Wejangan Jeng Nimas Usai Betrand Peto Sebut Lebih Diurus Ruben Onsu daripada Sarwendah di Acara TV

Wejangan Jeng Nimas Usai Betrand Peto Sebut Lebih Diurus Ruben Onsu daripada Sarwendah di Acara TV

​​​​​​​Wejangan Jeng Nimas usai Betrand Peto sebut lebih diurus Ruben Onsu daripada Sarwendah di acara TV, ahli tarot soroti sikap dan ucapan Onyo saat itu.

Trending

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 hari ini, yang akan diramaikan dengan duel seru di sektor putri antara Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata yang akan menjadi pembuka di Seri Bogor.
AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

Kericuhan di GBLA usai Persib vs Ratchaburi jadi sorotan AFC. Maung Bandung terancam denda besar hingga sanksi laga tanpa penonton di kompetisi Asia berikutnya.
Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dihadapkan pada potensi tambahan amunisi baru di bawah mistar. Kiper jangkung Eropa ini bisa bikin Maarten Paes dan Emil Audero minder?
3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ...

3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ...

Meski secara finansial Persib tetap mendapat pemasukan miliaran rupiah dari AFC, ada potensi sanksi yang bisa menghantui dalam sidang Komite Disiplin dan Etik AFC dalam beberapa hari ke depan.
Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Penyerang Timnas Indonesia Mauro Zijlstra mengaku terkejut usai menjalani debut bersama Persija Jakarta di ajang Super League 2025/2026. Ia menilai gaya bermain
Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Seekor bayi monyet, Punch selalu membawa boneka orangutan di Kebun Binatang Ichikawa, Jepang. Ia mulai diterima kera lain dan mendapat induk asuhnya viral.
Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut uang hasil lelang lukisan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan disumbangkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT