News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bak Bumi dan Langit, Gaji Megawati Hangestri Jika Dibandingkan Saat Megatron Bermain untuk Red Sparks, Dibayar Per Musimnya Sebesar....

Megawati Hangestri Resmi Gabung Manisa BBSK: Gaji Fantastis dan Pilihan Karier yang Mengejutkan. Keputusan Megatron sempat dikaitkan dengan alasan personal, terutama
Selasa, 8 Juli 2025 - 10:47 WIB
Megawati Hangestri di Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Megawati Hangestri resmi gabung klun Turki, Manisa BBSK, gaji fantastis dan pilihan karier yang mengejutkan usai menikah dengan Dio Novandra.

Setelah sempat mengejutkan publik dengan kepulangannya ke Indonesia usai dua musim bersinar di Liga Voli Korea Selatan, Megawati Hangestri Pertiwi kembali membuat gebrakan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bintang voli Indonesia itu kini resmi bergabung dengan Manisa BBSK, klub elit di Turkish Women’s Volleyball 1st League (Divisi 2 Liga Voli Turki), menandai langkah baru dalam karier internasionalnya.

Kabar bergabungnya Megawati ke Manisa BBSK diumumkan secara resmi lewat akun Instagram klub @manisabbskvoleybol pada Minggu, 7 Juli 2025. Dalam unggahan tersebut, klub menulis:

“Kami mengumumkan dengan bangga bahwa kami telah mencapai kesepakatan dengan Megawati Hangestri Pertiwi untuk musim 2025–2026.”

Megawati akan mengenakan jersey bernomor punggung 10 dan diplot sebagai opposite hitter utama, posisi yang selama ini menjadi spesialisasinya saat memperkuat JungKwanJang Red Sparks di Korea Selatan.

Pevoli Indonesia Megawati Hangestri Resmi Gabung Manisa BBSK Turki
Pevoli Indonesia Megawati Hangestri Resmi Gabung Manisa BBSK Turki
Sumber :
  • Tangkapan Layar Instagram @manisabbsk_voleybol

 

Dari Korea Selatan ke Turki: Lompatan Gaji dan Tantangan Baru

Sebelumnya, Megawati sempat disebut-sebut akan bermain di liga domestik Indonesia usai mundur dari Red Sparks. 

Keputusan itu sempat dikaitkan dengan alasan personal, terutama kesehatan sang ibu. Dalam pernyataan agen Megawati yang dikutip dari Naver Sport, disebutkan:

“Rasa baktinya kepada orang tua untuk merawat ibunya, yang kesehatannya sedang buruk, akhirnya membuatnya memutuskan untuk menyerah dan tidak lagi bermain di Liga Voli Korea.”

Selama di Korea Selatan, Megawati mendapatkan bayaran yang cukup tinggi. Pada musim pertamanya (2023–2024), ia digaji sebesar USD 100.000 per musim atau sekitar Rp 1,59 miliar, berdasarkan kurs saat itu. 

Gajinya diyakini naik pada musim kedua, mengingat performanya meningkat dan menjadi top scorer Red Sparks.

Namun, kepindahannya ke Turki ternyata bukan hanya keputusan emosional, tawaran dari Manisa BBSK cukup kompetitif. 

Media Turki menyebutkan bahwa pemain asing di Divisi 1 bisa mendapatkan antara USD 80.000–120.000 per musim, tergantung pengalaman dan performa. Melihat reputasi Megawati sebagai salah satu pemain Asia terbaik saat ini, gaji yang ia terima diperkirakan tidak jauh dari angka tertingginya di Korea.

Kontras dengan Gaji di Indonesia
Jika dibandingkan dengan gaji pemain voli profesional di Indonesia berdasarkan pedoman dari PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia), angka tersebut sangat jauh berbeda. 

Atlet nasional biasa digaji sekitar Rp 15–25 juta per bulan, dan pemain top seperti Megawati diestimasi bisa memperoleh antara Rp 75 juta–125 juta per bulan, atau sekitar Rp 900 juta–1,5 miliar per tahun.

Dengan bergabung ke Manisa BBSK, Megawati tidak hanya kembali ke panggung internasional, tetapi juga mampu menjaga kestabilan finansial dan reputasi profesionalnya. 

Hal ini menjawab keraguan publik bahwa ia akan 'turun level' jika kembali bermain di dalam neger.

Perpindahan Megawati ke Manisa BBSK tak hanya menghadirkan lonjakan kompensasi, tetapi juga melengkapi jejak kariernya di liga besar dan memberi contoh inspiratif bagi pevoli muda. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atlet voli asal Jember itu menunjukkan bahwa memilih jalur karier, baik dari segi finansial, profesional, maupun personal—bisa menjadi bentuk kesuksesan sejati.

Sebelumnya, di Indonesia, Megatron telah menetapkan nilai standar kompetitif tinggi lewat prestasi dan dedikasi, yang kini terbukti makin dihargai di level global. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gagal Bersaing di K-League Karena Paceklik Gol, Striker FC Seoul Ingin Lampiaskan pada Persib Bandung

Gagal Bersaing di K-League Karena Paceklik Gol, Striker FC Seoul Ingin Lampiaskan pada Persib Bandung

Cheon Seong-hoon menjadi satu dari beberapa pemain yang ditepikan pelatih FC Seoul, Kim Gi-dong dalam perjuangan memperebutkan gelar juara K-League 2026. 
Hattrick! Fahd Arafiq Tiga Kali Tersandung Kasus Korupsi, Ini Daftarnya

Hattrick! Fahd Arafiq Tiga Kali Tersandung Kasus Korupsi, Ini Daftarnya

Fahd Arafiq pernah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Al-Quran tahun 2011-2012 dan pengadaan laboratorium komputer pada MTs di Kementerian Agama.
Derbi Timnas Indonesia Tersaji di Laga Ajax Vs Willem II, Maarten Paes Coreng Pertahanan Rapuh Nathan Tjoe-A-On

Derbi Timnas Indonesia Tersaji di Laga Ajax Vs Willem II, Maarten Paes Coreng Pertahanan Rapuh Nathan Tjoe-A-On

Dua pemain bertahan Timnas Indonesia, Maarten Paes dan Nathan Tjoe-A-On bersaing dalam laga Ajax Vs Willem II di Stadion Johan Cruyff Arena, Rabu (16/9/2026) dini hari WIB. 
KPK Ungkap Peran Fahd Arafiq dalam Kasus HGB Summarecon: Jadi Penampung Uang Korupsi ATR/BPN

KPK Ungkap Peran Fahd Arafiq dalam Kasus HGB Summarecon: Jadi Penampung Uang Korupsi ATR/BPN

Erwin dan Fakhry kemudian menyetorkan uang tersebut kepada mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, yang diduga juga termasuk salah satu orang kepercayaan Nusron Wahid.
3 Pemain Persib Resmi Absen untuk Hadapi FC Seoul, Igor Tolic Tunda Debut Sandy Walsh dan Gakuto Notsuda di Asia

3 Pemain Persib Resmi Absen untuk Hadapi FC Seoul, Igor Tolic Tunda Debut Sandy Walsh dan Gakuto Notsuda di Asia

Bahkan pelatih Persib Bandung, Igor Tolic terpaksa menunda debut dua pemainnya di Asia karena kondisinya yang tak memungkinkan untuk bermain di Stadion Piala Dunia Seoul, Rabu (16/9/2026). 
Sebanyak 23 Armada dan 1.000 Personel Diterjunkan Basarnas dalam Pencarian Korban KM Virgo

Sebanyak 23 Armada dan 1.000 Personel Diterjunkan Basarnas dalam Pencarian Korban KM Virgo

Kapal Virgo Transport 8 yang membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.

Trending

Terbongkar Orang Kepercayaan Nusron Wahid Terima Rp1,5 Miliar dari Presdir Summarecon

Terbongkar Orang Kepercayaan Nusron Wahid Terima Rp1,5 Miliar dari Presdir Summarecon

KPK mengatakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menerima uang Rp1,5 miliar dari Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi.
Kronologi Lengkap Serda Ahmad Tewas Dikeroyok Seniornya, Harusnya Beli Mi Kuah Malah Mi Goreng

Kronologi Lengkap Serda Ahmad Tewas Dikeroyok Seniornya, Harusnya Beli Mi Kuah Malah Mi Goreng

Dugaan kekerasan itu disebut bermula dari persoalan sepele. Serda Ahmad diminta membeli mi kuah oleh seniornya di TNI AU akan tetapi ia pulang membawa mi goreng
John Herdman Dibuat Pusing oleh Jay Idzes, Kapten Timnas Indonesia Absen dii FIFA ASEAN Cup Usai Sassuolo Ungkap Kondisi Cedera

John Herdman Dibuat Pusing oleh Jay Idzes, Kapten Timnas Indonesia Absen dii FIFA ASEAN Cup Usai Sassuolo Ungkap Kondisi Cedera

Kemenangan Jay Idzes bersama Sassuolo atas Juventus dibayar mahal dengan cedera yang menerpa sang pemain Timnas Indonesia di Stadion Monzu, Senin (14/9/2026) dini hari WIB. 
Sebanyak 23 Armada dan 1.000 Personel Diterjunkan Basarnas dalam Pencarian Korban KM Virgo

Sebanyak 23 Armada dan 1.000 Personel Diterjunkan Basarnas dalam Pencarian Korban KM Virgo

Kapal Virgo Transport 8 yang membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.
Hattrick! Fahd Arafiq Tiga Kali Tersandung Kasus Korupsi, Ini Daftarnya

Hattrick! Fahd Arafiq Tiga Kali Tersandung Kasus Korupsi, Ini Daftarnya

Fahd Arafiq pernah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Al-Quran tahun 2011-2012 dan pengadaan laboratorium komputer pada MTs di Kementerian Agama.
Kronologi Kasus Korupsi Pengurusan HGB Summarecon yang Menjerat Anak Buah Nusron Wahid

Kronologi Kasus Korupsi Pengurusan HGB Summarecon yang Menjerat Anak Buah Nusron Wahid

Kantah Bogor kemudian mengundang ahli waris untuk mediasi. Ahli waris lalu mengajukan blokir atas SHGB Summarecon. Di sisi lain, ahli waris melakukan pencabutan gugatan
Selain HGB Summarecon, KPK Duga Ada Korupsi Lain di Kementerian ATR/BPN

Selain HGB Summarecon, KPK Duga Ada Korupsi Lain di Kementerian ATR/BPN

Hal itu diungkap langsung oleh Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa (15/9/2026)....
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT