News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jenderal Pensiunan Polisi ini Berani Ngomong Begini soal Isi Rumah Uya Kuya Dijarah Banyak Orang: Ya itu kan...

Irjen Pol Ricky Sitohang memberikan tanggapannya soal aksi penjarahan ke rumah Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, serta Nafa Urbach. Simak selengakapnya!
Kamis, 4 September 2025 - 13:43 WIB
Kediaman Uya Kuya yang Porak Poranda
Sumber :
  • Julio Trisaputra

tvOnenews.com - Irjen Pol Ricky Sitohang, Jenderal Pensiunan Polisi, memberikan pandangannya soal penjarahan di rumah DPR, Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, serta Nafa Urbach.

Irjen Pol Ricky Sitohang menyampaikan bahwa kabar yang marak di sosial media, soal video di mana para DPR berjoget ria di tengah kabar adanya kenaikan tunjangan, membuat publik marah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Irjen Pol Ricky Sitohang
Irjen Pol Ricky Sitohang
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube Intens Investigasi

 

Meskipun berdasarkan informasi yang beredar, para anggota DPR berjoget lantaran lagu 'Gemu Fa Mi Re' atau 'Maumere', tetapi hal tersebut tak lantas membuat publik lupa dengan tunjangan fantastis yang mereka dapat.

Menurut Irjen Pol Ricky Sitohang, hal tersebut membuat akumulasi kekecewaan di tengah masyarakat yang berujung pada aksi unjuk rasa.

Ia juga menyampaikan bahwa hal tersebut sangat wajar di tengah kondisi masyarakat yang alami kesulitan ekonomi.

"Apa pun itu (profesinya), mau ojol, mau masyarakat, mau mahasiswa, sah dan manusiawi (untuk kecewa). Mereka tidak terima dengan situasi kondisi ini," ucapnya, melansir dari YouTube Intens Investigasi.

"Makanya, mereka melakukan protes kepada gedung DPR yang menelorkan peristiwa itu. Itu sah-sah saja, ini juga supaya koreksi daripada penyelenggaraan negara," imbuhnya.

Rumah Uya Kuya setelah dijarah massa
Rumah Uya Kuya setelah dijarah massa
Sumber :
  • Julio Trisaputra-tvOne

 

Ia juga menyebut, saat ini rakyat sedang menderita dan membutuhkan pertolongan negara. Tapi di sisi lain para pejabat negara malah memamerkan kemewahan yang dimilikinya.

Hal tersebut menciptakan ketidakseimbangan dan ketimpangan yang membuat akumulasi kekecewaan masyarakat. Dari sana, timbulkan aksi unjuk rasa.

"Negara Indonesia itu bukan milik kalian (pejabat) saja, (tapi) milik seluruh rakyat Indonesia," ujar Irjen Pol Ricky Sitohang.

"Sehingga, akibat daripada itu, berakumulasilah dengan perusakan, pembakaran, penjarahan, dan lain sebagainya," sambungnya.

Namun, Irjen Pol Ricky Sitohang menegaskan bahwa aksi penjarahan itu bukan dilakukan oleh pendemo murni.

Aksi tersebut pun berdampak pada tercederainya urgensi dari demo akibat penyusup-penyusup ini.

Gawat! Bukan Hanya Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio dan 4 Pejabat Negara Lain Diduga Segera Digeruduk Massa
Gawat! Bukan Hanya Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio dan 4 Pejabat Negara Lain Diduga Segera Digeruduk Massa
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com/tvone Aldi-viva.co.id

 

"Siapa yang jarah itu? Ternyata orang-orang yang berkepentingan yang menyusup , memanfaatkan situasi. Menjarah ke rumah Uya Kuya, Eko Patrio, ke Ibu Sri Mulyani. Kan udah enggak bener siapa pelakunya itu," paparnya.

Terkait dengan adanya kejadian ini Irjen Pol Ricky Sitohang meminta agar masyarakat segera sadar dan menghentikan aksi yang mencederai aksi demonstrasi yang sesungguhnya.

"Mari kita bersama-sama kita mengambil dan betul-betul membawa mereka ke depan hukum orang-orang yang mencederai demonstrasi itu," imbau Irjen Pol Ricky Sitohang.

Bukan tanpa alasan, hal tersebut sudah tidak sejalan dengan aksi menyuarakan aspirasi rakyat dan hanya mengambil keuntungan pribadi saja.

"Sementara kalian (pendemo) berkeringat untuk menyuarakan aspirasi rakyat, mereka mengambil keuntungan di situ," kata Irjen Pol Ricky Sitohang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tegakan hukum, lakukan betul-betul penangkapan kepada mereka-mereka itu dan beri sanksi hukum yang benar, sehingga tidak mencederai daripada masyarakat yang betul-betul menyuarakan aspirasinya," pungkasnya.

(nka)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siapa Ayah Bigmo? Mohammad Nashihan Pernah Terseret Kasus Korupsi hingga Divonis 10 Tahun 6 Bulan

Siapa Ayah Bigmo? Mohammad Nashihan Pernah Terseret Kasus Korupsi hingga Divonis 10 Tahun 6 Bulan

Profil Mohammad Nashihan, ayah Bigmo dan Resbob yang pernah berkarier sebagai advokat serta dosen hukum, tetapi terseret kasus korupsi
Fakta-Fakta Penemuan Karung Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok: Dibungkus Plastik Hitam hingga Kaki Hilang

Fakta-Fakta Penemuan Karung Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok: Dibungkus Plastik Hitam hingga Kaki Hilang

Inilah sederet fakta terkait penemuan karung berisi jasad pria diduga korban mutilasi di Depok. 
Daftar 14 Atlet Renang Indonesia di Asian Games 2026: Ada Siman Sudartawa Hingga Jason Donovan Yusuf

Daftar 14 Atlet Renang Indonesia di Asian Games 2026: Ada Siman Sudartawa Hingga Jason Donovan Yusuf

PB Akuatik Indonesia resmi mengumumkan 14 atlet renang yang akan tampil di Asian Games 2026. Simak daftar lengkap skuad Merah Putih dan misi mengakhiri puasa medali selama 36 tahun.
Profil dan Rekam Jejak Bigmo: YouTuber Viral Pernah Jadi Tersangka Kasus Azizah Salsha, Kini Promosi Vape Libatkan Anak

Profil dan Rekam Jejak Bigmo: YouTuber Viral Pernah Jadi Tersangka Kasus Azizah Salsha, Kini Promosi Vape Libatkan Anak

Profil dan rekam jejak Bigmo alias Muhammad Jannah, YouTuber yang kembali menjadi sorotan usai diduga melibatkan anak dalam promosi vape
Enam Orang Diduga Hendak Tawuran Diamankan di Tangerang Selatan, Barang Bukti Sembilan Senjata Tajam Disita

Enam Orang Diduga Hendak Tawuran Diamankan di Tangerang Selatan, Barang Bukti Sembilan Senjata Tajam Disita

Sejumlah orang yang berkelompok diduga hendak melakukan aksi tawuran di Gang Nurul Huda, Ciputat, Tangerang Selatan, berhasil diamankan. 
Harga Emas Antam Hari Ini 5 Agustus 2026 Turun Lagi, Kini di Angka Rp2.599.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini 5 Agustus 2026 Turun Lagi, Kini di Angka Rp2.599.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini 5 Agustus 2026 terpantau turun lagi. Harga emas Antam hari ini turun tipis Rp4.000 menjadi Rp2.599.000 per gram.

Trending

Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini KPK menyebut  ada tiga surat perintah penyidikan (sprindik) terkait pengembangan kasus tersebut. 
Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Berbagai pihak turut serta mendorong kemajuan UMKM di tanah air termasuk transformasi pembayaran digital.
Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang ditangkap atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial mengakui perbuatannya.
Rumor Nikita Mirzani Bebas Agustus 2026 Makin Ramai, Ditjenpas Akhirnya Buka Suara

Rumor Nikita Mirzani Bebas Agustus 2026 Makin Ramai, Ditjenpas Akhirnya Buka Suara

Isu mengenai kemungkinan Nikita Mirzani bebas pada Agustus 2026 terus menjadi perbincangan hangat di media sosial dan berbagai platform digital.
Wika Salim Tiba-tiba Curhat Soal Fitnah, Dituding Jadi PSK Karena Sering Pulang Malam

Wika Salim Tiba-tiba Curhat Soal Fitnah, Dituding Jadi PSK Karena Sering Pulang Malam

Penyanyi dangdut Wika Salim kembali menjadi perhatian publik setelah membagikan kisah masa lalunya yang penuh perjuangan.
Karung Misterius Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok Diidentifikasi, Nyaris Dibakar Sebelum Bagian Tubuh Terlihat

Karung Misterius Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok Diidentifikasi, Nyaris Dibakar Sebelum Bagian Tubuh Terlihat

Kawasan Tanah Merah, Jalan Kavling Depkes, RT 03/RW 17, Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas, Depok digegerkan dengan adanya penemuan karung misterius berisi jasad pria. 
KPK Buka Peluang Periksa Pihak Lain Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong

KPK Buka Peluang Periksa Pihak Lain Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpeluang untuk memeriksa pihak lain dalam pengembangan kasus yang menjerat Bupati Rejang Lebong nonaktif, M Fikri Thobari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT