Beruntungnya Manisa BBSK, Megawati Hangestri Dulu Pernah Memaksakan Diri Main Demi Red Sparks, Sampai...
- Instagram/manisabbsk_voleybol
tvOnenews.com - Nama Megawati Hangestri seakan tak pernah surut dari perhatian pecinta voli tanah air.
Saat ini, atlet dengan julukan Megatron tersebut kini bergabung dengan klub asal Turki, Manisa BBSK setelah kontraknya dengan Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks di Liga Voli Korea Selatan selesai.
Debut Megawati bersama Manisa BBSK pun sudah dilakukan. Hasilnya, dalam tiga kali laga, Manisa BBSK bisa meraih kemenangan.
Namun, dibalik kepindahannya ke Turki, tak banyak yang tahu bahwa Megawati Hangestri sempat berjuang keras ketika dirinya masih berseragam Red Spark.

- Instagram @manisabbsk_voleybol
Dalam sebuah podcast yang tayang di kanal YouTube Sport77, Megawati mengungkapkan sebuah fakta yang cukup mengejutkan terkait kondisi fisiknya yang sempat mengalami cedera saat membela Red Spark.
“Barusan dari Korea, otot betis robek 22 sentimeter,” kata Megawati.
Cedera itu dialami Megawati ketika tampil dalam laga terakhir bersama Red Sparks di Liga Voli Korea Selatan.
Saat pertandingan berlangsung, ia harus menahan rasa sakit akibat betisnya mengalami bengkak setelah melakukan pendaratan yang kurang sempurna.
Umumnya, pemain voli profesional akan mendarat dengan kaki depan terlebih dahulu untuk meredam tekanan. Namun, Megawati justru mendarat dengan tumpuan tumit. Gerakan tersebut membuat otot betisnya tertarik hingga akhirnya menimbulkan cedera cukup serius.
“Awalnya itu bukan betis, lutut dulu. Jadi landing aku tuh gini, landing harusnya pakai depan, aku tuh pakai tumit juga. Tapi aku tetap main, tetap profesional,” papar atlet asal Jember tersebut.
Meskipun saat itu sang pelatih memberikan kelonggaran untuk Megawati beristirahat terlebih dahulu, tetapi ambisinya untuk tetap membela tim sangatlah kuat.
“Coach aku udah bilang, kalau kamu enggak bisa, enggak apa-apa kok, nggak usah main. Tapi aku selalu tanamin dalam diri aku, aku harus main kalau aku masih bisa ngelakuin," ungkap Megawati.
"Aku melawan rasa sakit itu. Aku tahu itu risikonya tinggi, tapi aku masih bisa kok,” imbuhnya.

- Kolase
Kendati demikian Megawati menyebut bahwa dirinya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 hari saja untuk kembali tampil fit di lapangan. Padahal, umumnya cedera serupa yang ia alami bisa pulih dalam waktu enam minggu.
Megawati mengungkapkan bahwa ia tetap berusaha tampil lebih cepat dari perkiraan dokter. Alasannya, ia sudah terikat kontrak dengan Petrokimia Gresik, yang disepakati sebelum cedera tersebut terjadi.
Rasa tanggung jawab dan profesionalismenya membuat Megawati bertekad untuk segera pulih dan kembali membela tim.
“20 hari aku main lagi di Proliga, itu gara-gara itu aku dihujat, nggak sesuai ekspektasi mereka. Orang-orang kan pengennya langsung aja instan, harusnya 6 minggu,” paparnya.
Bukan hanya perihal kontrak, Megawati juga menjelaskan bahwa keputusannya itu juga didorong oleh panggilan hati setelah mendapatkan telepon dari seniornya.
Ia merasa bertanggung jawab terhadap tim, apalagi di dalamnya ada teman-teman seperjuangannya.
Bahkan, manajemen Petrokimia Gresik sempat menyarankan Megawati untuk tetap bergabung bersama tim meski tidak diturunkan penuh di lapangan.
Alasan utamanya, kehadiran Megawati saja sudah mampu menjadi sumber motivasi bagi rekan-rekan setimnya serta menjaga antusiasme para penonton yang selalu menantikan aksinya.
“Pihak Petro bilang, ‘Nggak usah kamu tetap main atau tetap ikut aja di dalam tim.’ Karena ada kamu meskipun nggak main, penonton senang kok,” kata Megawati mengenang masa lalunya.
Kini, langkah Megawati berlanjut hingga ke Eropa. Pengalaman yang ia dapat selama memperkuat Red Sparks di Korea Selatan menjadi pelajaran berharga yang tak terlupakan.
Meski penuh tantangan, perjuangan kerasnya bersama klub tersebut tetap menjadi bab penting dalam perjalanan karier Megatron, yang kini diakui sebagai salah satu pevoli terbaik yang dimiliki Indonesia.
(adk/nka)
Load more