News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Muncul Lagi, Dimas Kanjeng Dukun Pengganda Uang 2016 Silam Kembali Viral

Nama Dimas Kanjeng Taat Pribadi kembali menjadi buah bibir warga Jawa Timur. Tokoh kontroversial yang sempat menghebohkan Indonesia dengan klaim “menggandakan uang"
Rabu, 5 November 2025 - 20:54 WIB
Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com – Nama Dimas Kanjeng Taat Pribadi kembali menjadi buah bibir warga Jawa Timur. Tokoh kontroversial yang sempat menghebohkan Indonesia dengan klaim “menggandakan uang” ini kembali muncul di publik setelah bebas bersyarat, dan kini kembali menempati padepokannya di Gading, Probolinggo.

Kemunculan Dimas Kanjeng beberapa waktu lalu langsung menyita perhatian warganet. Video dan foto aktivitasnya beredar luas di media sosial, memunculkan pertanyaan publik, bagaimana pria yang terjerat dua kasus besar pembunuhan dan penggelapan kini bisa kembali beraktivitas di padepokan?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aktivitas di Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, dikabarkan mulai terlihat lagi. Bahkan sejumlah kegiatan keagamaan dan sosial mulai dilaksanakan setelah ia dinyatakan bebas bersyarat pada April 2025.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Sumber :
  • Tangkapan layar

 

Polres Probolinggo memastikan telah melakukan pemantauan ketat terhadap setiap aktivitas di padepokan tersebut.

Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif menegaskan pihaknya tetap waspada untuk menjaga stabilitas kamtibmas.

"Kami berupaya mitigasi lebih optimalisasi ke arah Harkamtibmas. Jadi kami lakukan pemantauan melalui jaringan intelijen dengan koordinasi bersama Polsek setempat. Apabila ditemukan indikasi penyimpangan, maka akan diupayakan dengan penegakan hukum," ujar AKBP Wahyudin Latif dilansir dari TIMES Indonesia, Rabu (5/11/2025).

Ia menegaskan hingga kini belum ada laporan atau temuan yang mengarah pada aktivitas menyimpang di padepokan.

Kasus Dimas Kanjeng

Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Sumber :
  • tim tvOnenews.com

 

Nama Dimas Kanjeng meroket pada 2016 bukan karena kesaktiannya, melainkan terbongkarnya kasus penipuan besar-besaran yang berujung pada pembunuhan dua pengikutnya.

Fakta ini menggemparkan publik nasional dan membuka tabir praktik manipulasi yang terjadi di balik padepokan tersebut.

Dua korban, Ismail Hidayah dan Abdul Gani, dibunuh karena dianggap membongkar praktik penipuan di padepokan.

Pembunuhan dilakukan dengan melibatkan sembilan anggota "Tim Pelindung" yang dijanjikan imbalan Rp320 juta.

Ismail tewas pada 2 Februari 2015, sementara Abdul Gani ditemukan mengambang di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, pada 14 April 2016.

Penangkapan Dramatis yang Melibatkan 1.200 Polisi

Dimas Kanjeng, dukun pengganda uang kini sudah bebas bersyarat
Dimas Kanjeng, dukun pengganda uang kini sudah bebas bersyarat
Sumber :
  • Antara & YouTube

 

Pada 22 September 2016, aparat gabungan melakukan operasi besar-besaran untuk menangkap Dimas Kanjeng. Sebanyak 1.200 personel polisi diterjunkan untuk mengamankan padepokan di Desa Wangkal.

Operasi ini berlangsung menegangkan. Puluhan pengikut Dimas Kanjeng berusaha menghalangi aparat dengan melemparkan batu, sebelum akhirnya polisi berhasil membawa pemimpin padepokan tersebut.

Serangkaian kasus membuat Dimas Kanjeng diproses hukum dalam sejumlah perkara berat. Pada 1 Agustus 2017, ia divonis 18 tahun penjara atas pembunuhan berencana.

Tak berhenti di situ, ia juga divonis 2 tahun penjara dalam kasus penipuan Rp800 juta, yang kemudian diperberat menjadi 3 tahun di tingkat banding dan kasasi.

Total hukuman yang harus dijalani mencapai 21 tahun penjara.

Meski sempat divonis nihil dalam perkara penipuan Rp10 miliar, hukuman yang ia terima tetap menjadikannya salah satu figur dengan kasus kriminal paling besar dalam satu dekade terakhir.

Usai menjalani hukuman selama hampir 10 tahun, Dimas Kanjeng dinyatakan bebas bersyarat pada April 2025.

Sejak kembali ke kampung halamannya, ia terlihat mulai mengisi berbagai kegiatan religius dan sosial, dan kembali memimpin padepokan seperti sebelum kasusnya mencuat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kendati demikian, aparat kepolisian memastikan pengawasan tetap dilakukan untuk mencegah munculnya kembali praktik-praktik yang pernah menyeret Dimas Kanjeng ke balik jeruji besi.

tvonenews

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Strategi Pemprov Jawa Tengah Kurangi Limbah Minyak: Libatkan ASN hingga Kader Posyandu

Strategi Pemprov Jawa Tengah Kurangi Limbah Minyak: Libatkan ASN hingga Kader Posyandu

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 
Peringati HUT Ke-75 Humas Polri, Kadivhumas Irjen Isir Anugerahi 5 Wartawan: Tegaskan Komitmen 'Polisi Bersama Masyarakat'

Peringati HUT Ke-75 Humas Polri, Kadivhumas Irjen Isir Anugerahi 5 Wartawan: Tegaskan Komitmen 'Polisi Bersama Masyarakat'

Divisi Humas Polri menggelar acara syukuran peringatan Hari Jadi ke-75 di Aula Lantai 9 Gedung Bareskrim Polri, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026)
Muncul Daratan Baru di Perairan Maluku Pasca Gempa, PVMBG Minta Warga Tidak Jadikan Tempat Tinggal

Muncul Daratan Baru di Perairan Maluku Pasca Gempa, PVMBG Minta Warga Tidak Jadikan Tempat Tinggal

Munculnya daratan baru yang mendadak di perairan Desa Yamru, Kota Tual, Maluku, belakangan ini memicu perhatian publik. 
Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Melalui Green Impact, PNM Peduli menanam 5.850 bibit pohon endemik di tujuh wilayah sebagai upaya penghijauan serta pelestarian vegetasi lokal dan ekosistem.
Jay Idzes Bongkar Situasi Ruang Ganti Sassuolo Usai Dekati Zona Degradasi Liga Italia: Semua Terdiam Tanpa Banyak Bicara

Jay Idzes Bongkar Situasi Ruang Ganti Sassuolo Usai Dekati Zona Degradasi Liga Italia: Semua Terdiam Tanpa Banyak Bicara

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mulai rasakan beratnya perjuangan Sassuolo di Liga Italia. Kekalahan beruntun membuat ruang ganti I Neroverdi terasa sunyi.
Top Skor Liga Voli Korea, Selasa 3 November: Megawati Hangestri Belum Mampu Tembus Top 10, Viktoriia Danchak Melesat ke Papan Atas

Top Skor Liga Voli Korea, Selasa 3 November: Megawati Hangestri Belum Mampu Tembus Top 10, Viktoriia Danchak Melesat ke Papan Atas

Top skor Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Megawati Hangestri belum mampu bertengger di papan atas usai Hyundai Hillstate tumbang dari IBK Altos.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT