News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pria Paruh Baya Sempat 'Celingak-Celinguk' Cari Alvaro, Kesaksian Marbot Sebelum Alvaro Dijemput Pria Tak Dikenal dan Menghilang

Alvaro Kiano Nugroho (6) kini ditemukan meninggal dunia. Kakek Alvaro, Tugimin ceritakan marbot masjid sempat melihat gelagat pria paruh baya mencurigakan.
Senin, 24 November 2025 - 19:24 WIB
Sosok Alvaro Kiano Nugroho, bocah enam tahun hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan
Sumber :
  • Kolase Istimewa & YouTube tvOneNews

tvOnenews.com - Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan sejak Maret 2025 ditemukan meninggal dunia. Kapolsek Pesanggrahan, AKBP Seala Syah Alam membenarkan penemuan jasad Alvaro.

AKBP Seala mengatakan bahwa, pelaku yang membunuh Alvaro hingga tewas telah ditangkap oleh pihak Kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan tersangka sudah diamankan," ujar Seala kepada awak media dikutip tvOnenews.com, Senin (24/11/2025).

Sebagaimana diketahui, Alvaro telah menghilang sejak sembilan bulan lalu, tepatnya di Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Kamis (6/3/2025).

Hilangnya Alvaro bertepatan pada bulan Ramadhan. Kala itu, bocah berusia enam tahun ini meminta izin hendak melaksanakan shalat Maghrib di Masjid Al-Muflihun di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kebetulan mendiang Alvaro terakhir kali terlihat di area Masjid Al-Muflihun. Kakek korban, Tugimin (71) menduga bahwa cucunya telah diculik oleh seorang pria atau orang tak dikenal (OTK).

Kakek Alvaro Kiano Nugroho Ungkap Ada Pria Separuh Baya Sebelum Korban Hilang

Tugimin, kakek Alvaro
Tugimin, kakek Alvaro
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube tvOnenews

 

Di Program Insert Investigasi TRANS TV pada 16 November 2025, Kakek Tugimin menceritakan ada pria separuh baya di dekat area masjid. Keberadaan sosok tersebut sekitar pada pukul 17.00 WIB.

Kata Tugimin, pria yang tidak dikenal tersebut menunjukkan gelagat aneh. Menurutnya, gerak-geriknya sangat mencurigakan.

"Jam 5 sore itu menjelang buka puasa, itu ada orang separuh baya, bapak-bapak separuh baya antara 40-an umurnya, itu mondar-mandir di masjid," ungkap Tugimin dikutip dari kanal YouTube Trans TV Official, Senin.

Ia mendapatkan informasi tersebut dari seorang marbot masjid. Kata Tugimin, pria tak dikenal itu langsung mendapat teguran dari marbot yang bertugas di kawasan masjid tersebut.

Berdasarkan kesaksian dari marbot masjid itu, rupanya pria separuh baya tersebut mengaku sebagai orang tua Alvaro.

"Lantas ditegur sama marbot, 'Bapak nyari siapa?', 'Saya nyari anak saya'. Lalu 'namanya siapa?', 'Alvaro'," tutur Tugimin sambil mengulas percakapan antara marbot masjid dan pria paruh baya itu.

Lebih lanjut, marbot masjid tersebut tampaknya mengetahui keberadaan Alvaro. Kebetulan bocah enam tahun itu tengah bermain sembari menunggu shalat Maghrib.

Tugimin menyampaikan bahwa, kondisi Alvaro kala itu sedang bermain dengan teman-temannya. Korban sempat main lari-larian sebelum dilaporkan hilang.

Tugimin menambahkan, marbot masjid pun menunjukkan keberadaan Alvaro kepada pria tersebut. Sayangnya ia tidak memperhatikan korban lagi.

Marbot Masjid Al-Muflihun itu juga tidak melihat pria tak dikenal tersebut. Sebab sang marbot mengurus hal lain untuk persiapan pelaksanaan shalat Maghrib.

"Setelah itu marbot itu tidak memperhatikan orang tersebut keluarnya lewat mana, atau samping, atau di belakang karena ada pintu belakang juga itu tidak ada yang tahu," jelasnya.

Tugimin selaku kakek korban tentu mengkhawatirkan cucunya. Alvaro biasanya langsung pulang ke rumah setiap setelah shalat Maghrib di masjid.

Tugimin awalnya tidak merasa curiga. Karena cucunya tidak kembali, ia pun coba mencari Alvaro.

Tugimin bahkan sampai menanyakan keberadaan Alvaro kepada teman-teman sebaya korban. Justru upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena mereka tidak mengetahui di mana sosok Alvaro.

"Bahkan anak-anak itu juga enggak ada yang tahu Alvaro meninggalkan masjid itu," lanjutnya.

Petugas Keamanan Masjid Benarkan Alvaro Sering Main di Masjid

Bang Jack, petugas keamanan Masjid Al-Muflihun menyampaikan bahwa, korban selalu bermain di kawasan tersebut. Hal itu terjadi di setiap agenda pelaksanaan shalat berjamaah.

"Ini biasanya anak-anak nih ramai kalau jam-jam segini (sore hari). Semenjak itu beberapa hari sih agak sepi," ungkap Bang Jack.

Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui kapan tepatnya Alvaro hilang. Sebab ia tidak memperhatikan korban.

Ia juga kesulitan mengecek keberadaan korban karena kamera CCTV di masjid tidak berfungsi. Ia mengatakan, kondisi CCTV saat itu masih rusak, sehingga tak bisa melihat Alvaro.

"Cuma dulu nggak berfungsi, sekarang sudah diaktifkan lagi. Intinya sudah diperbaiki semuanya sekarang," jelasnya.

Kakek Tugimin Lapor Polisi atas Hilangnya Alvaro

Rasa was-was Tugimin bergejolak, sehingga ia melaporkan Alvaro telah hilang ke Polsek Pesanggrahan.

Pencarian selama berbulan-bulan. Polisi mulai menemukan titik terang sembari mencari keberadaan Alvaro dengan terus berkomunikasi dengan pihak TNI hingga paranormal.

Justru upaya tersebut berakhir nihil. Tetapi, polisi mulai menemukan titik terang bahwa, ayah tiri korban, Alex Iskandar resmi ditangkap sebagai pelaku beserta adik Alex.

Alex Iskandar Ayah Alvaro Kiano Nugroho Bunuh Diri

Kakek Tugimin menyampaikan bahwa, Alex telah ditangkap oleh polisi. Ia mengatakan, ayah tiri Alvaro melakukan bunuh diri di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan.

"Ya, pelakunya sendiri ternyata adalah ayah tirinya. Bahkan sekarang sudah bunuh diri, meninggal di Polres Jakarta Selatan," kata Tugimin kepada wartawan, Minggu (23/11/2025) malam hari WIB.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly membenarkan cerita dari keluarga korban. Sebab seluruh hasil temuan dari polisi langsung disampaikan kepada pihak keluarga Alvaro.

"(Meninggal) sudah di Polres (Jakarta Selatan). Untuk sementara satu tersangka, yang sudah ditetapkan jadi tersangka, mau ditahan," ujar Nicolas.

Alvaro Kiano Nugroho Ditemukan Meninggal Dunia

Setelah melakukan pencarian selama delapan bulan lebih, Alvaro Kiano Nugroho ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad bocah enam tahun tersebut sudah tidak utuh karena hanya tinggal kerangka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penemuan kerangka Alvaro berlangsung di Jembatan Kali Cilalay, Desa Singabraja, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu, 23 November 2025. Lokasinya terbilang sepi dan cukup jauh dari permukiman warga.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Setelah Yurizal Pasien BPJS Wafat, 2 Orang Terdekat Ungkap Sosok Almarhum Semasa Hidup

Setelah Yurizal Pasien BPJS Wafat, 2 Orang Terdekat Ungkap Sosok Almarhum Semasa Hidup

Setelah Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS wafat, sepupu dan sahabat mengungkap sosok almarhum semasa hidup, termasuk kebiasaannya memendam masalah dan perjuangannya.
Jawab Isu Surpres Pergantian Kapolri, Listyo Sigit: Itu Prerogatif Presiden

Jawab Isu Surpres Pergantian Kapolri, Listyo Sigit: Itu Prerogatif Presiden

Terkait dengan beredarnya isu Surpres, Kapolri Jenderal Listyo Sigit memastikan hal tersebut tidak akan mengganggu kinerja dirinya dalam memimpin Polri.
DPRD Surabaya Usul Lagu Indonesia Raya Diputar Serentak Pukul 10.00 WIB Selama Agustus

DPRD Surabaya Usul Lagu Indonesia Raya Diputar Serentak Pukul 10.00 WIB Selama Agustus

DPRD Kota Surabaya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghidupkan kembali kebiasaan mengumandangkan lagu Indonesia Raya secara serentak setiap pukul 10.00 WIB selama bulan kemerdekaan.
Pemerintah Siapkan Hampir 1 Juta Sambungan Jargas Baru hingga 2028

Pemerintah Siapkan Hampir 1 Juta Sambungan Jargas Baru hingga 2028

Berdasarkan data Kementerian ESDM, target pembangunan jargas periode 2025–2026 kini mencapai 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten dan kota.
Ruben Onsu Ungkap Harapan Besarnya di Tengah Polemik Hak Asuh Anak dengan Mantan Istri

Ruben Onsu Ungkap Harapan Besarnya di Tengah Polemik Hak Asuh Anak dengan Mantan Istri

Ruben Onsu yang disapa Koh Ruben mengaku punya cara unik mengobati rasa rindu saat merindukan anak-anaknya. Dia punya harapan lain di tengah polemiknya
Penyelundupan 990 Gram Sabu dan 1.089 Butir Ekstasi dari Malaysia Digagalkan Bea Cukai Juanda

Penyelundupan 990 Gram Sabu dan 1.089 Butir Ekstasi dari Malaysia Digagalkan Bea Cukai Juanda

Sinergi Bea Cukai Juanda, Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I dan Satgaspam Lanudal Juanda gagalkan upaya penyelundupan narkotika golongan I dibawa penumpang

Trending

Jasaraharja Putera Salurkan Santunan ke Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Jasaraharja Putera Salurkan Santunan ke Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat lima orang meninggal dunia dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar di perairan Utara Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Minggu (2/8/2026).
Identitas Korban Mutilasi di Depok Terungkap, Ternyata Sempat Dilaporkan Hilang oleh Istri pada 25 Juli 2026

Identitas Korban Mutilasi di Depok Terungkap, Ternyata Sempat Dilaporkan Hilang oleh Istri pada 25 Juli 2026

Identitas korban mutilasi di Depok akhirnya terungkap. Ternyata dia sempat dilaporkan hilang oleh istrinya pada 25 Juli 2026.
Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang ditangkap atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial mengakui perbuatannya.
Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Berbagai pihak turut serta mendorong kemajuan UMKM di tanah air termasuk transformasi pembayaran digital.
Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini KPK menyebut  ada tiga surat perintah penyidikan (sprindik) terkait pengembangan kasus tersebut. 
Ahmad Sahroni Yakin Presiden Prabowo Tak akan Ganti Kapolri: Kinerjanya Cukup Baik, Walaupun Ada Kurangnya

Ahmad Sahroni Yakin Presiden Prabowo Tak akan Ganti Kapolri: Kinerjanya Cukup Baik, Walaupun Ada Kurangnya

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menanggapi isu pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). 
Rumor Nikita Mirzani Bebas Agustus 2026 Makin Ramai, Ditjenpas Akhirnya Buka Suara

Rumor Nikita Mirzani Bebas Agustus 2026 Makin Ramai, Ditjenpas Akhirnya Buka Suara

Isu mengenai kemungkinan Nikita Mirzani bebas pada Agustus 2026 terus menjadi perbincangan hangat di media sosial dan berbagai platform digital.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT