Viral Ebook Broken Strings Karya Aurelie Moeremans, Jedar Ingatkan Pentingnya Edukasi Anak soal Batasan
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @inijedar @aurelie
tvOnenews.com - Aurelie Moeremans tengah menjadi perbincangan hangat publik sejak awal Januari 2026. Aktris, model, sekaligus penyanyi blasteran Belgia-Indonesia ini viral usai merilis ebook memoar pribadinya berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth atau versi bahasa Indonesia Kepingan Masa Muda yang Patah.
Ebook Aurelie Moeremans tersebut dibagikan secara gratis melalui tautan PDF di akun Instagram pribadinya, @aurelie, dan telah diakses jutaan kali dalam waktu singkat.
Ebook Aurelie Moeremans bukan sekadar karya tulis biasa. Di dalamnya, Aurelie secara jujur dan emosional mengungkap pengalaman traumatis yang ia alami sejak usia 15 tahun.

buku Broken Strings karya Aurélie Moeremans. (Sumber: Instagram @aurelie)
Ia mengaku menjadi korban child grooming, manipulasi emosional, hingga kekerasan dalam hubungan dengan pria dewasa yang jauh lebih tua, yang dalam buku tersebut disebut dengan nama samaran “Bobby”.
Aurelie menegaskan bahwa buku ini bukanlah fiksi, melainkan kisah nyata perjalanan hidupnya, luka batin yang ia alami, hingga proses penyembuhan yang panjang.
Keberanian Aurelie Moeremans dalam membuka luka lama ini menuai beragam respons dari masyarakat.
Banyak pembaca mengaku terharu, merasa relate, sekaligus prihatin dengan apa yang dialami sang aktris di masa mudanya.
Tak sedikit pula yang menyebut ebook ini sebagai karya berani yang penting, karena mengangkat isu sensitif seperti grooming dan kesehatan mental dari sudut pandang penyintas langsung.
Bahkan, kabarnya, kini tengah ada rencana penerbitan versi cetak fisik dari buku tersebut.
Aurelie sendiri menekankan bahwa awalnya ebook ini ditulis sebagai bagian dari proses healing pribadi.
Namun, ia memutuskan membagikannya secara gratis agar bisa menjangkau lebih banyak orang dan, jika memungkinkan, membantu penyintas lain yang mengalami hal serupa.
Viralnya ebook Aurelie Moeremans juga menarik perhatian sejumlah figur publik, salah satunya Jessica Iskandar atau yang akrab disapa Jedar.
Dalam acara Pagi Pagi Ambyar yang tayang pada 16 Januari 2026, Jessica Iskandar mengaku telah membaca buku tersebut secara penuh. Sebagai seorang ibu dari tiga anak, pendapat Jedar dinilai kredibel dan penuh empati.
Dalam sesi wawancara, host Rian Ibram bertanya kepada Jessica Iskandar mengenai kesan pertamanya terhadap Aurelie Moeremans setelah membaca buku tersebut.
“Jadi Jedar, satu kalimat yang terlintas dalam benak kamu tentang Aurelie Moeremans?” tanya Rian Ibram.
Jessica Iskandar pun menjawab dengan penuh emosi.

Tanggapan Jessika Iskandar tentang buku "Broken String" yang ditulis oleh Aurelie Moeremans. (Sumber: TRANS TV Official)
“Wanita hebat sih. Karena sudah bisa keluar dari itu. Keluar itu kan pastinya trauma besar sih. Kalau setelah baca bukunya jadi tahu, karena itu kan katanya kisah nyata, jadi kalau sudah bisa melewati hal-hal seperti itu yang menurut aku kayak ‘wow’ banget, itu hebat sih,” ujar Jedar.
Ia juga menyoroti kondisi Aurelie Moeremans saat ini yang dinilainya sudah jauh lebih bahagia.
“Apalagi sampai sekarang sudah melihat dia bahagia, sekarang sudah menikah, sekarang sudah mengandung, sudah punya keluarganya sendiri. Pokoknya sudah keluar dari itu semua, sudah hebat banget,” lanjut Jessica Iskandar.
Tak hanya memuji keberanian Aurelie, Jedar juga menekankan bahwa kisah dalam ebook Aurelie Moeremans memberikan pelajaran penting baginya sebagai orang tua.
Hal itu terungkap saat Caren Delano menanyakan bacaan yang paling menginspirasi dirinya.
“Menurut aku cerita hidupnya dia bisa jadi pelajaran, buat aku seorang ibu yang punya anak perempuan juga,” kata Jedar.
Sebagai ibu dari anak perempuan dan anak laki-laki, Jessica Iskandar menilai edukasi anak soal batasan menjadi hal yang sangat krusial.
“Selain aku punya anak perempuan, aku juga punya anak laki-laki, di mana anak laki-laki aku juga harus aku didik untuk tahu batas, untuk bisa menghargai, untuk bisa tahu norma-norma,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jedar menekankan pentingnya mengajarkan anak perempuan untuk berani berkata tidak dan merasa aman di lingkungan keluarga.
“Anak aku juga perempuan, itu juga aku harus bisa ajarin supaya dia bisa mengatakan tidak, untuk bisa tahu bahwa rumahnya adalah tempat teramannya. Bahwa orang tuanya, apapun yang terjadi sama dia, apapun yang ada di lingkungannya, ancaman apa pun itu, nggak akan mengubah kasih sayang orang tuanya ke anak aku,” ungkap Jessica Iskandar.
Menurutnya, kisah nyata dalam ebook Aurelie Moeremans menjadi pengingat bahwa kasus seperti ini benar-benar terjadi dan bisa menimpa siapa saja.
“Jadi aku harus tanamkan itu semua karena melihat dari cerita, kisah nyata katanya. Jadi ngeliat ini kan pengalaman, ternyata ‘wah pengalaman ini terjadi lho’. Dan ini terjadi beberapa belas tahun yang lalu, apalagi zaman sekarang, zaman yang lebih cepat, lebih bebas, lebih gampang gitu,” tutup Jedar.
Melalui keberanian Aurelie Moeremans membagikan kisah hidupnya, serta refleksi mendalam dari Jessica Iskandar, publik kembali diingatkan akan pentingnya edukasi anak, komunikasi terbuka dalam keluarga, dan kesadaran akan batasan demi melindungi generasi muda.
(anf)
Load more