Benarkah Nizam Syafei Punya Riwayat Kanker Darah? Ini Penjelasan Sang Ayah
- YouTube Denny Sumargo
tvOnenews.com - Benarkah Nizam Syafei punya riwayat kanker seperti yang ramai dibicarakan di media sosial? Nama Nizam Syafei kembali menjadi sorotan setelah muncul isu bahwa dirinya mengidap kanker darah sebelum meninggal dunia.
Isu mengenai kondisi kesehatan Nizam Syafei itu pun langsung mendapat tanggapan dari ayah Nizam Syafei yang akhirnya buka suara.
Sebelumnya, publik digemparkan oleh kabar meninggalnya Nizam Syafei (12) di RSUD Jampangkulon, Sukabumi, pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Ayah dan Kakek Nizam Syafei. (Sumber: YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo)
Kasus ini menyita perhatian luas karena muncul dugaan kekerasan yang dialaminya sebelum wafat.
Video detik-detik terakhir Nizam di rumah sakit sempat viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, ia disebut memberikan keterangan kepada tenaga medis dan aparat bahwa dirinya dipaksa meminum air panas.
Kondisi tubuhnya yang mengalami luka melepuh semakin memicu keprihatinan publik.
Di tengah polemik tersebut, beredar pesan suara yang diduga berasal dari ibu tirinya, TR.
Dalam rekaman itu, ia membantah tudingan penyiraman atau pemaksaan minum air panas.
TR juga mengklaim bahwa luka pada tubuh Nizam bukan akibat kekerasan, melainkan karena penyakit serius yang disebut-sebut sebagai kanker darah jenis leukemia serta autoimun.
Menanggapi isu tersebut, Anwar selaku ayah kandung Nizam Syafei akhirnya memberikan klarifikasi dalam podcast CURHAT BANG Denny Sumargo yang tayang pada 23 Februari 2026.
Denny Sumargo menanyakan langsung soal kabar yang beredar. “Nah, ini ada yang bilang katanya ada isu ya Nizam apakah benar punya sakit kanker darah? Itu ada isu itu ya? Dari mana isu itu?”
Menjawab pertanyaan tersebut, Anwar menegaskan kondisi kesehatan putranya selama ini. “Intinya ginilah, Bang. Anak saya ini selama ini sebetulnya enggak pernah sakit.”
Ia kembali mempertegas pernyataannya. “Kalau anak saya pernah sakit dari dulunya kan sama saya juga mungkin udah dibawa cek up, udah dibawa ke dokter mungkin ya karena memang selama ini enggak ada sakit anaknya.”
Denny kemudian memastikan kembali, “Jadi tidak bisa merujuk kepada ada kondisi sakit kanker darah gitu. Tapi pertanyaannya sudah tahu mengenai ada berita itu?”
Pak Isep selaku kakek dan Anwar kompak menjawab, “Ada.”
Saat ditanya dari mana isu tersebut berasal, Pak Isep menyebut, “Itu dari mama tirinya.”
Denny menanggapi, “Oh mama tirinya. Soalnya ada juga tuh mama tirinya katanya ngomong, katanya jangan jadi pahlawan kesiangan.”
“Iya betul,” jawab Pak Isep.
Ketika didalami maksud pernyataan tersebut, Pak Isep menjelaskan, “Mungkin enggak tahu kepada siapa, ke saya atau kenapa soalnya saya yang ngurus-ngurus gitu mungkin.”
Ia menambahkan, “Iya soalnya saya yang bisa membocorkan bahwa anak itu semua terbuka ke saya. Kan awalnya kan sama bapaknya ini ditanya enggak ngasih tahu bahwa ini kejadian ini atau dia suka dimarahin enggak. Kalau ditanya sama saya langsung jawab, makanya pasti marah sama saya gitu.”
Dalam kesempatan itu, Denny juga menanyakan hubungan Anwar dengan istrinya setelah kejadian di rumah sakit. “Jadi, semenjak kejadian di rumah sakit itu Bapak enggak pulang lagi ke rumah ketemu istri?”
Anwar menjawab, “Ketemu. Karena kan dimakamkan di Cimandala, saya ke sana. Saya sampai enggak berani datang ke makamnya.”
“Kenapa?” tanya Denny.
“Ya itu ada perasaan saya aja gitu. Saya ketemu ada istri saya di sana, di tempat saudara saya di sana. Terus mama saya juga dari Garut datang kan. Iya. Ketemu di sana terus balik ke sini bareng sama saya gitu ya, intinya gitulah,” jelasnya.
Saat ditanya apakah sempat terjadi keributan, Anwar membantah. “Enggak, enggak ribut. Cuman saya semalam nangis kan di sana di rumah kakak saya. Dia gini ke saya, ‘Udah sabar ya, yang ikhlas ya.’ Ibu tirinya itu.”
Dari penjelasan ayah Nizam Syafei tersebut, ia menegaskan bahwa selama hidupnya sang anak tidak pernah memiliki riwayat penyakit kanker darah seperti yang ramai diberitakan.
Klarifikasi ini pun semakin menambah babak baru dalam kasus yang menyita perhatian publik tersebut.
(anf)
Load more