Siapa Hendrik Irawan? Mitra MBG Batujajar yang Lapor Polisi gara-gara Tak Terima Video Joget Rp6 Juta Viral
- TikTok/@@mitrapangaubanbatujajar
Bandung, tvOnenews.com - Seorang mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Batujajar, Bandung Barat, Hendrik Irawan viral di media sosial. Aksinya sedang joget menuai sorotan keras dari publik.
Dalam sebuah video yang beredar, Hendrik Irawan diduga sedang berjoget di kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN).
Penyebab Hendrik Irawan viral tidak sekadar video aksinya yang berjoget-joget. Mitra MBG Batujajar itu disebut-sebut mendapat penghasilan sebesar Rp6 juta per hari.
Pengakuan Hendrik Irawan diguyur Rp6 juta disematkan dalam kolom komentar unggahan media sosialnya. Kala itu ia membalas komentar dari seorang netizen.
"Alhamdulillah ka, saya dapat Rp6 juta per hari, sehat selalu ya ka," tulis Hendrik dikutip, Rabu (25/3/2026).
Ironisnya, pengakuannya justru menuai hujatan dari publik. Menurut netizen, aksi joget itu dinilai tidak layak selaku mitra MBG.
Mitra MBG Batujajar Laporkan Akun Media Sosial ke Polisi
- TikTok/@@mitrapangaubanbatujajar
Tak berselang lama, Hendrik Irawan bergerak cepat. Ia melaporkan sejumlah akun media sosial ke Polres Cimahi.
Alasan mitra MBG Batujajar itu membuat laporan polisi lantaran tidak terima aksi jogetnya disebar tanpa izin. Hal ini menyebabkan video itu disalahartikan di ruang jagat maya.
"Saya sebagai warga biasa, hanya ingin mencari keadilan karena dirugikan. Ada dua akun yang saya laporkan, satu akun yang meng-upload video saya tanpa izin, dan itu sudah masuk ranah hukum," ungkap Hendrik.
Ia mengatakan, salah satu akun media sosial yang dilaporkan ke polisi, yakni berbasis dari Instagram. Ia menyampaikan bahwa, akun tersebut sudah membabi buta hingga mencaci maki dirinya tanpa alasan yang kuat.
Hendrik kaget kenapa netizen mencibirnya. Sebagai mitra MBG, ia merasa uang insentif Rp6 juta per hari dari pemerintah berhak diterima olehnya.
"Saya salah di mana? Itu sudah dituangkan, bahwa mitra berhak mendapatkan insentif Rp6 juta per hari," tegasnya.
Lebih lanjut, ia tidak habis pikir dua akun media sosial tersebut membuat narasi jelek. Ia menganggap aksi joget tersebut lantaran menerima uang sebesar Rp6 juta.
"Anda perlu mengetahui ya, bahwa program ini sangat baik, saya ingin program ini berkelanjutan, saya harap program ini berhasil dengan menjaga nama baik Presiden, menjaga nama baiknya BGN. Tapi, Anda membuat opini yang tidak baik, Anda membuat provokasi agar orang-orang membenci program ini," imbau dia.
Karena geram, ia mengatakan, dirinya diarahkan kembali membuat laporan polisi ke Polda Jabar pada 26 Maret 2026.
Akibat video viral tersebut, publik semakin penasaran siapa sebenarnya Hendrik Irawan. Berikut profil lengkap mitra MBG Batujajar tersebut yang dirangkum dari berbagai sumber.
Profil Hendrik Irawan Mitra MBG Batujajar yang Viral
Hendrik Irawan merupakan salah satu mitra MBG yang berlokasi di Batujajar, Bandung Barat. Ia dikenal sebagai mitra aktif dalam program tersebut.
Menariknya, ia bertugas di bagian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban Batujajar.
Beberapa peran pentingnya, antara lain bertanggung jawab terhadap pengelolaan dapur MBG, menyediakan makanan bergizi, hingga mendistribusikan makanan ke sekolah.
Hendrik menuai sorotan karena mengaku sebagai mitra yang merogoh gocek dana pribadinya mencapai Rp3,5 miliar. Tujuannya untuk membangun dapur SPPG demi kelancaran operasional, sekaligus komitmen menjaga keberlanjutan program MBG.
Selain itu, Hendrik dikenal mitra yang sangat aktif di media sosial. Ia bertugas membagikan beberapa kegiatan di akun TikTok @mitrapangaubanbatujajar yang kini sudah mempunyai 26,7 ribu pengikut.
Tugasnya di akun media sosial tersebut, meliputi mengunggah video seluruh aktivitas di dapur MBG sebagai tempat operasionalnya, menunjukkan proses kegiatan pendistribusian makanan, hingga membagikan konten hiburan.
Alasan BGN Beri Insentif Rp6 Juta untuk SPPG
Sebelumnya, Kepala BGN, Dadan Hindayana menerangkan bahwa, insentif dasar sebesar Rp6 juta bukan untuk pemborosan anggaran. Skema itu justru dinilai efisien.
Dana mengatakan, negara tidak menanggung risiko dari seluruh investasi dan pembangunan, melainkan ditanggung oleh mitra itu sendiri.
Mitra yang mendapatkan insentif lantaran membangun fasilitas dengan cara merogoh kocek dana pribadinya sendiri tanpa melibatkan dana dari APBN.
"Pertimbangannya karena mitra ini sudah mengeluarkan dana investasi untuk membangun itu bukan dari dana APBN. Jadinya, kami akan memberikan insentif ketika mereka sudah membangun," ungkap Dadan dalam konferensi pers ditayangkan dalam Instagram resmi BGN pada 28 Februari 2026.
Insentif tersebut, kata dia, juga bentuk kompensasi. Sebab, BGN melakukan transfer seluruh risiko kepada mitranya, seperti perencanaan pembangunan, pengadaan lahan, konstruksi, pengadaan dan pemeliharaan peralatan, serta risiko terhadap operasional dan bencana.
Ia mencontohkan ada SPPG yang mengalami kebakaran. Seluruh kerugian tersebut justru bukan ditanggung pemerintah, melainkan mitra itu sendiri.
"Jadi, saya kira insentif ini menurut perhitungan kami sangat efisien," tukasnya.
(hap)
Load more