GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Hendrik Irawan? Mitra MBG Batujajar yang Lapor Polisi gara-gara Tak Terima Video Joget Rp6 Juta Viral

Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Batujajar, Bandung Barat, Hendrik Irawan laporkan 2 akun medsos ke Polres Cimahi usai video joget dan insentif Rp6 juta viral.
Rabu, 25 Maret 2026 - 05:58 WIB
Mitra MBG Batujajar, Hendrik Irawan yang viral akibat aksi jogetnya
Sumber :
  • TikTok/@@mitrapangaubanbatujajar

Bandung, tvOnenews.com - Seorang mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Batujajar, Bandung Barat, Hendrik Irawan viral di media sosial. Aksinya sedang joget menuai sorotan keras dari publik.

Dalam sebuah video yang beredar, Hendrik Irawan diduga sedang berjoget di kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyebab Hendrik Irawan viral tidak sekadar video aksinya yang berjoget-joget. Mitra MBG Batujajar itu disebut-sebut mendapat penghasilan sebesar Rp6 juta per hari.

Pengakuan Hendrik Irawan diguyur Rp6 juta disematkan dalam kolom komentar unggahan media sosialnya. Kala itu ia membalas komentar dari seorang netizen.

"Alhamdulillah ka, saya dapat Rp6 juta per hari, sehat selalu ya ka," tulis Hendrik dikutip, Rabu (25/3/2026).

Ironisnya, pengakuannya justru menuai hujatan dari publik. Menurut netizen, aksi joget itu dinilai tidak layak selaku mitra MBG.

Mitra MBG Batujajar Laporkan Akun Media Sosial ke Polisi

Mitra MBG Batujajar, Hendrik Irawan melaporkan akun media sosial ke Polres Cimahi imbas video joget dan pengakuan mendapat insentif Rp6 juta viral di media sosial
Mitra MBG Batujajar, Hendrik Irawan melaporkan akun media sosial ke Polres Cimahi imbas video joget dan pengakuan mendapat insentif Rp6 juta viral di media sosial
Sumber :
  • TikTok/@@mitrapangaubanbatujajar

Tak berselang lama, Hendrik Irawan bergerak cepat. Ia melaporkan sejumlah akun media sosial ke Polres Cimahi.

Alasan mitra MBG Batujajar itu membuat laporan polisi lantaran tidak terima aksi jogetnya disebar tanpa izin. Hal ini menyebabkan video itu disalahartikan di ruang jagat maya.

"Saya sebagai warga biasa, hanya ingin mencari keadilan karena dirugikan. Ada dua akun yang saya laporkan, satu akun yang meng-upload video saya tanpa izin, dan itu sudah masuk ranah hukum," ungkap Hendrik.

Ia mengatakan, salah satu akun media sosial yang dilaporkan ke polisi, yakni berbasis dari Instagram. Ia menyampaikan bahwa, akun tersebut sudah membabi buta hingga mencaci maki dirinya tanpa alasan yang kuat.

Hendrik kaget kenapa netizen mencibirnya. Sebagai mitra MBG, ia merasa uang insentif Rp6 juta per hari dari pemerintah berhak diterima olehnya.

"Saya salah di mana? Itu sudah dituangkan, bahwa mitra berhak mendapatkan insentif Rp6 juta per hari," tegasnya.

Lebih lanjut, ia tidak habis pikir dua akun media sosial tersebut membuat narasi jelek. Ia menganggap aksi joget tersebut lantaran menerima uang sebesar Rp6 juta.

"Anda perlu mengetahui ya, bahwa program ini sangat baik, saya ingin program ini berkelanjutan, saya harap program ini berhasil dengan menjaga nama baik Presiden, menjaga nama baiknya BGN. Tapi, Anda membuat opini yang tidak baik, Anda membuat provokasi agar orang-orang membenci program ini," imbau dia.

Karena geram, ia mengatakan, dirinya diarahkan kembali membuat laporan polisi ke Polda Jabar pada 26 Maret 2026.

Akibat video viral tersebut, publik semakin penasaran siapa sebenarnya Hendrik Irawan. Berikut profil lengkap mitra MBG Batujajar tersebut yang dirangkum dari berbagai sumber.

Profil Hendrik Irawan Mitra MBG Batujajar yang Viral

Hendrik Irawan merupakan salah satu mitra MBG yang berlokasi di Batujajar, Bandung Barat. Ia dikenal sebagai mitra aktif dalam program tersebut.

Menariknya, ia bertugas di bagian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban Batujajar.

Beberapa peran pentingnya, antara lain bertanggung jawab terhadap pengelolaan dapur MBG, menyediakan makanan bergizi, hingga mendistribusikan makanan ke sekolah.

Hendrik menuai sorotan karena mengaku sebagai mitra yang merogoh gocek dana pribadinya mencapai Rp3,5 miliar. Tujuannya untuk membangun dapur SPPG demi kelancaran operasional, sekaligus komitmen menjaga keberlanjutan program MBG.

Selain itu, Hendrik dikenal mitra yang sangat aktif di media sosial. Ia bertugas membagikan beberapa kegiatan di akun TikTok @mitrapangaubanbatujajar yang kini sudah mempunyai 26,7 ribu pengikut.

Tugasnya di akun media sosial tersebut, meliputi mengunggah video seluruh aktivitas di dapur MBG sebagai tempat operasionalnya, menunjukkan proses kegiatan pendistribusian makanan, hingga membagikan konten hiburan.

Alasan BGN Beri Insentif Rp6 Juta untuk SPPG

Sebelumnya, Kepala BGN, Dadan Hindayana menerangkan bahwa, insentif dasar sebesar Rp6 juta bukan untuk pemborosan anggaran. Skema itu justru dinilai efisien.

Dana mengatakan, negara tidak menanggung risiko dari seluruh investasi dan pembangunan, melainkan ditanggung oleh mitra itu sendiri.

Mitra yang mendapatkan insentif lantaran membangun fasilitas dengan cara merogoh kocek dana pribadinya sendiri tanpa melibatkan dana dari APBN.

"Pertimbangannya karena mitra ini sudah mengeluarkan dana investasi untuk membangun itu bukan dari dana APBN. Jadinya, kami akan memberikan insentif ketika mereka sudah membangun," ungkap Dadan dalam konferensi pers ditayangkan dalam Instagram resmi BGN pada 28 Februari 2026.

Insentif tersebut, kata dia, juga bentuk kompensasi. Sebab, BGN melakukan transfer seluruh risiko kepada mitranya, seperti perencanaan pembangunan, pengadaan lahan, konstruksi, pengadaan dan pemeliharaan peralatan, serta risiko terhadap operasional dan bencana.

Ia mencontohkan ada SPPG yang mengalami kebakaran. Seluruh kerugian tersebut justru bukan ditanggung pemerintah, melainkan mitra itu sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi, saya kira insentif ini menurut perhitungan kami sangat efisien," tukasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Iran Balas Proposal Damai AS dengan Tuntutan Tegas, Minta Blokade Dicabut hingga Aset Dibekukan Dibuka

Iran Balas Proposal Damai AS dengan Tuntutan Tegas, Minta Blokade Dicabut hingga Aset Dibekukan Dibuka

Iran menuntut pencabutan blokade AS dan pembebasan aset yang dibekukan sebagai respons proposal damai Amerika Serikat di tengah konflik yang memanas.
Buntut Polemik Tambang, Bupati Bogor Tak Niat Lawan Dedi Mulyadi: Tak Ingin Ada Benturan

Buntut Polemik Tambang, Bupati Bogor Tak Niat Lawan Dedi Mulyadi: Tak Ingin Ada Benturan

Buntut polemik penutupan Tambang di Kabupaten Bogor. Sontak membuat Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memberikan klarifikasi tegas mengenai isu ketidakharmonisan
Megawati Hangestri Langsung Bikin Heboh Korea, setelah Megatron Resmi Gabung Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri Langsung Bikin Heboh Korea, setelah Megatron Resmi Gabung Hyundai Hillstate

Kabar kembalinya sang Megatron, Megawati Hangestri Pertiwi ke panggung V-League Korea Selatan langsung memicu guncangan hebat di media olahraga Negeri Gingseng.
Rumah Debt Collector di Probolinggo Dilempar Bom Ikan, Teras dan Mobil Rusak

Rumah Debt Collector di Probolinggo Dilempar Bom Ikan, Teras dan Mobil Rusak

Rumah seorang debt collector di Desa Alasumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dilempar bondet oleh orang tak dikenal pada Senin dini hari.
Ipswich Town Kasih Kabar Buruk Buat Elkan Baggott Usai Promosi ke Premier League, Masa Depan Bek Timnas Indonesia Kian Abu-Abu

Ipswich Town Kasih Kabar Buruk Buat Elkan Baggott Usai Promosi ke Premier League, Masa Depan Bek Timnas Indonesia Kian Abu-Abu

Kebahagiaan Ipswich Town promosi ke Premier League bawa kabar kurang menyenangkan bagi Elkan Baggott. Bek Timnas Indonesia itu berada dalam situasi yang sulit.
Mahasiswa ITB yang Hilang Saat Mendaki Gunung Puntang Ditemukan Selamat, Sempat Keluar Jalur hingga 8 Kilometer

Mahasiswa ITB yang Hilang Saat Mendaki Gunung Puntang Ditemukan Selamat, Sempat Keluar Jalur hingga 8 Kilometer

Mahasiswa ITB yang hilang saat mendaki Gunung Puntang, Bandung, berhasil ditemukan selamat oleh tim SAR setelah sempat keluar jalur hingga 8 kilometer.

Trending

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT