News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hati Hati, Keuangan Rumah Tangga Bisa Jebol Karena Hal Ini

Dalam kehidupan berumah tangga, banyak sekali kebutuhan dibandingkan ketika masih sendiri. Harus bisa memprioritaskan kebutuhan bersama, apa lagi punya anak.
Kamis, 26 Mei 2022 - 16:25 WIB
Ilustrasi: Tabungan jebol
Sumber :
  • Pixabay

Dalam kehidupan berumah tangga, banyak sekali kebutuhan dibandingkan ketika masih sendiri. Harus bisa memprioritaskan kebutuhan bersama, terlebih lagi ketika sudah memiliki anak.

Menikah dan membuka lembaran baru tentu akan butuh banyak penyesuaian. Salah satunya diantaranya berkaitan dengan hal finansial. Sebelumnya milik pribadi, sekarang menjadi kebutuhan bersama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dirangkum dari akun resmi BKKBN, berikut beberapa hal yang harus kamu hindari agar keuangan rumah tangga tidak jebol.

1. Beli rumah di luar kemampuan finansial
Setiap pasangan yang sudah menikah, pasti memiliki keinginan untuk memiliki rumah sendiri. Tak jarang pula beberapa pasangan memutuskan akan menikah ketika sudah memiliki rumah.

Namun, bukan berarti kamu memaksakan diri untuk membeli atau membangun rumah sendiri jika belum sanggup. Kamu bisa menyewa kontrakan terlebih dahulu sambil menabung dana untuk membelinya.

Ketika memutuskan untuk membeli rumah, pastikan untuk menyesuaikan biayanya dengan kemampuan finansial kamu dan pasangan. Tipsnya adalah punya DP paling tidak 30% dan juga biaya cicilannya harus 30% dari penghasilan.

2. Memiliki keinginan untuk mencicil isi rumah
Salah satu masalah yang kerap kali menjadi faktor yang mempengaruhi jebolnya keuangan rumah tangga adalah berkeinginan untuk mencicil isi rumah.

Tidak jarang beberapa pasangan yang masih mengontrak atau belum memiliki rumah, justru terlebih dahulu membeli dan mencicil isi rumah. Padahal hal tersebut justru berpotensi boros.

Meski kamu dan pasangan sudah memiliki bayangan untuk tempat tinggal nantinya, ada baiknya kamu menahan dulu keinginan untuk membeli perabotan maupun pernak-pernik isi rumah. Fokus menyimpan uangnya untuk tabungan membangun/membeli rumah.

3. Memberi kepada orang tua
Menyisihkan sebagian penghasilan untuk orang tua merupakan hal terpuji dan merupakan bentuk bakti kepada orang tua. Namun hal tersebut boleh kamu lakukan ketika kebutuhan rumah tangga kamu dan pasangan sudah tercukupi dengan baik.

Berbakti kepada orang tua memang baik, asal jangan sampai harus mengorbankan diri sendiri. Kamu harus bisa menyesuaikan dengan kemampuan keuangan keluarga.

Penting makanya untuk mendiskusikan semuanya bersama pasangan dan juga orang tua, jelaskan kondisi finansial kalian. Terlebih sebagai keluarga baru, kamu dan pasangan tentu memiliki pengeluaran sendiri dan masih butuh banyak penyesuaian.

4. Gaya hidup berlebihan
Ingat, ketika sudah menikah kamu tidak lagi menjalani hidup untuk dirimu sendiri, melainkan harus memikirkan kehidupan bersama pasangan. Maka sesuaikan gaya hidupmu dengan bijak, apalagi jika sebelumnya kamu hobi berbelanja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suka makan di luar, jalan-jalan, belanja demi mengikuti tren kekinian atau berlangganan ini dan itu sangat mempengaruhi besarnya pengeluaran. Namun bukan berarti kamu tidak boleh melakukan semua hal tersebut.

Boleh dilakukan asalkan hanya sesekali, kamu dan pasangan harus pandai membuat pos-pos pengeluaran dan juga rencana alokasi pengeluaran yang tepat agar tidak berlebihan setiap bulannya. (Mzn)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hadiri Pemakaman Istri Jenderal Hoegeng, Kapolri Ungkap Wasiat Terakhir Eyang Meri Buat Polri

Hadiri Pemakaman Istri Jenderal Hoegeng, Kapolri Ungkap Wasiat Terakhir Eyang Meri Buat Polri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Mantan Wawako Fitrianti Agustinda Divonis 7,5 Tahun, Korupsi BPPD PMI Palembang

Mantan Wawako Fitrianti Agustinda Divonis 7,5 Tahun, Korupsi BPPD PMI Palembang

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang menyatakan dua terdakwa kasus korupsi pengelolaan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) di Palang Merah
Tak Puas Cetak Sejarah Hanya dengan Lolos Semifinal Piala Asia Futsal, Hector Suoto Berambisi Kalahkan Jepang

Tak Puas Cetak Sejarah Hanya dengan Lolos Semifinal Piala Asia Futsal, Hector Suoto Berambisi Kalahkan Jepang

Menyingkirkan Vietnam, Timnas Futsal Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil menembus empat besar Piala Asia Futsal
Cristiano Ronaldo Unhappy di Al Nassr Gara-gara PIF, Memungkinkan Balik Lagi ke Manchester United?

Cristiano Ronaldo Unhappy di Al Nassr Gara-gara PIF, Memungkinkan Balik Lagi ke Manchester United?

Muncul spekulasi lama yang kembali mencuat: mungkinkah Cristiano Ronaldo pulang ke Manchester United untuk ketiga kalinya? Isu ini bukan sekadar gosip biasa
Askrindo Gelar Kampanye Budaya BCMS, Siap Hadapi Risiko Force Majeure

Askrindo Gelar Kampanye Budaya BCMS, Siap Hadapi Risiko Force Majeure

PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menggelar Kampanye Budaya Business Continuity Management System (BCMS) yang digelar di Graha Askrindo, Jakarta, Selasa (4/2/2026). 
PERSI Minta Rumah Sakit di Indonesia Perkuat Tata Kelola dan Mutu Layanan Kepada Masyarakat

PERSI Minta Rumah Sakit di Indonesia Perkuat Tata Kelola dan Mutu Layanan Kepada Masyarakat

Pesatnya perkembangan alat kesehatan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi rumah sakit (RS) di Indonesia untuk meningkatkan akurasi, efisien, dan kenyamanan layanan kepada masyarakat.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT